• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Dua Tahun Tanpa Penerangan, Warga Meradang, Sekkot Ngaku Baru Tahu

by M Zulfikar Akbar
1 April 2019, 15:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Lokasi untuk warga yang dipindahkan dari bantaran SKM segmen Jembatan S Parman masih tampak sepi. (YODIQ/KP)

Lokasi untuk warga yang dipindahkan dari bantaran SKM segmen Jembatan S Parman masih tampak sepi. (YODIQ/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA–Sekitar dua tahun lalu, tepatnya akhir tahun 2017, Pemkot Samarinda berhasil merelokasi 117 kepala keluarga (KK) yang tinggal di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) sisi kiri Jembatan S Parman. Warga dipindahkan ke Lubuk Sawah, Kelurahan Mugirejo, Samarinda Utara.

Sebagian besar warga bersedia. Pasalnya, warga boleh membangun rumah di lahan tersebut dengan syarat membayar setiap bulan Rp 500 ribu kepada pemilik tanah selama lima tahun. Setelah itu, tanah menjadi hak milik warga.

Bahkan, hasil mediasi warga yang meminta agar di lokasi pemindahan disediakan listrik. Ini sudah dikoordinasikan pemkot dengan pihak PT PLN. Bahkan, pihak PLN pernah mengecek lokasi dan mengukur jarak dengan trafo terdekat.

Sayangnya, pemasangan jaringan listrik tidak juga terlaksana. Pasalnya, pihak PLN tidak bisa asal membuka jaringan baru. Persyaratan masuknya aliran listrik yakni jalan sudah terbuka dan bangunan harus ada minimal 60 persen dari jumlah yang akan dibangun. Sehingga proses tersebut tidak berjalan.

Baca Juga:  Di Bulan Ramadan, Ramadhan Dilantik Jadi Sekwan

Kini dua tahun berselang. Kaltim Post pun menyambangi lokasi pemindahan di Lubuk Sawah itu. Ternyata, PLN belum mengalirkan listrik ke sana. Tak heran, baru tujuh rumah yang terbangun. Selama ini, penerangan hanya menggunakan generator set (genset) 500 watt. Sehingga sangat tidak memadai.

Menurut warga, Kasma, selama dua tahun bermukim di lokasi tersebut. Mereka sempat menggunakan penerangan ala kadarnya. Hingga akhirnya memutuskan iuran membeli genset tersebut. Meskipun genset hanya dapat memberi penerangan untuk ketujuh rumah tersebut.

“Warga yang lain tidak berani membangun. Mereka takut listrik tidak masuk. Makanya banyak yang menunda membangun rumah,” ujarnya.

Selama dua tahun ini, keluhan warga bukan hanya listrik. Warga juga kesulitan air dan harus membeli. Bahkan, jalan masuk rusak. Sedangkan dahulu pemkot menjanjikan memfasilitasi masalah listrik dan jalan. “Kami sudah bertemu Pak Jaang (Wali Kota Samarinda). Tapi, beliau mengira listrik sudah masuk. Padahal belum,” ungkap dia.

Baca Juga:  Guru Honorer Minta Keadilan Gubernur 

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin mengaku baru mendengar hal ini. “Nanti saya cek. Laporannya belum masuk ke saya,” singkatnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Samarinda Suparno turut prihatin akan hal ini. Dia menyarankan agar pemkot proaktif. Apalagi relokasi sudah berlangsung dua tahun dan ini merupakan kemauan pemerintah.

Pemerintah harus mendorong PLN. Wajar jika warga tidak membangun, tidak ada kejelasan. Tetapi, jika proses pemasangan listrik bersamaan dengan warga membangun rumah. Pasti jumlah bangunan memenuhi syarat. “Saya yakin, kalau di sana dialiri air dan listrik. Kawasan itu pasti ramai permukiman. Tapi, jangan sampai tumbuh perkampungan baru listrik disiapkan,” ucapnya.

Baca Juga:  Peningkatan Kualitas SDM Prioritas 

Dia tidak menampik, kawasan Samarinda Utara berpotensi menjadi kawasan permukiman untuk beberapa tahun ke depan. Penyebaran penduduk diyakini banyak ke kawasan tersebut. “Apalagi sudah ada bandara. Pemerintah harus melihat ke sana. Pemkot diharapkan dapat menyediakan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat,” tutupnya. (*/dq/kri/k8/kpg)

Tags: samarindaSungai Karang Mumus
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pembangunan Pabrik Semen Tuai Pro-Kontra, Pemda Buka Ruang Dialog

Next Post

Awas, Maling Berkedok Memulung

Related Posts

Andi Harun Protes ke Pemprov Kaltim, 49.742 Warga Miskin Samarinda Terancam Kehilangan JKN
Kaltim

Andi Harun Protes ke Pemprov Kaltim, 49.742 Warga Miskin Samarinda Terancam Kehilangan JKN

11 April 2026, 11:30
72 Bangunan di Bantaran Sungai Karang Mumus Dibongkar
Kaltim

72 Bangunan di Bantaran Sungai Karang Mumus Dibongkar

23 Desember 2022, 10:00
Kelelahan Mengemudi dari Kutim, Penabrak Ruko di Samarinda Jadi Tersangka
Kaltim

Kelelahan Mengemudi dari Kutim, Penabrak Ruko di Samarinda Jadi Tersangka

21 April 2022, 10:00
Sopir yang Diduga Penyebab Kebakaran Ruko di Samarinda Diamankan
Kaltim

Sopir yang Diduga Penyebab Kebakaran Ruko di Samarinda Diamankan

18 April 2022, 11:30
Modus Pengobatan Alternatif, Komplotan Penipu Diringkus saat Hendak Beraksi
Kriminal

Modus Pengobatan Alternatif, Komplotan Penipu Diringkus saat Hendak Beraksi

14 April 2022, 12:30
Balikpapan Siap Jadi Ibu Kota Kaltim
Kaltim

Balikpapan Siap Jadi Ibu Kota Kaltim

19 September 2021, 10:25

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.