• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Jambi Membara, Langit Memerah

by M Zulfikar Akbar
23 September 2019, 13:07
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
Langit merah di Jambi akibat karhutla. (tempo)

Langit merah di Jambi akibat karhutla. (tempo)

Share on FacebookShare on Twitter

Meski operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) telah sukses beberapa kali menurunkan hujan, asap belum sepenuhnya bisa dihalau. Indeks standar pencemar udara (ISPU) di enam provinsi karhutla masih masuk dalam kategori berbahaya (lebih dari 300).

Bahkan, di Provinsi Jambi, warga dicemaskan dengan langit yang tiba-tiba berubah menjadi merah seperti menjelang malam. Sebagaimana yang dilaporkan Jambi Ekspres (grup Bontangpost.id), warga di dua desa, yakni Pulau Mentaro dan Mekarsari di Kabupaten Muaro Jambi, menyaksikan langit berubah memerah.

Romi, warga Desa Pulau Mentaro, menuturkan bahwa langit memerah dan cuaca menjadi remang pada Sabtu (21/9/2019) selepas zuhur. ”Cuacanya seperti malam,” kata Romi kepada Jambi Ekspres. Kondisi itu disaksikan warga di Kecamatan Kumpeh Ulu dan Kumpeh Ilir. Romi mengatakan, meski siang, warga harus menghidupkan lampu karena kondisinya gelap. Untuk keluar rumah pun, warga membutuhkan senter.

Berdasar data citra satelit, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, memang ada konsentrasi hot spot yang cukup banyak dan titik api yang cukup besar di sebelah timur Kecamatan Kumpe. Sekitar 18 kilometer di sebelah selatan Taman Nasional Berbak.

Baca Juga:  Sering Karhutla, Bontang Lestari Butuh Pos Pemadam

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Muaro Jambi Muhammad Zakir mengungkapkan, pada Sabtu (21/9/2019) kondisi mulai normal meski kabut asap masih dirasakan cukup pekat. Pemadaman berkali-kali terhenti karena tiupan asap menyerang petugas. ”Bergantung angin. Kalau angin menuju ke kami, kami mundur keluar lahan dulu. Karena mata perih. Nggak kuat,” ujar Zakir kepada Jawa Pos (grup Bontangpost.id) kemarin (22/9/2019).

Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko mengungkapkan, fenomena memerahnya langit di Muaro Jambi memang disebabkan konsentrasi hot spot dan titik api yang cukup rapat. ”Hasil analisis citra satelit Himawari-8 tanggal 21 September di sekitar Muaro Jambi, ada banyak titik panas dan sebaran asap yang sangat tebal,” jelasnya.

Namun, tak semua ketebalan asap memicu warna merah. Hary menjelaskan, fenomena itu dikenal dengan nama hamburan mi atau mie scattering. Pemicunya adalah kebakaran yang sangat besar, konsentrasi asap yang rapat, dan kecepatan angin yang tinggi.

Mie scattering terjadi jika diameter aerosol dari polutan di atmosfer sama dengan panjang gelombang radiasi matahari. Hary mengungkapkan, pada 2015 di Palangka Raya dirinya beberapa kali melihat langit berwarna oranye akibat kebakaran hutan dan lahan. Artinya, ukuran aerosol lebih kecil daripada kasus di Jambi. ”Tentunya butuh aerosol yang berkonsentrasi tinggi dan luas untuk dapat membuat langit berwarna merah,” jelas Hary.

Baca Juga:  3,7 Hektare Lahan di Belakang RSUD Taman Husada Bontang Terbakar

Fenomena langit yang memerah juga ramai di media sosial. ”Jambi lagi viral ya. Sampai separah itu. Dari pantauan tim hingga sore, memang masih sangat kering kondisinya,” ucap Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT Tri Handoko Seto kepada Jawa Pos kemarin. Seto meminta tim BBTMC BPPT dari Pekanbaru untuk melaksanakan operasi TMC di Jambi. Karena asap yang sangat pekat, tim akan melakukan penyemaian dua kali. Pagi untuk menabur kapur tohor (CaO) dan sore menyemai awan dengan menggunakan NaCl.

