• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

LPG Meledak, Empat Orang Jadi Korban, Ledakan Terdengar hingga 60 Meter 

by BontangPost
12 Januari 2018, 11:33
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
KORBAN LEDAKAN: Para korban ledakan LPG mendapatkan perawatan medis dari tim dokter RSUD AW Syaharani.(BPBD Kaltim for Metro Samarinda)

KORBAN LEDAKAN: Para korban ledakan LPG mendapatkan perawatan medis dari tim dokter RSUD AW Syaharani.(BPBD Kaltim for Metro Samarinda)

Share on FacebookShare on Twitter

Tak ada seorang pun yang mengharapkan musibah. Termasuk keluarga dari Muhammad Farich (48) dan Wulandari (60) yang menjadi korban ledakan tabung LPG di Karang Mumus, Kamis (11/1) lalu. Empat orang jadi korban dalam peristiwa ini, satu di antaranya adalah anak-anak.

Surya, Samarinda

WULANDARI tak mampu membendung air matanya. Sesekali ia terlihat menangis tersedu-sedu. Kedua telapak tangannya menutupi seluruh permukaan wajahnya yang lelah. Kemarin (11/1) sore, media ini menjumpai Wulandari di halaman Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS).

Muhammad Farich, suami Wulandari mengatakan, keluarganya sangat terpukul akibat ledakan yang terjadi. Ia tak menyangka, ledakan tersebut telah memakan korban. Bahkan, akibat peristiwa naas itu, keluarganya diterpa isu miring. Ia bersama istrinya dituding menjadi biang ledakan tersebut. Padahal, dia menegaskan, peristiwa ini murni karena kecelakaan.

“Ada yang bilang, kok yang punya rumah enggak kenapa-kenapa, malah orang lain yang luka-luka. Padahal mereka enggak tahu kejadian yang sebenarnya,” kata pria berperawakan gemuk itu.

Baca Juga:  Jelang Pilgub, Perekaman KTP-el Dikejar
DIRAWAT: Salah satu korban ledakan LPG mendapat penanganan serius dari tim medis.(BPBD Kaltim for Metro Samarinda)

Farich pun menjelaskan detik-detik peristiwa mengerikan itu terjadi. Saat itu, kata Farich, sekira pukul 09.00 Wita istrinya hendak memasak di dapur. Namun bahan bakar kompornya berupa gas, telah habis. Istrinya kemudian pergi ke warung untuk membeli gas LPG berkapasitas 3 kiliogram. Tapi, saat akan memasang tabung LPG ke kompor, ia bersama istrinya takut.

“Kami tidak pernah mau berurusan dengan gas dan listrik. Kalau mau pasang gas atau pasang instalasi listrik, kami suruh orang lain,” kata warga Gang 8, RT 23, Nomor 28, Kelurahan Karang Mumus itu.

Oleh karena itu, ia meminta tolong kepada Sri Sayuti (35), saudaranya, untuk merakit tabung gas ke kompor. Namun alangkah terkejutnya Sri dan Wulandari saat mengetahui kepala tabung mengeluarkan gas terus-menerus. Farich menduga, tabung gas mengalami gagal fungsi alias bocor. Panik, Wulandari langsung lari keluar rumah sambil berteriak minta tolong.

Baca Juga:  KAMMI Soroti Kenaikan Harga Pertalite

Kemudian datang Sofyan Efendi (21) memberi bantuan. Oleh Sofyan, tabung gas yang bocor itu dimasukan ke dalam bak berisikan air. Disaat itulah ledakan keras terjadi. Akibat ledakan itu, Sofyan dan Sri mengalami luka parah. Namun bukan hanya Sofyan dan Sri. Farich membeberkan, Erni Sulastri (47) dan M Dafa (6) juga menjadi korban.

Kata Farich, saat kejadian Sulastri berada di samping dapur rumahnya. Sedangkan Dafa berada di belakang rumahnya. Oleh sebab itu keduanya tidak dapat menghindari ledakan. “Tidak ada yang menginginkan kecelakaan. Ini murni musibah,” tutur Farich lirih.

Keempat korban itu kemudian segera dilarikan ke IGD RSUD AWS untuk mendapatkan pertolongan medis. Farich menjelaskan, luka paling parah dialami oleh Sofyan, Sri dan Sulastri. Hampir seluruh tubuhnya mengalami luka bakar. Mulai dari kaki, tangan, hingga badan penuh lepuhan. “Kalau Dafa lukanya enggak terlalu parah, karena saat kejadian dia berada di luar,” jelasnya.

Baca Juga:  Ada Penunggang di Balik Isu Pembakaran Bendera

Sementara itu, awak media ini dilarang petugas rumah sakit untuk bertemu dengan Sulastri, dengan tanpa alasan. Dari balik pintu ruangan, terlihat, tubuh Sulastri terbaring lemas di atas kasur rumah sakit. Mulutnya ditutupi masker oksigen. Kedua tangan Sulastri melepuh.

Terpisah, Kapolsekta Samarinda Ilir, Kompol Candra Hermawan, melalui Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ilir, Ipda Purwanto menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara pihaknya, ledakan itu terjadi hanya satu kali. Suara ledekannya terdengar sangat nyaring. “Suaranya seperti ledakan dengan bahan bakar karbit,” jelasnya.

Ditanya mengenai dugaan unsur kelalaian, dia memastikan, peristiwa ini murni karena kecelakaan. “Hasil penyelidikan sementara, kami tidak menemukan adanya kelalaian, namun masih akan kami dalami lagi,” ungkapnya.

Salah seorang saksi mata, Yuniariti (28) mengatakan, suara ledakan tersebut terdengar hingga Gang 6, Karang Mumus, dengan jarak sekitar 60 meter dari lokasi kejadian. “Saat itu saya berada di Gang 6, suaranya masih terdengar jelas,” katanya. (*/ya)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: LPG MeledakMetro SamarindaMusibah
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Terkait IUP, Jatam Ancam Gugat Pemprov

Next Post

Jadi Cawagub Jaang, “Saya Masih Kader PDI Perjuangan”

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.