• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Baru Tahap Awal, 1,5 Juta Penduduk Bakal Pindah ke Ibu Kota Baru

by M Zulfikar Akbar
31 Juli 2019, 10:50
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
Presiden Joko Widodo saat meninjau kawasan Bukit Soeharto yang digadang jadi ibukota baru RI. (Prokal)

Presiden Joko Widodo saat meninjau kawasan Bukit Soeharto yang digadang jadi ibukota baru RI. (Prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Rencana pemindahan ibu kota mulai konkret. Pemerintah telah memutuskan bahwa lokasi baru pengganti Jakarta itu akan berada di Kalimantan. Namun, lokasi pastinya masih dalam kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan instansi lain.

Presiden Joko Widodo mengatakan, pemilihan Kalimantan sebagai lokasi ibu kota baru sudah diputuskan sejak beberapa waktu lalu. “Kalimantan-nya mana nanti kita sampaikan,” ujarnya di sela-sela kunjungan kerja di Sumatera Utara (30/7/2019).

Kalimantan dipilih setelah Presiden meninjau langsung alternatif lokasi yang disiapkan menjadi ibu kota baru pada awal Mei lalu. Yakni, kawasan Bukit Soeharto yang terletak di antara Kota Balikpapan dan Samarinda, Kalimantan Timur. Lalu, wilayah Bukit Nyuling di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Jokowi mengatakan bahwa dirinya masih menunggu hasil kajian yang dilakukan Bappenas. Dia berharap kajian yang disampaikan sudah komprehensif. Bukan hanya soal desain, namun juga berbagai aspek lain. Misalnya, kebencanaan, ketersediaan air, dampak ekonomi, kondisi demografi, sosial politik, hingga isu strategis pertahanan dan keamanan.

Dia mengaku tidak ingin kajian dilakukan setengah-setengah dan tergesa-gesa. Namun, dia juga berharap kajian tidak terlampau lama. Dia berharap hasilnya bisa diketahui pada Agustus mendatang. “Semuanya harus komplet. Kita tak ingin tergesa-gesa tetapi secepatnya diputuskan,” imbuhnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro mengungkapkan bahwa pihaknya memprediksi, untuk tahap awal, ibu kota baru akan menampung 1,5 juta penduduk. Perhitungan tersebut sudah termasuk perkiraan jumlah PNS pusat, pegawai legislatif, yudikatif, legislatif yang diperkirakan sebanyak 200.000 jiwa. Sementara untuk aparat Polri dan TNI sekitar 25.000 jiwa.

Baca Juga:  Pemerintah Jamin PNS Di Ibu Kota Baru Dapat Fasilitas Rumah Tinggal

Menurut Bambang, untuk membangun ibukota baru yang rencananya akan seluas 40.000 hektar, pemerintah memerlukan dana hingga Rp 466 triliun. “Jadi memang pemindahan ibu kota ini bukan hal yang baru. Rencana ini juga pernah diangkat Presiden Soekarno dan Soeharto. Presiden Jokowi menginginkan ini bukan hanya wacana, tapi kongkrit,” ujar Bambang.

Sementara itu, Wapres Jusuf Kalla menjelaskan, setiap pilihan lokasi ibu kota baru memiliki peluang dan risiko. Pemilihan Pulau Kalimantan sebagai lokasi ibu kota, salah satu faktor utamanya adalah lahan yang luas. ’’Kalau di Jawa mendapat lahan besar kan sudah tidak ada lagi,’’ terang JK di kantor wakil presiden kemarin.

Selain tanah yang luas, posisi Kalimantan berada agak ke tengah Indonesia. Daerah yang posisinya tepat di tengah-tengah Indonesia adalah Kota Mamuju, ibu kota Sulawesi Barat. Provinsi tersebut juga menjadi salah satu kandidat ibu kota baru selain Kalimantan Tengah, Timur, dan Selatan.

JK mengingatkan, ada risiko-risiko yang harus diwaspadai dalam pemindahan ibu kota. ’’Di Kalimantan lahan gambut banyak, bisa terbakar,’’ lanjut tokoh kelahiran Watampone, Sulawesi Selatan, itu. Ditambah lagi, ada banyak lubang galian bekas tambang. Khususnya di Provinsi Kalimantan Timur.

Baca Juga:  Bangun IKN, Keberadaan Bakau Terancam, Banjir Mengintai

Maka, pemilihan ibu kota akan dilakukan dengan sangat hati-hati. Pembangunannya juga akan memakan tempo yang panjang. Karena itulah, sampai saat ini kajian masih terus dilakukan. Belum ada keputusan final di mana persisnya lokasi ibu kota baru. ’’Kalau (sudah) jelas perencanaannya, baru bisa masuk APBN (2020),’’ tambah mantan Menko Kesra itu.