Kapur tohor, lanjut dia, bertujuan mengurai kepekatan asap sehingga memudahkan pertumbuhan awan potensial di daerah Jambi dan sekitarnya. ”Karena asap tersebut mengganggu pertumbuhan awan,” terangnya. Setelah awan potensial terpantau, tim menyemai dengan menggunakan NaCl untuk memodifikasi cuaca agar turun hujan.

Baca Juga:  Udara Bontang Jumat Pagi Masih Tak Sehat, ISPU Capai 152

Meski begitu, rencana bisa berubah. Bergantung kondisi pagi ini. Kepala BPPT Hammam Riza menuturkan, jika pagi hingga siang terpantau kepekatan asap turun dan muncul awan potensial, penyemaian bisa langsung dilakukan. ”Kami lihat, kalau awan itu memiliki potensi kelembapan relatif di atas 70 persen, bisa langsung semai saja. Untuk penghitungan, kami berkoordinasi dengan BMKG,” bebernya. BPPT juga akan mengaktifkan posko di Palembang untuk operasi di daerah Jambi bagian selatan.

Deputi Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam (TPSA BPPT) Yudi Anantasena menyatakan, berdasar prediksi BMKG, potensi awan di wilayah Jambi mulai membaik. Khususnya di bagian utara. ”Nah, potensi awan itu akan kami optimalkan dengan TMC. Sebab, kita butuh hujan dengan intensitas sangat tinggi untuk mengatasi asap karhutla,” ujar Yudi.

Koordinator Lapangan BBTMC BPPT Posko TMC Pekanbaru Samba Wirahma mengatakan, timnya akan melakukan penyemaian di Jambi dengan menggunakan Hercules C-130 dari Pekanbaru. ”Pesawat tersebut memiliki jangkauan dan mampu menempuh waktu terbang cukup lama,” jelasnya.(jpc)

Tags: jambiKarhutla
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Disdikbud Godok Perubahan Sistem Pemberian Seragam

Next Post

Seribu Mahasiswa Geruduk DPRD Kaltim, Serukan Presiden Keluarkan Perppu Terkait UU KPK

Related Posts

Polda Kaltim Ungkap 37 Kasus Karhutla, 33 Orang Jadi Tersangka
Kaltim

Polda Kaltim Ungkap 37 Kasus Karhutla, 33 Orang Jadi Tersangka

29 Oktober 2026, 19:14
Kebakaran Berulang di Bontang Lestari, Petugas Waspadai Titik Api Susulan
Bontang

Kebakaran Berulang di Bontang Lestari, Petugas Waspadai Titik Api Susulan

28 Oktober 2026, 15:08
Langit Oranye Selimuti Palangka Raya, Warga Bertaruh Nyawa di Tengah Asap Berbahaya
Nasional

Langit Oranye Selimuti Palangka Raya, Warga Bertaruh Nyawa di Tengah Asap Berbahaya

28 Oktober 2026, 14:52
Dampak Kabut Asap, Kasus ISPA di Balikpapan Capai 91 Ribu
Kaltim

Dampak Kabut Asap, Kasus ISPA di Balikpapan Capai 91 Ribu

24 Oktober 2026, 10:10
Titik Panas di Berau Sudah Tembus 700, Terbanyak di Kaltim
Nasional

Karhutla Belum Jadi Bencana Nasional, Menko Polkam: Indonesia Masih Sanggup

20 Oktober 2026, 08:39
Kabut Asap Karhutla Indonesia Sampai Singapura, Ini Daftar 7 Perusahaan yang Disorot NEA
Nasional

Kabut Asap Karhutla Indonesia Sampai Singapura, Ini Daftar 7 Perusahaan yang Disorot NEA

19 Oktober 2026, 15:14

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Medis Tak Catat Persalinan, Polisi Dalami Kabar Jasad Bayi di Bontang Ditukar Bantal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.