• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Kasus Tinggi, IDAI Sebut Penangan Corona pada Anak Terlambat

by Redaksi Bontang Post
24 Mei 2020, 20:00
in Nasional
Reading Time: 1 min read
0
Ilustrasi penanganan kasus corona. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Ilustrasi penanganan kasus corona. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Aman Bhakti Pulungan mengatakan penanganan virus corona (Covid-19) pada anak terlambat sehingga menyebabkan angka penularan tergolong tinggi.

“Kami bisa mengatakan ada keterlambatan (penanganan). Jika ada deteksi dini sebanyak mungkin angka PDP dan konfirmasi positif pada anak tidak setinggi ini,” ujarnya dikutip dari CNNIndonesia.com, Minggu (24/5).

Aman menyebut jumlah anak di Indonesia mencapai 90 juta anak. Namun, tes terkait virus corona terhadap anak masih ratusan ribu. Menurutnya, perlu dilakukan tes terkait virus corona yang masif kepada anak.

“Per tahun rata-rata ada 5 juta kelahiran, sekarang anak di Indonesia 90 juta, tes kita baru berapa? masih ratusan ribu, semestinya tes pada anak-anak ditingkatkan,” katanya.

Baca Juga:  Tes Cepat Sasar Warga di Perumahan BTN PKT, Tak Ada Penularan di Tempat Ibadah

Akan tetapi, Aman mengingatkan tidak mudah melakukan tes dengan metode PCR pada anak, terutama pada proses pengambilan spesimen dahak yang membuat anak tidak nyaman.

Meski demikian, pengujian dengan metode PCR dinilai harus ditingkatkan. Selain itu, penelusuran kontak pada anak mesti lebih masif mengingat mobilitas anak yang tinggi saat bermain di luar rumah.

Menurutnya, tindakan tersebut juga bisa dinilai sebagai upaya mewujudkan wilayah bebas Covid-19, sehingga aktivitas posyandu yang sempat terhenti bisa kembali dimulai.

“Imunisasi harus tetap berjalan, untuk membuka posyandu perlu clearing area, untuk itu tes PCR dan tracing pada anak perlu lebih masif,” ujarnya.

Berdasarkan data IDAI, per 18 Mei, kasus anak positif Covid-19 mencapai 584 orang. Kemudian terdapat 3.324 anak dengan status pasien dalam pengawasan (PDP).

Baca Juga:  436 Ribu Reagent Sudah Tiba, Uji Massal Covid-19 Siap Digenjot

Dari jumlah itu, 14 anak positif virus corona dan 129 anak PDP meninggal dunia.

Sementara, merujuk data dari laman resmi Gugus Tugas Covid-19, sampai kemarin, Sabtu (23/5), jumlah kasus positif pada kelompok usia 0-5 tahun sebanyak 435 orang. Sementara kasus positif pada kelompok usia 6-17 sebanyak 1.196 orang. (mel/fra/cnn)

Print Friendly, PDF & Email
Source: CNN
Tags: coronacorona anakdokter anak
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Terjadi Lagi, Warga Samarinda Lebaran bersama Banjir

Next Post

15 Ribu Jiwa Terdampak Banjir saat Lebaran

Related Posts

Pilkada Serentak, APD Dibolehkan Jadi Alat Kampanye
Nasional

Epidemiolog UI Sebut Cara Pakai Masker Pemimpin yang Tidak Benar

30 Agustus 2020, 14:30
Kasus Positif Kembali Bertambah, BTG-12 Terpapar Covid-19 Usai dari Sulawesi Barat
Bontang

Bontang Tambah Satu Kasus Non-Klaster Covid-19

28 Agustus 2020, 20:17
Antigen Kandidat Vaksin Covid-19 Indonesia Selesai Oktober
Nasional

Pemerintah Wacanakan 2 Tipe Vaksin Covid, Berbayar dan Gratis

28 Agustus 2020, 18:00
Tak Perlu Masker Bedah atau N95, Warga Cukup Pakai Masker Kain
Bontang

Perwali Protokol Kesehatan Terbit, Mulai Teguran sampai Penahanan

28 Agustus 2020, 14:00
Bontang Transmisi Lokal, Anjungan Ujung Bontang Kuala Tidak Ditutup
Bontang

Bontang Transmisi Lokal, Anjungan Ujung Bontang Kuala Tidak Ditutup

28 Agustus 2020, 12:14
Bontang

Lagi, Satu Pasien Covid-19 Meninggal, Bontang Tambah 2 Kasus Baru

27 Agustus 2020, 17:50

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sektor Tambang Tertekan, PHK di Kaltim Berpotensi Tembus 1.500 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.