• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Internasional

Balas PBB, Israel Hentikan Pendanaan

by M Zulfikar Akbar
26 Desember 2016, 07:00
in Internasional
Reading Time: 2 mins read
0
Benyamin Netanyahu. IST

Benyamin Netanyahu. IST

Share on FacebookShare on Twitter

Panggil 14 Dubes yang Negaranya Setuju Resolusi

JERUSALEM – Resolusi penghentian aktivitas pembangunan permukiman di wilayah pendudukan Palestina yang disepakati PBB pada Jumat (23/12) benar-benar membuat Israel berang. Pada Sabtu (24/12), Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa dirinya akan meninjau kembali hubungan antara Israel dan PBB. Termasuk menghentikan pendanaan yang selama ini dikucurkan untuk beberapa badan PBB.

”Saya telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri mengevaluasi kembali semua hubungan kami dengan PBB dalam kurun waktu sebulan mendatang. Termasuk pendanaan Israel di institusi PBB dan kehadiran perwakilan PBB di Israel,” tegas Netanyahu.

PM yang akrab dengan sebutan Bibi tersebut telah menyarankan agar bantuan untuk lima institusi PBB sebesar 30 juta shekel (Rp 105,5 miliar) dihentikan dulu. Netanyahu tidak menjelaskan dengan terperinci lembaga PBB mana saja yang tidak akan dibantu Israel. Dia hanya menyatakan bahwa kelimanya adalah lembaga yang paling memusuhi Israel.

Baca Juga:  Sebulan, Tentara Israel Bunuh 4.237 Anak Palestina

Bahkan, penghentian aliran dana terhadap lima lembaga itu dipastikan hanya langkah awal. Netanyahu berjanji ada lebih banyak lembaga PBB yang tidak lagi diguyur bantuan oleh Israel. Israel juga menarik duta besar (Dubes) mereka dari Senegal dan Selandia Baru.

Sebagaimana diketahui, resolusi yang mengecam pembangunan permukiman Israel di wilayah Tepi Barat dan Jerusalem Timur tersebut diajukan Selandia Baru, Malaysia, Venezuela, dan Senegal. Itu pula yang menjadi alasan Israel untuk menghentikan bantuan ke Senegal. Rencana kunjungan Kementerian Luar Negeri Senegal ke Israel beberapa minggu mendatang juga dibatalkan.

Sementara itu, Israel tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Malaysia sehingga tidak bisa menjatuhkan sanksi apa pun. Hubungan dengan Venezuela putus sejak 2009.

Baca Juga:  Dunia Mengecam, AS Tetap Mengakui Dataran Tinggi Golan

Kemarin (25/12) Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman juga memerintah pihak keamanan Israel agar semua kerja sama mengenai masalah sipil dengan warga Palestina dihentikan dulu. Pemerintah Israel juga memanggil 14 Dubes negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB yang menyetujui resolusi penghentian pembangunan permukiman Isreal di Palestina tersebut.

Di pihak lain, Israel malah tidak memanggil Dubes Amerika Serikat (AS). Padahal, bisa dibilang resolusi itu bisa lolos atas persetujuan AS. Paman Sam yang biasanya selalu memveto semua hal yang merugikan Israel kini tidak lagi melakukannya.

Israel berang dengan keputusan AS tersebut. Dalam rapat kabinet mingguan kemarin, Netanyahu menduga Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Presiden AS Barack Obama adalah dalang dari lahirnya resolusi tersebut. ”Kami yakin, pemerintahan Obama yang memulai resolusi itu, berdiri di baliknya, mengoordinasikan rancangannya, dan menginginkan resolusi tersebut lolos,” ujar Netanyahu.

Baca Juga:  MUI; Haram Mendukung Agresi Israel

Saat ini resolusi itu memang hanya menginginkan Israel menghentikan seluruh aktivitas pembangunan permukiman di wilayah pendudukan Palestina. Baik itu di Tepi Barat maupun Jerusalem Timur. Tidak ada sanksi dalam resolusi tersebut. Dalam resolusi DK PBB itu disebutkan bahwa pembangunan oleh Israel tidak memiliki dasar hukum.

Namun, pemerintah Israel waswas jika resolusi tersebut bisa melebar ke kemungkinan membawa kasus pendudukan itu ke Mahkamah Kriminal Internasional (ICC). Israel juga khawatir resolusi tersebut bisa menginspirasi negara-negara di dunia untuk memberikan sanksi terhadap penduduk Israel di Tepi Barat dan Jerusalem Timur serta produk-produk yang diproduksi di dua wilayah pendudukan itu. (Reuters/AFP/Jerusalem Post/sha/c14/fat/JPG)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: israelpalestinapbb
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Waspada!! Beredar Gas Elpiji Palsu

Next Post

Akuntan Besar yang Sering Tolak Fee Besar

Related Posts

Target Pajak Rp62 Miliar, PBB Bontang Baru Tercapai 3 Persen
Bontang

Target Pajak Rp62 Miliar, PBB Bontang Baru Tercapai 3 Persen

17 April 2026, 13:10
Stimulus dan SPPT Efektif, PBB Bontang Tembus Rp60 Miliar
Bontang

Stimulus dan SPPT Efektif, PBB Bontang Tembus Rp60 Miliar

7 Oktober 2025, 08:42
Dibanding Naikan Tarif PBB, Pemkot Balikpapan Mestinya Optimalkan Perusda dan Aset untuk Dongkrak PAD
Kaltim

Dibanding Naikan Tarif PBB, Pemkot Balikpapan Mestinya Optimalkan Perusda dan Aset untuk Dongkrak PAD

23 Agustus 2025, 18:40
Tunggakan PBB-P2 Bontang Capai Rp55,2 Miliar, Bontang Lestari Paling Besar
Bontang

Tunggakan PBB-P2 Bontang Capai Rp55,2 Miliar, Bontang Lestari Paling Besar

19 Agustus 2025, 14:14
Israel dan Hamas Sepakat Gencatan Senjata di Gaza setelah 15 Bulan Perang
Internasional

Israel dan Hamas Sepakat Gencatan Senjata di Gaza setelah 15 Bulan Perang

16 Januari 2025, 14:46
Target PBB di APBD Perubahan Bontang Merosot, Hanya 40 Persen Wajib Pajak Patuh
Bontang

Target PBB di APBD Perubahan Bontang Merosot, Hanya 40 Persen Wajib Pajak Patuh

13 Agustus 2024, 10:00

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.