• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam

Hari Kanker Sedunia, Ini 6 Penyakit Mematikan di Indonesia

by M Zulfikar Akbar
4 Februari 2020, 11:30
in Ragam
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi. (suara.com)

Ilustrasi. (suara.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Hari ini , Selasa (4/2/2020), seluruh warga global memperingati Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day. Dikutip dari situs Union for International Cancer Control (UICC), tema tahun ini adalah I Am and I Will, sama seperti 2019 dan pada 2021.

Tema tersebut dipilih untuk mengingatkan individu komitmen meningkatkan kesadaran dan melawan kanker. Sejarah Hari Kanker Sedunia dibuat tahun 2000 dan telah tumbuh menjadi gerakan positif. Gerakan ini menyatukan semua orang dengan berbagai keahlian untuk memerangi kanker.

Hari Kanker Sedunia tentunya tidak hanya menginspirasi individu, tapi juga pemerintah untuk menyediakan layanan kesehatan terkait kanker. Hasil akhirnya adalah kemajuan riset dan teknologi pengobatan kanker, usaha pencegahan, akses pengobatan dan layanan paliatif yang sama untuk semua orang.

Momen Hari Kanker Sedunia biasa diperingati dengan aktivitas yang mengingatkan peran tiap individu terkait kanker. UICC sendiri hingga saat ini telah mengumpulkan kesepakatan dari 500 ribu negara soal penanganan kanker dalam 9 deklarasi. Deklarasi ini menekankan niat pemerintah melawan kanker, yang bisa menjadi alat pengambil kebijakan mulai dari tingkat dunia hingga masyarakat umum.

Baca Juga:  Ciri-ciri Alergi Udang dan Cara Menghindari Kambuh

Kanker hingga sekarang menjadi salah satu penyakit mematikan yang telah membunuh 9,6 juta orang. Jumlah tersebut bisa menjadi 13,2 juta orang per tahun pada 2030. Pengetahuan, kesadaran, dan kemauan melawan kanker bisa menurunkan jumlah tersebut sekitar sepertiga atau sekitar 4,4 juta orang.

Di Indonesia, kanker juga menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kematian terbanyak. Pasien umumnya datang dalam kondisi stadium lanjut yang memperkecil peluang sembuh. Mengutip berbagai sumber, berikut 6 kanker paling mematikan di Indonesia,

1. Kanker paru

Sebagian pasien kanker paru baru mengetahui kondisinya saat sudah stadium lanjut yaitu III dan IV. Pada stadium ini sel kanker mulai menyebar ke seluruh tubuh sehingga sulit dihilangkan. Pada beberapa kasus, kanker paru mengenai perokok aktif dan pasif akibat menghirup asap rokok.

Baca Juga:  60 Penduduk Tihi-Tihi Ikuti Tes IVA dan Sadanis 

2. Kanker payudara

Penyakit ini lebih banyak terjadi pada perempuan meski laki-laki punya risiko yang sama. Indonesia memerangi penyakit ini dengan usaha pencegahan SADARI atau periksa payudara sendiri. Bila ada benjolan, perempuan disarankan segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan secepatnya.

3. Kanker usus besar

Gaya hidup menjadi faktor risiko terbesar penyakit kanker usus besar yang terdiri atas pola makan, obesitas, kurang aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol. Untuk mencegah kanker usus disarankan mengurangi alkohol, konsumsi daging olahan, dan makan daging merah secukupnya.

4. Kanker prostat

Kanker ini khas terjadi pada laki-laki yang berusia lanjut atau lebih dari 65 tahun. Penyakit ini umumnya tidak menunjukkan gejala dan diam di satu tempat. Namun jika sudah metastase, penyebarannya ke organ lain sangat cepat hingga sulit sembuh. Kanker prostat mengakibatkan pasien susah buang air kecil, sakit pinggul, dan punggung.

Baca Juga:  Gejala Gegar Otak Setelah Cedera

5. Kanker serviks

Selain kanker payudara, kanker serviks yang menyerang leher rahim menjadi yang paling sering menyerang perempuan. Penyakit akibat Human Pappiloma Virus (HPV) bisa dicegah serta pemeriksaan Pap Smear atau Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA).

6. Kanker hati

Penyakit bisa diakibatkan sejarah keluarga, penyalahgunaan alkohol, infeksi kronis Hepatitis B dan C, pengerasan atau sirosis, serta hemokromatosis akibat banyaknya zat besi dalam hati. Sebab lain adalah perlemakan hati (fatty liver) atau liver obesitas. Pasien umumnya tidak merasakan gejala hingga kanker mencapai tahap lanjut.

Melalui Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day semoga kian mengingatkan individu untuk berkomitmen meningkatkan kesadaran dan melawan kanker. (detik)

Source: Detik
Tags: hari kanker seduniakankerkesehatan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Mati Mesin Di Selat Sunda, Seratusan Penumpang Kapal Feri Dievakuasi

Next Post

Mahasiswi Tingkat Akhir Beli Ganja 2,5 Kg dari Medan

Related Posts

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam
Kesehatan

9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam

14 Juli 2024, 11:51
Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita
Kesehatan

Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita

9 April 2024, 11:06
Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar
Bontang

Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar

24 Maret 2023, 13:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.