BONTANG – Warga Bontang tak perlu khawatir menyimpan sampah saat lebaran. Sebab, petugas kebersihan akan tetap bekerja mengangkut sampah di Hari Raya Idulfitri nanti. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang, Taufan Yuniar.
Ia menerangkan, petugas kebersihan akan tetap melakukan pengangkutan sampah ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Hanya saja, ada perubahan jam pengangkutan. Sebelumnya, pengangkutan yang biasa dilakukan pada pukul 07.00 Wita, diundur menjadi pukul 09.00 Wita. Hal ini dilakukan agar petugas dapat bersilaturahmi terlebih dulu dengan keluarga. Sementara pada dini hari, yang biasa dilakukan pada 03.00 Wita, dimajukan pukul 01.00 Wita.
“Aagar ketika subuh, pengangkutan telah selesai. Ini dilakukan agar petugas yang beragama islam dapat merayakan hari besar keagamaannya,” ujar Taufan.
Dijelaskanya, untuk malam hari ada dua kali pengangkutan. Yakni awal pukul 19.00 Wita yang dinamakan gelandang. Dengan menggunakan 3 truk, tersebar di wilayah utara, selatan dan barat. Kemudian pukul 03.00 Wita dini har,i 8 unit truk dioperasionalkan.
Warga diminta untuk membuang sampah seperti biasanya. Jika malam hari sebelum pukul 01.00 Wita, sedangkan pagi sebelum pukul 09.00 Wita. Dengan demikian, warga tidak perlu menahan sampah selama dua hari di rumah seperti yang dilakukan daerah lain. Mengingat jika hal itu dilakukan, katanya, akan mempersulit petugas, karena sampah akan menumpuk lebih banyak sehingga menyusahkan petugas sendiri.
“Teman-teman dari petugas meminta, kalau perlu tidak usah istirahat, karena mereka berpikir kalau sampah menumpuk hingga H +2, mereka juga yang akan kesulitan,” katanya.
Tidak hanya petugas pengangkut, DLH juga menurunkan petugas penyapu jalanan. Petugas ini beragama non-muslim yang setiap tahunnya selalu turun untuk membersihkan jalanan agar Bontang tetap bersih.
“Mereka tetap stand by setiap tahun seperti itu, walaupun tahun ini tidak ada yang melaksanakan salat di masjid,” ucapnya.
DLH akan memberikan insentif kepada petugas yang akan turun saat idulfitri ini. Yakni kepada sekira 90 orang petugas, terdiri dari petugas pengangkut dan penyapu jalanan.
“Diberikan insentif di luar gaji hariannya, besarannya sekitar Rp 100-150 ribu khusus hari itu saja, setelah itu normal,” katanya.
Diperkirakan, volume sampah akan meningkat dari malam lebaran sampai H +2 lebaran. Karena warga memproduksi makanan untuk disantap.
“Kami berharap warga dapat memilah dan membatasi sampahnya,” pintanya. (*)