Di lain pihak, Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna berpendapat bahwa penentuan kawasan untuk dijadikan ibukota baru harus mempertimbangkan beberapa aspek. Seperti diketahui pemerintah berwacana untuk membangun kota di kawasan baru, atau tidak menggunakan kota yang sudah eksisting di pulau Kalimantan.

Menurut Yayat, membangun kota di kawasan baru memang memiliki sejumlah keuntungan. Salah satunya adalah pemerintah bisa menyusun ulang tata kota. ”Kita bisa membuat konsep sesuai dengan kebutuhan kita. Jika ingin membuat kota yang berbasis green city, maka konsep jaringan air bersih, jalan, sampah, dan sebagainya dapat dikonsep secara matang sejak awal,” ujar Yayat, saat dihubungi Jawa Pos.

Namun di sisi lain, lanjut Yayat, pemerintah tetap harus mempertimbangkan sejumlah aspek dalam menentukan kawasan baru. Di antaranya adalah, kawasan tersebut tetap tidak boleh terlalu jauh dari kota eksisting yang nantinya berfungsi sebagai kota pendukung. ”Memang fasilitas seperti rumah sakit, restoran, hotel, itu bisa dibangun. Tapi itu butuh waktu. Nantinya jutaan orang menengah ke atas yang pindah ke ibu kota baru tetap butuh fasilitas tersebut,” tambah Yayat.

Baca Juga:  Akhir 2020, Pembangunan IKN Baru Dimulai

Selain itu, demi mengakserasi dengan pesat pertumbuhan ibukota baru, Yayat setuju dengan rencana yang pernah disampaikan Bappenas bahwa pemerintah ingin kawasan baru untuk ibukota dekat dengan akses bandara dan pelabuhan. ”Tentu saja itu sangat penting. Kota sebagai pusat kegiatan harus didukung oleh sistem jaringan pelayanan dan akses transportasi yang strategis,” pungkas Yayat. (far/byu/agf/prokal)

Ibu Kota Negara Baru dalam Angka

Rp 51,1 triliun, estimasi biaya yang perlu dikeluarkan untuk membangun fungsi dan gedung utama di ibu kota baru. Meliputi gedung eksekutif, legislatif, yudikatif, istana negara, dan bangunan strategis lainnya.

Rp 233,7 triliun, perkiraan biaya untuk membangun fungsi pendukung seperti sarana pendidikan, sarana kesehatan, rumah dinas ASN/TNI/Polri, lembaga pemasyarakatan, dan lain-lain.

Rp 173,2 triliun, estimasi biaya yang perlu disiapkan untuk fungsi penunjang seperti sarana prasarana jalan (listrik, jalan, air, telekomunikasi, dan lain-lain) serta ruang terbuka hijau.

Rp 8 triliun, estimasi biaya yang diperlukan untuk kebutuhan pengadaan lahan.

Rp 466 triliun, perkiraan total cost project untuk kebutuhan pemindahan ibukota negara ke tempat baru.

1 juta, Estimasi jumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang harus pindah ke ibu kota negara baru.

Sumber: Bappenas

Print Friendly, PDF & Email
Tags: ibu kota barupindah ibu kota
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Soal Waktu dan Upah Kerja Lembur, Disnaker Minta Perusahaan Patuhi Regulasi

Next Post

Jumlah Siswa Turun, Kesejahteraan Guru Sekolah Swasta Terancam

Related Posts

Desain Final Ibu Kota Ditarget Beres 8 Bulan Lagi
Nasional

Konstruksi IKN Dimulai Tahun Depan

3 Agustus 2020, 13:00
Tambang Batu Bara Ilegal Ditemukan di Ring Satu IKN Baru
Kaltim

Tambang Batu Bara Ilegal Ditemukan di Ring Satu IKN Baru

29 Juni 2020, 09:34
Tiongkok Tawarkan Proyek Infrastruktur di Ibu Kota Baru
Nasional

Tiongkok Tawarkan Proyek Infrastruktur di Ibu Kota Baru

20 Mei 2020, 16:30
Jumlah Penduduk IKN Diprediksi Dua Kali Lipat dari Estimasi
Kaltim

Kaltim Tetap Ibu Kota Negara Baru, Pemindahan Tak Berdampak Perpres Tata Ruang Jakarta

12 Mei 2020, 17:00
Bappenas: Pemindahan Ibu Kota Negara Tetap Lanjut Meski Ada Covid-19
Nasional

Bappenas: Pemindahan Ibu Kota Negara Tetap Lanjut Meski Ada Covid-19

4 Mei 2020, 11:00
Anggaran Tersedot Covid-19, Pemindahan Ibu Kota Diminta Dibatalkan
Nasional

Anggaran Tersedot Covid-19, Pemindahan Ibu Kota Diminta Dibatalkan

19 Maret 2020, 13:00

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.