BONTANG – Dalam mencegah radikalisme dan intoleransi, Polres Bontang menggelar sosialisasi dengan mendatangi SMK Negeri II Bontang, Rabu (22/2) lalu. Hal ini dilakukan guna menjaga dan memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Bontang.
Narasumber kegiatan penyuluhan dalam rangka Operasi Bina Waspada ini, langsung diberikan Kasat Binmas Polres Bontang, AKP Supriyanto. Dia menyampaikan, himbauan kamtibmas tentang kewaspadaan masyarakat terhadap paham radikal, intoleransi, dan gerakan yang mengarah kepada anti pancasila.
Kapolres Bontang AKBP, Andy Ervyn melalui melalui Kasat Binmas AKP Supriyanto mengatakan, kegiatan sosialisasi paham radikal, intoleransi, dan gerakan anti pancasila ini perlu disampaikan kepada masyarakat, utamanya kepada para pelajar, agar tidak terjerumus pada ajaran-ajaran yang menyesatkan. Sebab sering terdengar dan melihat, baik langsung maupun melalui media. Pelaku teror atau yang biasa disebut penganten paling banyak merekrut para pemuda.
“Ajaran radikal sangat menyesatkan dan dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa, serta memunculkan kebencian baik terhadap pemerintah Indonesia,” jelasnya.
Supriyanto menuturkan, kegiatan ini rutin dilakukan baik terhadap Organisasi Masyarakat (Ormas), kelompok, komunitas, masyarakat bahkan para pelajar baik dalam bentuk kelompok ataupun perorangan. Hal ini dilakukan guna menumbuhkan daya cegah dan daya tangkal masyarakat sejak dini, terhadap berbagai ancaman dan gangguan di lingkungannya. Ia pun berharap masyarakat mewaspadai ajaran mereka, yang menganggap paham mereka lah yang paling benar, terus ajaran kelompok lain dianggap bid’ah, menyesatkan dan kafir. Bahkan mereka cenderung berprilaku kasar dan anarkis serta tidak mau menerima pendapat orang lain termasuk nasehat orang tua.
“Diharapkan semua bisa menjaga keamanan dan ketertiban dengan menolak paham tersebut, agar bisa terhindar dari ajaran tersebut , tutupnya. (ver)







