• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Mental Kami Juara! 

by BontangPost
12 Maret 2017, 13:01
in Kaltim
Reading Time: 5 mins read
0
FInal Piala Presiden 2017 

FInal Piala Presiden 2017 

Share on FacebookShare on Twitter

Malam Ini, FInal Piala Presiden 2017

BOGOR – Pusamania Borneo FC (PBFC) II dan Arema FC bakal berburu sejarah anyar menjuarai Piala Presiden 2017 di Stadion Pakansari, Cibinong, malam ini (11/3). Duel antara tim beda status ini bakal membuktikan apakah Pesut Etam bisa konsisten memberikan kejutan atau tidak.

Menyandang status non-unggulan dengan materi pemain lapis, PBFC II harus bertemu tim kuat bertabur bintang Arema FC di final. Bahkan jauh hari, Singo Edan –julukan Arema FC– merupakan kandidat utama merengkuh turnamen kali ini. Kekuatan Arema lahir di setiap posisi. Mulai kiper hingga ke juru gedor, semua memiliki kualitas merata. Sejarah klub di turnamen juga lebih banyak ketimbang Pesut Etam –julukan PBFC.

Arema FC punya modal finis di posisi ketiga Piala Presiden edisi pertama. Selain itu, mereka merupakan semifinalis Piala Jenderal Sudirman. Berhasil menembus final, Singo Edan pun berambisi menggelar juara.

Meski tampak tangguh, pelatih Arema FC Aji Santoso tak mau menganggap remeh PBFC II. Calon lawan pun berpotensi menyulitkan langkah Singo Edan yang selalu tampil perkasa selama turnamen. “Persib saja tumbang lawan PBFC II. Jadi kami harus hati-hati,” tutur Aji.

Lebih lanjut, dia tetap menyiapkan tim dengan serius demi meraih hasil maksimal. Laga final menurut Aji bukan lagi dihadapi dengan setengah-setengah. “Kalau pemain bisa konsisten, kami optimistis bisa dapat hasil maksimal. Semua bergantung pada kerja keras elemen tim,” ucapnya.

Sementara PBFC II yang semula dianggap tim penghibur Piala Presiden 2017, berhasil tampil konsisten dengan menunjukkan kejutan-kejutan di setiap laga. Bahkan tinggal selangkah lagi sejarah baru bisa diukir dengan mengganyang Arema FC.

Sebelum ke final, Pesut Etam berhasil tampil clean sheet hingga perempatfinal selama 360 menit. Capaian ciamik yang hanya bisa ditiru Semen Padang namun Kabau Sirah akhirnya tumbang oleh Arema FC di semifinal.

Bermain di semifinal, Abdul Aziz cs mampu mencetak tiga gol. Dua di leg pertama dan sisanya di leg kedua kontra Persib. Agregat 3-3 membuat pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Unggul mental, PBFC II melenggang ke final dengan skor 5-3.

Di Piala Presiden tahun ini, Pesut Etam memang menurunkan skuad lapis didominasi pemain muda. Bermain nothing to lose, laga demi laga berhasil dilewati tanpa beban. Penampilan apik yang konsisten akhirnya mengantarkan tim ke final.

Juru taktik PBFC II Ricky Nelson memastikan timnya tetap tampil santai namun membawa kepercayaan diri tinggi. Berbeda dari laga-laga sebelumnya yang bermain tanpa target tinggi, di laga final malam ini semua kemampuan tim dimaksimalkan. “Harus mengambil keuntungan saat ini. Jika di laga-laga sebelumnya terlihat lemah, maka tidak di final. Kami berupaya bikin kejutan lagi,” ucap Ricky.

Baca Juga:  LPG Meledak, Empat Orang Jadi Korban, Ledakan Terdengar hingga 60 Meter 

Melawan Arema FC, skuad PBFC bisa tampil dengan kekuatan penuh. Asri Akbar, Dirkir Glay, dan Zulvin Zamrun yang mengoleksi dua kartu kuning bisa diturunkan karena ada pemutihan kartu di final. Sementara pemain lain tidak ada yang cedera.

Kembali dipertemukan dengan tim kuat sekelas Arema FC, Ricky sama sekali tidak gentar. Meski memuji kualitas Singo Edan, juru taktik berlisensi B AFC itu menyebutkan sudah memiliki formula jitu untuk memenangkan laga. “Kami bisa manfaatkan kelebihan yang dimiliki untuk menghancurkan skema permainan lawan. Tapi perlu kerja keras dan konsentrasi tinggi untuk melakukannya,” tambahnya.

