• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

PT Indexim Dianggap Cemari Udara, Warga Keluhkan Debu dan Bau Batu Bara

by BontangPost
14 Februari 2017, 12:59
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
RUSAK LINGKUNGAN: Aktivitas pertambangan membuat lahan kering di Kecamatan Kaliorang ini menjadi sebuah kolam.
(DOK SANGATTA POST)

RUSAK LINGKUNGAN: Aktivitas pertambangan membuat lahan kering di Kecamatan Kaliorang ini menjadi sebuah kolam. (DOK SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

 

SANGATTA – Aktivitas perusahaan PT Indexim di Kecamatan Kaliorang dianggap berdampak negatif bagi lingkungan. Pasalnya, masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasi perusahaan mengeluhkan pencemaran udara yang disebabkan perusahaan.

Dikatakan Sekretaris Desa Kaliorang, Kecamatan Kaliorang, Darmawati, diantara dampak negatif yang dihasilkan oleh perusahaan ialah masalah pencemaran udara. Tidak hanya itu, kendaraan perusahaan yang belalu lalang, juga menimbulkan debu yang sangat luar biasa. Sehingga, rumah warga, sekolah, dan tempat ibadah dipenuhi oleh debu tambang. Parahnya, tidak hanya debu dari tanah, akan tetapi debu batu bara.

“Jalan perusahaan dengan rumah warga diperkirakan hanya 300 meter saja. Jadi kalau mobil melintas, debunya kemana-mana. Masuk rumah warga, sekolah dan masjid. Bahkan, keramik masjid jadi hitam karena debu batu bara,” ujar Sekdes Darma.

Baca Juga:  Tahun Baru Disambut Banjir

Keadaan ini terus terjadi. Tidak hanya di satu desa, akan tetapi di beberapa desa. Diantaranya Desa Selangkau. Jika musim angin selatan, maka debu jalanan maupun batu bara mengarah ke Desa Kaliorang dan jika angin utara, maka berimbas kepada Desa Selangkau. “Pagi-pagi, kami sudah cium bau batu bara. Sampai-sampai, gara-gara debu, hidung kami pedas menciumnya,” katanya.

Meskipun begitu, dirinya tidak memungkiri jika perusahaan sedikit memberikan sumbangsi kepada sebagian warga. Hanya saja, bantuan tersebut tidak seperti yang diharapkan. Karena, tidak sepenuhnya warga yang berdampak merasakan perhatian dari perusahaan.

“Ada bantuan untuk warga Basap berupa mesin lampu, ada juga perbaiki jalan di tahun 2017 ini. Tetapi memang, bantuannya belum maksimal,” katanya.

Baca Juga:  KPK: OTT Bupati Kutim dan Istri terkait Realokasi Dana Covid-19

Dirinya berharap, agar kiranya perusahaan lebih maksimal lagi memberikan batuan kepada masyarakat. Tentunya semua bidang kebutuhan utama. Diantaranya bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, air bersih, dan lainnya. “Kami berharap maksimal. Apa yang dibutuhkan masyarakat dapat dipenuhi semaksimal mungkin,” harapnya.

Hal serupa juga diutarakan warga Desa Bangun Jaya. Arief, Dia meminta kepada perusahaan yang beroperasi di Kaliorang dapat memberikan sumbangsih kepada masyarakat. Karena jangan sampai, keberadaan perusahaan tidak bernilai positif bagi masyarakat, terlebih pembangunan desa. “Harus ada sumbangsih. Sangat tidak etis, keberadaannya tidak memberikan manfaat,” tandasnya.

Sementara itu, perwakilan dari PT.Indexim, bagian penghubung antara perusahaan dengan masyarakat Agus, enggan berkomentar banyak. Dirinya hanya meminta kepada media untuk mempertanyakan hal tersebut secara langsung kepada manajemen perusahaan. “Silahkan saja ke manajemen Indexim,” ujar Agus melalui SMS.

Baca Juga:  Pembantai Ibu dan Anak Segera Diadili

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, dirinya enggan mengangkat telepon dan membalas SMS lanjutan. Tidak diketahui pasti apa penyebabnya. Yang jelas, saat media meminta klarifikasi, pihak Indexim tidak memberikan jawaban. (dy)

Tags: kutimpencemaran lingkungan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Terkait Kecelakaan Yang Menimpa Asisten I, Bupati Harap Jadi Pelajaran

Next Post

Desa Minta Perusahaan Buat Jalan Alternatif

Related Posts

DLH Bontang Uji Sampel Air Pulau Beras Basah, Telusuri Dugaan Pencemaran
Bontang

DLH Bontang Uji Sampel Air Pulau Beras Basah, Telusuri Dugaan Pencemaran

12 Oktober 2026, 10:02
Perairan Beras Basah Bontang Tercemar, Dispopar Lapor DLH
Bontang

Perairan Beras Basah Bontang Tercemar, Dispopar Lapor DLH

10 Oktober 2026, 21:44
Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar
Kaltim

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar

25 September 2026, 15:18
Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit
Kaltim

Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit

21 Juli 2026, 16:05
DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026
Kaltim

DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026

3 Juli 2026, 18:44
Warga Pulau Miang Kutim Laporkan Dugaan Pencemaran Laut di Sekitar Jeti CPO, Air Disebut Keruh dan Berminyak
Kaltim

Warga Pulau Miang Kutim Laporkan Dugaan Pencemaran Laut di Sekitar Jeti CPO, Air Disebut Keruh dan Berminyak

25 Juni 2026, 13:28

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.