• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Terjadi Lagi, Warga Samarinda Lebaran bersama Banjir

by Redaksi Bontang Post
24 Mei 2020, 18:50
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Perum Griya Mukti, Samarinda Utara terendam banjir. (selasar)

Perum Griya Mukti, Samarinda Utara terendam banjir. (selasar)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA– Hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama dua kali. Pepatah itu ditujukan bagi mereka yang tak belajar dari pengalaman. Pemerintah Kota (Pemkot) memang bukan keledai, namun seringkali tidak mengambil pelajaran dari pengalaman. Tahun lalu sebagian warga Kota Tepian kebanjiran saat merayakan lebaran. Pada lebaran tahun ini, mereka kembali berlebaran bersama banjir.

Selain beragam ucapan selamat Idulfitri, linimasa media sosial warga Samarinda diramaikan foto-foto dan video banjir yang melanda beberapa kawasan. Seperti di Sempaja, Jalan Pemuda, Jalan S Parman, dan lain-lain.

“Depan rumah sudah sedada dewasa,” kata Deacy Andryanie Enanie, warga Perum Griya Mukti, Samarinda Utara. Pada malam takbiran, menjelang 1 Syawal, ia membantu mengungsikan bayi yang merupakan keponakannya.

Tahun lalu, banjir juga menghampiri kediaman ibu seorang anak ini pada saat merayakan lebaran. “Tahun ini “baru” dua kali banjir, biasanya setahun atau dua tahun sekali. Ini lebih sering,” ujarnya.

Widya Wardhani, warga Jalan S Parman Gg 2 (tepat depan Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda), mengalami hal serupa. “Di dalam rumah sudah selutut,” katanya. Kue lebaran terpaksa diamankan ke atas loteng karena meja tamu sudah tenggelam.

Baca Juga:  Samarinda Bakal Ditata Ulang 

Dalam setahun ini, ia sudah tiga kali mengalami kebanjiran. Perempuan yang akrab disapa Wiwid ini mempertanyakan langkah antisipasi Pemkot. “Bagaimana ini ke depannya? Haruskah tiap tahun begini? Gak ada antisipasinya, kah? Memungkinkan gak kalau perluasan bendungan? Atau debit airnya dijaga lah, jangan sudah mendekati merah baru dibuka membabi-buta,” ujarnya.

“Silakan mereka studi banding ke kota lain yang cukup berhasil mengatasi banjir, tapi diterapkan, cari orang-orang yang berpengalaman, jangan cuma dapat proyek jalan-jalan aja,” lanjut Wiwid dengan nada kesal.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda belum menetapkan banjir yang melanda di lebaran Idulfitri 1441 Hijriah sebagai tanggap darurat. Hal ini dikarenakan daerah terdampak merupakan wilayah yang memang langganan banjir.

“Banjir kita ini masih status siaga darurat, belum kita mintakan untuk dinaikkan jadi tanggap darurat karena masih bisa kita atasi,” ujar Sekretaris BPBD Samarinda, Hendra AH dihubungi via telepon, Minggu (24/5/2020).

Baca Juga:  BPBD Sebut Cuma Genangan, Bukan Banjir

Kendati personel BPBD terbagi karena bersamaan dengan penanganan Covid-19 di Kota Tepian, Hendra optimistis masih bisa menangani. Hal tersebut tidak lepas adanya turut serta relawan yang ambil peran membantu korban banjir.

Hendra mengaku telah menurunkan perahu karet sebanyak 8 unit di daerah yang paling terdampak oleh banjir kali ini. Di antaranya daerah Bengkuring, Griya Mukti, dan Desa Budaya Pampang.

Ia melanjutkan, saat ini masyarakat masih banyak yang bertahan di rumah masing-masing. “Kalau di lapangan belum ada yang mengungsi, kecuali yang di Terong Pipit (Bengkuring) karena memang daerahnya paling rendah,” imbuh Hendra.

Lebih lanjut, Hendra memperkirakan banjir akan segera surut dalam dua tiga hari ke depan. Hal itu dikarenakan banjir di Desa Budaya Pampang telah surut, tinggal daerah hilir Bendungan Lempake.

“Tinggi muka air (TMA) di Bendungan Lempake itu sudah mulai turun semalam sampai 106 cm, tapi siang ini sudah 96 cm. BMKG juga mengatakan curah hujan tertinggi itu kemarin (22/5) saja, sekarang sudah tidak lagi. Tapi kalau memang dalam dua atau tiga hari ke depan semakin parah, kita akan dirikan Posko Kesehatan,” jelas Hendra.

Baca Juga:  Masterplan Penanganan Banjir, Pilih yang Usang atau Review

Sementara itu, Manajer Pusdalops BPBD Samarinda Ifran menambahkan ada dua kecamatan yang sangat terdampak dalam banjir. Yaitu Kecamatan Samarinda Utara, dan Sungai Pinang.

“Untuk jumlah yang terdampak itu ada sekitar 4 ribu jiwa di Samarinda Utara, sedangkan Sungai Pinang masih kita rekap,” jelasnya.

Lebih lanjut kondisi banjir di lapangan mulai sedikit demi sedikit ada penurunan. “Ini sudah mulai surut, tadi pagi tertahan karena Mahakam sedang pasang. Insya Allah bisa cepat surut banjir kali ini,” tandas Ifran. (kpg)

Berita ini telah terbit di SELASAR.CO dengan judul, Dan Terjadi Lagi! Warga Lebaran bersama Banjir, Pemkot Tak Belajar dari Pengalaman
Print Friendly, PDF & Email
Source: Selasar
Tags: banjirsamarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Seorang Binaan Lapas Bontang dapat Remisi Langsung Bebas, Tapi Masih Ditahan 3 Bulan

Next Post

Kasus Tinggi, IDAI Sebut Penangan Corona pada Anak Terlambat

Related Posts

Andi Harun Protes ke Pemprov Kaltim, 49.742 Warga Miskin Samarinda Terancam Kehilangan JKN
Kaltim

Andi Harun Protes ke Pemprov Kaltim, 49.742 Warga Miskin Samarinda Terancam Kehilangan JKN

11 April 2026, 11:30
Siring Ambrol di Sungai Dekat Masjid Al Furqan Bontang Jadi Prioritas Perbaikan Drainase
Bontang

Siring Ambrol di Sungai Dekat Masjid Al Furqan Bontang Jadi Prioritas Perbaikan Drainase

10 Maret 2026, 08:00
Atasi Genangan di Belimbing, Pemkot Bontang Bangun Drainase Rp3,7 Miliar di Kawasan Masjid Al Furqon
Bontang

Atasi Genangan di Belimbing, Pemkot Bontang Bangun Drainase Rp3,7 Miliar di Kawasan Masjid Al Furqon

6 Maret 2026, 14:03
Luas Banjir 14 Februari 2026 Diperkirakan Lampaui 2025, Bapperida Lakukan Pemetaan
Bontang

Luas Banjir 14 Februari 2026 Diperkirakan Lampaui 2025, Bapperida Lakukan Pemetaan

17 Februari 2026, 18:29
Banjir Rendam Empat Kelurahan di Bontang, 5.819 Jiwa Terdampak
Bontang

Banjir Rendam Empat Kelurahan di Bontang, 5.819 Jiwa Terdampak

14 Februari 2026, 18:21
Sepekan Terisolasi, Banjir Lumpuhkan Ratusan Desa di Kabupaten Banjar
Nasional

Sepekan Terisolasi, Banjir Lumpuhkan Ratusan Desa di Kabupaten Banjar

11 Januari 2026, 08:00

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.