• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Serial Karang Mumus (11) Ada Udang di Balik Ilung

by BontangPost
16 Februari 2017, 13:01
in Breaking News
Reading Time: 3 mins read
0
ilustrasi(misman Rsu/net)

ilustrasi(misman Rsu/net)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Konon di tahun 1998, Ilung merupakan salah nama populer untuk anak laki-laki. Ilung biasanya dipakai sebagai naman depan. Misalnya Ilung Darma Putera, Ilung Surya Astarana, Ilung Ilham Dwiyantara dan seterusnya. Beberapa daerah yang banyak memakai nama Ilung sebagai nama depan anak laki-lakinya adalah Taliwang, Mentomoi, Lumajang, Jember dan Tanggerang.

Ketika adik Mustofa lahir, mamaknya mengusulkan nama Ilung sebagai nama depan Roni Mastiko. Namun nama ilung batal diberikan karena nasehat dari para tetua di tepian Sungai Karang Mumus.

“Ilung itu nama tanaman air yang banyak tumbuh di Sungai Karang Mumus, tempat udang biasa bersembunyi atau bertelur,” ujar para tetua waktu itu.

“Jangan sampai nama itu jadi beban untuk anak ini nanti,” lanjut mereka.

Dan beruntung Roni Mastiko adik Mustofa tak jadi dinamai Ilung. Sebab bukan tak mungkin jika menyandang nama itu akan jadi bahan olok-olokan. Ilung adalah sebutan orang Samarinda untuk Enceng Gondok yang banyak tumbuh di sepanjang aliran Sungai Karang Mumus.

Seingat Mustofa, guru di sekolahnya pernah menerangkan bahwa Enceng Gondok, tumbuhan air yang mengapung itu mempunyai banyak nama setempat. Ada yang menyebutnya Kelipuk, Ringgak, Ilung-Ilung dan Tumpe.

Baca Juga:  Semarak Piala Dunia di Aston Samarinda Hotel & Convention Center

“Ilung ini mempunyai kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga kerap dianggap sebagai gulma atau tanaman hama yang merusak perairan,” terang guru Mustofa waktu itu.

“Tanaman ini suka hidup di kolam dangkal, tanah basah, rawa, aliran air lambat, danau dan sungai. Kemampuan adaptasinya tinggi termasuk terhadap racun di dalam air,” lanjutnya.

Ketika gurunya menerangkan panjang lebar, pikiran Mustofa justru melayang pada pandangan sehari-harinya di atas Sungai Karang Mumus. Ketika hujan di hulu, biasanya rombongan Ilung hanyut mengikuti aliran air. Sesekali mirip pulau yang agak besar, bergerak lambat dan tak jarang tertambat pada tiang bawah rumah atau tiang jembatan.

Bukan sekali dua kali Mustofa menyaksikan hamparan Ilung yang bertumpuk akibat tertahan oleh tiang-tiang jembatan kayu yang rapat. Sungai menjadi tertutup sehingga sulit untuk dilewati oleh satu dua perahu yang masih rutin melalui Sungai Karang Mumus. Hamparan Ilung yang bersatu dengan aneka sampah lain termasuk bangkai binatang, lama kelamaan akan menimbulkan bau yang tak sedap.

Biasanya ada satu atau dua orang yang merasa terganggu, kemudian tergerak untuk mengurai tumpukan Ilung itu. Ilung dan sesampahan lainnya akan didorong ke arah muara, agar hanyut terbawa air hingga tak ada tumpukan Ilung dan sampah di bawah jembatan.

Baca Juga:  Stok Berkurang, Harga Bawang Merangkak Naik 

Mustofa sudah tak memperhatikan lagi ketika gurunya menerangkan dampak negatif pertumbuhan Ilung di sungai. Ilung akan meningkatkan penguapan air, menghambat sinar matahari masuk dalam air, menjadi habitat vektor penyakit, Ilung yang mati akan larut ke dasar menyebabkan pendangkalan, menghambat arus transportasi dan mengurangi keindahan sungai.

“Mumus, menurut kamu Ilung bisa dimanfaatkan untuk apa?” tanya guru.

Mustofa tak mendengarkan pertanyaan gurunya. Pikirannya masih asyik memutar kembali gambaran Ilung yang dilihatnya hampir setiap saat.

“Mumus … apa manfaat Ilung,” tanya guru lagi.

Barulah Mustofa gelagapan saat tahu bahwa ada pertanyaan diajukan untuknya.

“E..e … anu,”

“Iya apa manfaat Ilung?”

“Kata orang-orang tua, dulu di Ilung itu banyak Udang, jadi Ilung adalah tempat bersembunyi Udang, karena di Sungai Karang Mumus tak ada batu” jawab Mustofa.

Sontak teman-teman lainnya tertawa. Ingat pepatah ada udang di balik batu, yang kemudian dipararelkan oleh Mustofa ada udang di balik Ilung.

“Diam ..anak..anak, apalagi?”

Baca Juga:  Saling Ancam di Posisi Lima Besar

“Kalau di televisi, Ilung itu dimanfaatkan untuk aneka kerajinan, ada juga yang mengolah menjadi pakan ternak, biogas, media tanam dan lain sebagainya. Banyak pokoknya kalau gak percaya lihat saja di google,” ujar Mustofa.

Jawaban meyakinkan dari Mustofa tetap memancing tawa teman-temannya.

“Ada lagi, ini dari google,” ujar Bondan.

“Ilung meski dianggap gulma, tapi mempunyai kegunaan untuk menyerap logam berat dalam air juga bahan polutan lainnya,” terang Bondan.

Dan karena jawaban itu, HP Bondan disita, sebab disekolah tidak boleh membawa HP yang bisa dipakai untuk mengakses data.

Untungnya saat pulang HP Bondan dikembalikan sambil diberi peringatan. Jika ketahuan membawa HP yang bisa mengakses internet lagi, HP akan disita dan hanya diberikan jika diambil oleh orang tua.

Dalam perjalanan pulang dari sekolah, Mustofa mengajak Bondan untuk mencari Ilung sesudah ganti baju bermain.

“Kita cari Ilung nanti ya,”

“Buat apa?”

“Kita giling untuk dijadikan masker,”

“Iya masker buat apa?”

“Buat menyerap polutan yang ada di mukamu,” ujar Mustofa sambil lari dan tertawa meninggalkan Bondan yang jengkel bukan kepalang.

Pondok Wira, 05/09/2016 @yustinus_esha

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro SamarindaSerial Karang Mumus
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Samarinda Tanpa Masterplan

Next Post

Sejak KTL Berlaku, Sudah Lima Kendaraan di Derek 

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpol PP dan Dishub Kembali Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Korupsi Bimtek Dishub Bontang: Jaksa Sebut Terdakwa Gerakkan Kasubag dan LPK untuk Perkaya Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Awang Long Masih Tergenang, Dinas PUPRK Bontang Akui Drainase Belum Optimal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.