• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Siswa Bebas Pilih Mapel Unas

by M Zulfikar Akbar
26 Desember 2016, 07:00
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Kemendikbud Dinilai Melakukan Blunder

JAKARTA – Kemendikbud melakukan perubahan signifikan dalam pelaksanaan Ujian Unas (Unas) 2017 jenjang SMA. Yakni memberi kebebasan siswa untuk memilih mata pelajaran yang diujikan. Kebijakan ini dinilai sebuah blunder Kemendikbud.

Pada unas tahun-tahun sebelumnya, siswa SMA menghadapi enam mata pelajaran yang ditetapkan Kemendikbud. Mata pelajaran utama yang diujikan adalah bahasa Indonesia, matematika, dan bahasa Inggris. Tiga mata pelajaran lainnya sesuai dengan penjurusan masing-masing.

Siswa penjurusan IPA menggarap kimia, biologi, dan fisika. Anak IPS mengerjakan geografi, sosiologi, dan ekonomi. Kemudian murid jurusan bahasa menghadapi bahasa dan sastra Indonesia, antropologi, dan bahasa asing.

Nah perubahan radikal dalam Unas 2017 nanti adalah, mata pelajaran yang diujikan dikepras dari enam menjadi empat. Tiga mata pelajaran utama (bahasa Indonesia, matematika, dan bahasa Inggris) tetap diujikan. Sisanya siswa boleh memilih salah satu dari tiga mata pelajaran sesuai jurusan masing-masing.

Baca Juga:  Puncak Arus Libur Natal dan Tahun Baru Diprediksi Besok 

Misalnya anak program IPA memilih mata pelajaran biologi untuk unas. Maka anak yang memilih biologi ini, tidak mengejakan fisika dan kimia saat unas. Contohnya anak program IPS memilih mata pelajaran geografi, maka tidak mengerjakan sosiologi dan ekonomi ketika unas.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam mengatakan, alasan menerapkan aturan pilihan itu untuk rasa keadilan. ’’Siswa silahkan memilih mata pelajaran sesuai yang disukai,’’ katanya kemarin. Mulai saat ini siswa sudah bisa mendaftar ke sekolah masing-masing untuk memilih mata pelajaran apa yang dinginkan.

Nizam tidak mempermasalahkan ketika semua siswa di sekolah hanya memilih pelajaran yang dianggap ringan. Misalnya semua anak IPA di sekolah A kompak memilih biologi semuanya. Sebab biologi relatif lebih gampang karena tidak ada hitung-hitungannya.

Baca Juga:  Kelulusan SD Hingga SMA Diumumkan Online, Catat Jadwalnya

Guru besar bidang anak berbakat Rochmat Wahab mengatakan, kebijakan Kemendikbud itu sebuah blunder. Dia mengatakan unas harus mengukur kemampuan anak sesuai penjurusan secara utuh. ’’Anak IPA ya diuji semua mata pelajarannya. Begitupula anak IPS maupun anak jurusan bahasa. Harus komplit,’’ kata dia.

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu mencontohkan, ketika ada anak IPA memilih ujian biologi, kemudian nilai totalnya bagus, tidak bisa dinyatakan anak itu bagus. Sebab belum tentu nilai kimia dan fisikanya sebagus biologi. Dia menegaskan evaluasi siswa sesuai penjurusannya itu harus satu kesatuan secara utuh.

Rochmat menilai Kemendikbud saat ini tidak memilih arah dalam penyelenggaraan unas. Kemendikbud cenderung mengakomodir masukan dari kanan-kiri lantas mengabaikan kepentingan siswa. Dia sama sekali tidak sepakat jika hanya satu mata pelajaran sesuai penjurusan yang diujiakan di unas.

Baca Juga:  Perjuangan Guru Sekolah Pesisir Kota Bontang di Hari Pendidikan Nasional

Menurutnya ketika usulan moratorium unas ditolak, Kemendikbud menjalankan unas yang sudah ada selama ini. Tidak perlu mengotak-atik formatnya. Sebab format unas sudah cukup baik. Perbaikan tinggal upaya teknis menekan kecurangan dan sejenisnya. (wan/JPG)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: nasionalpendidikansmaUNunas
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Teror Natal, Polisi-Teroris Duel di Tengah Waduk, 2 Tewas

Next Post

Indonesia Minta Jepang Bangun Smelter

Related Posts

Viral Pelajar di NTT Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Ini yang Dilakukan Kemendikbud
Nasional

Viral Pelajar di NTT Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Ini yang Dilakukan Kemendikbud

1 Maret 2023, 10:35
Berpotensi Jadi Temuan BPK, Tahun Ini Foto Ijazah Tak Lagi Dibebankan ke Sekolah
Bontang

Berpotensi Jadi Temuan BPK, Tahun Ini Foto Ijazah Tak Lagi Dibebankan ke Sekolah

25 Februari 2023, 21:13
Nadiem Ubah Pola Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri
Pendidikan

Nadiem Ubah Pola Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri

8 September 2022, 10:07
Belum Dapat Izin Satgas Covid-19 Provinsi, SMA di Bontang Tak Bisa Gelar PTM
Bontang

SMA Inisiatif PTM 50 Persen, Gunakan Skema Hybrid

11 Februari 2022, 11:00
Hetifah Tekankan Tak Boleh Ada yang Berhenti Kuliah Karena Pandemi
Kaltim

Hetifah Tekankan Tak Boleh Ada yang Berhenti Kuliah Karena Pandemi

31 Juli 2021, 21:36
UN dan Ujian Kesetaraan di Bontang Ditiadakan, Diganti Ujian Lokal Tingkat Kota
Bontang

UN dan Ujian Kesetaraan di Bontang Ditiadakan, Diganti Ujian Lokal Tingkat Kota

6 Februari 2021, 13:00

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.