• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam

Kenali Gejala Nyeri Lutut Akibat Pengapuran dan Cara Menyembuhkannya

by M Zulfikar Akbar
18 Desember 2019, 16:00
in Ragam
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi osteoartritis (Istimewa)

Ilustrasi osteoartritis (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Nyeri lutut umumnya diderita oleh lansia. Namun gaya hidup yang kurang gerak saat ini membuat siapa saja bisa mengalami nyeri lutut. Meski dapat sembuh dengan sendirinya, banyak kasus nyeri lutut yang menetap dan jika tidak diobati dengan segera dapat menghambat aktivitas penderitanya.

Selain nyeri yang mengganggu, penderita umumnya juga mengalami sejumlah gejala lain seperti bengkak, kemerahan, dan kaku atau sulit untuk digerakkan. Salah satu penyakit nyeri lutut adalah pengapuran atau Osteoartritis (OA). Penyakit ini sering menyerang lutut melebihi penyakit-penyakit pada persendian yang menyertai populasi usia lanjut dan pada obesitas. Sebagian tata laksana pengobatannya adalah dengan operasi lutut.

“Penderita nyeri lutut ini menolak untuk dilakukannya operasi namun masih ingin terbebas dari rasa nyeri. Untuk nyeri yang diakibatkan osteoartritis, hampir semua orang akan mengalami karena terjadi seiring proses penuaan,” kata Dokter spesialis rehabilitasi medik dari Klinik Patella, dr. Ibrahim Agung, SpKFR, kepada wartawan baru-baru ini.

Baca Juga:  Tingkatkan Fasilitas dan Kualitas Pelayanan Kesehatan

Penyebab nyeri lutut antara lain cedera, masalah mekanis, radang sendi, dan lainnya. Selain cedera pada salah satu ligamennya (anterior cruciate ligament/ACL), ada juga cedera akibat
ada masalah pada komponen penyangga lutut seperti tendon, tulang rawan, dan kantong cairan sendi (bursa).

Nyeri lutut ini juga bisa disebabkan bursitis yaitu peradangan atau pembengkakan bursa. Kemudian bila ada gangguan mekanis, misalnya iliotibial band syndrome (ITBS), sering dialami oleh para pelari.

Pengobatan Nyeri Lutut

Menurut Ibrahim, penanganan nyeri lutut ini dapat dilakukan dengan beberapa metode, yang salah satunya adalah injeksi dengan Platelet-Rich Plasma (PRP) yang memiliki prinsip kerja regenerasi. Prinsip regenerasi ini dapat dikatakan dapat ‘memudakan’ kembali sendi yang sudah menua.

Baca Juga:  Demi Dokter Spesialis, Pemkab Sanggupi Beri Insentif Rp 10 Juta

Terapi PRP telah meluas selama beberapa dekade terakhir dan penerapannya tidak dibatasi pada kasus cedera muskuloskeletal akibat olahraga saja namun juga pada kasus degeneratif tulang rawan dan sendi seperti OA. Terapi PRP dilakukan dengan mengambil darah pasien sebanyak kira-kira 8-10 cc lalu diproses dengan sentrifugasi untuk diambil komponen plasma (platelet) yang nantinya akan disuntikkan ke sendi lutut.

“PRP mengandung faktor pertumbuhan (growth factor) dan protein lain yang dapat merangsang terjadinya proses perbaikan (regenerasi) jaringan, sehingga dapat membantu penyembuhan/perbaikan jaringan yang rusak secara alamiah,” jelas Ibrahim.

PRP diberikan sebanyak tiga kali (satu kali per bulan) dan dilakukan evaluasi dalam waktu 6 bulan dan 12 bulan. Pasca-PRP juga perlu dipertimbangkan beberapa hal, antara lain pemakaian brace (bila perlu), dan melakukan latihan penguatan otot sesuai dengan rekomendasi dokter. Latihan ini juga dapat membantu memperbaiki kekuatan otot dan membantu memperlambat proses degenerasi sendi lebih lanjut.

Baca Juga:  Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar

Selain itu, PRP juga bermanfaat terhadap nyeri lutut yang diakibatkan oleh cedera yang diakibatkan oleh over-stretch, partial tear bahkan dalam kondisi complete rupture. Namun dalam kasus ini, PRP dikombinasikan dengan fisioterapi.

“Teknologi PRP atau teknologi regeneratif ini merupakan metode terbaru sebagai solusi
penuaan sendi dan kerusakan sendi,” ungkapnya.

Manfaat PRP ini cukup beragam, antara lain membantu memperlambat/memperbaiki proses kerusakan jaringan tulang rawan (kartilago), membantu memperlambat perburukan OA, meningkatkan produksi cairan lubrikasi alami sendi, dan menstimulasi pembentukan jaringan tulang rawan yang baru. Menurut National Institute for Clinical Excellence (NICE), injeksi PRP untuk membantu mengatasi nyeri lutut akibat OA dapat dikatakan minim risiko, namun masih memerlukan riset lebih lanjut. (jpc)

Tags: kesehatannyeri lututpengapuran lutut
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

KPK Kantongi Nama Kepala Daerah yang Simpan Uang di Kasino Luar Negeri

Next Post

Jelang Natal, Gereja Dijaga Ketat

Related Posts

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam
Kesehatan

9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam

14 Juli 2024, 11:51
Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita
Kesehatan

Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita

9 April 2024, 11:06
Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar
Bontang

Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar

24 Maret 2023, 13:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.