Gelar juara memang sangat diimpikan Pesut Etam. Apalagi beberapa waktu lalu PBFC baru merayakan hari jadi yang ke-3. Trofi Piala Presiden 2017 bisa menjadi kado terindah yang bisa didapat tahun ini.

Gelandang sekaligus kapten tim Asri Akbar mewajibkan untuk dia dan seluruh rekannya di tim kembali bermain maksimal di final. Eks Persiba Balikpapan itu ingin menunjukkan jika timnya memiliki pemain yang mau kerja keras dan tidak mengandalkan nama besar satu atau dua pemain saja. “PBFC II tidak bisa dianggap remeh lagi seperti awal-awal kami mengikuti turnamen. Kami akan bawa pulang piala ke Samarinda,” harapnya.

Laga final rupanya tidak mesti jadi beban untuk pemain. Sebagai alternatif agar rileks, Patrich Wanggai mengajak pemain muda di timnya untuk bermain PlayStation (PS) 3, kemarin. Waktu senggang dihabiskan bisa berjam-jam. “Dari pada keluyuran tidak jelas, mending main PS saja. Sekaligus mau lihat siapa yang jago,” ujar Wanggai.

MELEBIHI EKSPEKTASI

Didominasi pemain muda, Pesut Etam semula punya target mini yakni lolos fase grup Piala Presiden 2017. Tergabung di Grup 4, PBFC II harus bersaing ketat dengan Sriwijaya FC (SFC), Bali United, dan Barito Putera. Menilik sengitnya persaingan, grup itu bagai neraka yang sangat sulit memprediksi tim mana yang bakal lolos.

Menurunkan skuad lapis kedua, PBFC II sama sekali tidak diunggulkan. SFC yang punya materi pemain mentereng jadi kandidat utama lolos ke delapan besar, bahkan juara turnamen. Sedangkan Bali United jadi favorit kedua yang bisa ke perempatfinal lantaran berstatus tuan rumah.

Memulai turnamen dengan hasil seri tanpa gol di dua laga, napas Pesut Etam tampak terengah-engah. Meski begitu, peluang ke babak delapan besar saat itu masih terbuka. Pasalnya, Wawan Hendrawan cs bertengger di posisi ketiga.

Baca Juga:  Debat Publik Jadi Panggungnya RASA

Memiliki dua poin, sama seperti Bali United yang berada di peringkat kedua, namun unggul produktivitas gol. Sementara SFC yang sedari awal diunggulkan, berada di peringkat pertama dengan empat poin. Barito Putera di posisi juru kunci dari hasil imbang dan kalah di dua laga awal.

Memainkan laga pamungkas di Grup 4 kontra SFC, Pesut Etam punya peluang lolos. Syaratnya, wajib menjungkalkan Laskar Wong Kito –julukan SFC.

Mandul di dua laga sebelumnya, Fandi Ahmad berhasil mencatatkan namanya di papan skor bersua SFC. Gol semata wayangnya itu akhirnya mengantarkan PBFC II ke babak delapan besar dengan status juara grup dengan lima poin. Sementara Laskar Wong Kito tetap masuk ke perempatfinal karena menjadi runner-up terbaik. Bali United yang semula diunggulkan justru kalah dari Barito Putera di laga pamungkas.

Lolos ke perempatfinal, Pesut Etam mulai menunjukkan taringnya. Gelandang sekaligus Kapten PBFC II Asri Akbar merasakan perkembangan tim secara signifikan. “Kami tim yang sebenarnya jauh dari kata sempurna. Bahkan dari awal sudah tidak diunggulkan. Tapi hal itu diubah jadi motivasi membara untuk selalu tampil yang terbaik mengalahkan klub lawan,” tutur Asri kepada Kaltim Post di Hotel The Mirah, tempat PBFC II menginap selama di Bogor.

Bertemu Madura United di perempatfinal, tantangan besar menghadang. Laskar Sape Kerap memiliki lini depan menakutkan seperti Greg Nwokolo dan Bayu Gatra. Namun Pesut Etam tidak gentar. Asri dkk punya modal clean sheet selama 270 menit di fase grup.

Kecakapan di lini pertahanan rupanya jadi modal berharga. Madura United tampak kesulitan menembus benteng tangguh Pesut Etam. Pertandingan pun akhirnya harus dituntaskan lewat adu penalti. Unggul mental, PBFC II berhasil ke semifinal setelah mengalahkan Laskar Sape Kerap 5-4.

“Saat di semifinal, kami mulai jadi perhatian. Apalagi lawan yang akan dihadapi ialah Persib Bandung. Tapi kami tidak pernah gentar menghadapi kekuatan mereka,” kata Kapten PBFC II Asri Akbar.

Memakai format home and away di semifinal, kejelian kedua pelatih jadi kunci memperebutkan satu tiket ke final. Dewi fortuna pun rupanya lebih memihak ke Ricky Nelson.

Juru taktik Pesut Etam di Piala Presiden 2017 itu sukses mengantarkan tim ke final lewat adu penalti 5-3. Menang 2-1 di kandang, namun kalah dengan skor serupa dijamu Persib. Agregat 3-3 membuat pertandingan harus diakhiri melalui adu tos-tosan setelah tak ada gol tambahan di perpanjangan waktu dua kali 15 menit.

Sudah berada di final, Ricky paham benar bagaimana status timnya kini. Tidak bisa dipandang sebelah mata dan haus akan kejutan lagi. Arema FC pun wajib berhati-hati sebagai tumbal keganasan Pesut Etam. “Final artinya maksimal. Arema FC pasti sangat bernafsu mengalahkan kami. Lantas kenapa kami tidak melebihi nafsu itu. Toh sudah di pertandingan terakhir,” tutur Ricky.

Baca Juga:  Gubernur Terpilih Mesti Terbuka

Menghadapi Arema, pelatih berlisensi B AFC itu kemungkinan tak akan merubah skema permainan. Beberapa pemain pilar seperti Kunihiro Yamashita dan Dirkir Glay di sektor pertahanan hampir dipastikan menjadi starter lagi. Gelandang masih ada nama Asri. Sementara di depan dipercayakan pada Reinaldo da Costa.

Melihat performa Pesut Etam selama turnamen, Ricky beserta timnya layak juara. Dibanding Arema FC yang sudah empat kali bermain di kandang, PBFC II baru sekali. Itu pun saat semifinal leg pertama. Artinya, Tim Oranye lebih unggul di sektor mental ketimbang Singo Edan.

“Ya, soal mental kami lebih unggul. Itu modal kami untuk menang dan jadi juara. Selain itu, doa dan dukungan masyarakat Samarinda sangat berharga. Jadi kami minta untuk datang ke stadion saat final,” ucapnya. (*/abi/rom)

Arema FC (4-3-3)

Meiga (GK) ,Benny, Cunha, Junda, Syaiful, Hanif, Felipe, Adam, Vizcarra, Gonzales, Nasir

Pelatih: Aji Santoso

Kostum: Biru

PBFC II (4-1-4-1)

Wawan (GK), Zulvin, Dirkir, Yamashita, Orah, Asri, Rival, Hamisi, Wanggai, Terens, Reinaldo

Pelatih: Ricky Nelson

Kostum: Oranye

Stadion: Pakansari, Cibinong

Kick Off: 20.00 Wita

Head to Head:

Arema FC 3-0 PBFC (Uji Coba)

Arema FC 2-2 PBFC (PJS)

PBFC 1-0 Arema FC (PGK)

Arema FC 1-2 PBFC (ISC A)

PBFC 2-2 Arema FC (ISC A)

Lima Laga Terakhir Arema FC

05/03/2017 Arema FC (5) vs (2) Semen Padang

02/03/2017 Semen Padang (1) vs (0) Arema FC

26/02/2017 Arema FC (1) vs (0) Sriwijaya FC

16/02/2017 PS TNI (0) vs (4) Arema FC

11/02/2017 Arema FC (1) vs (1) Persija

Lima Laga Terakhir PBFC

05/03/2017 Persib (2) vs (1) (PBFC) (3-5 P)

02/03/2017 PBFC (2) vs (1) Persib

25/02/2017 PBFC (0) vs (0) Madura United (5-4 P)

18/02/2017 PBFC (1) vs (0) Sriwijaya FC

13/02/2017 Bali United (0) vs (0) PBFC

Keterangan

P: Adu Penalti

Statistik

Team Comparison

Gol

PBFC 4/Arema FC 13

Kemasukan

PBFC 3/Arema FC 4

Total Tembakan

PBFC 53/Arema 74

Tembakan Per Laga

PBFC 8,83%/Arema FC 12,3%

Akurasi Tembakan

PBFC 34%/Arema FC 53%

Pelanggaran

PBFC 94/Arema FC 85

Pelanggaran Per Laga

PBFC 15,67%/Arema FC 14,16%

Sumber: PBFCstats

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Final Piala Presiden 2016Metro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Penjaringan Cagub oleh Partai, “Jangan Hanya Formalitas”

Next Post

Sekolah Ingatkan Siswa Tak Konsumsi Permen Dot

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mutasi Belum Tuntas, Wali Kota Bontang Siapkan Gelombang Lanjutan Mulai Juni

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.