bontangpost.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang tengah menyiapkan regulasi dan teknis penarikan retribusi sampah rumah tangga. Dari sektor ini, diproyeksi pemerintah bisa memperoleh pemasukan Rp 1,2 miliar per tahun.
Kepala Bapenda Bontang Sigit Alfian menjelaskan, pemerintah pernah menarik retribusi sampah rumah tangga medio 2014-2017 lalu. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai leading sektor, Bapenda sebagai koordinator penghimpun retribusi.
Penarikan kala itu menggunakan karcis korporasi. Namun karena pengawasan dinilai kurang maksimal, beberapa hal macet. Sigit tak menjelaskan hal yang macet itu apa, namun dia bilang, akibatnya pungutan sampah rumah tangga itu kemudian disetop.
Belum lama ini, ketika Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kaltim melakukan pemeriksaan di Bontang selama 10 hari, 14-24 Juni, mereka menyoroti beberapa hal. Yang paling dominan, penarikan pajak reklame dinilai kurang maksimal. Selain itu, mereka menyarankan Pemkot Bontang memungut kembali retribusi sampah rumah tangga.
Rencana ini, kata Sigit, telah disampaikan ke Komisi II DPRD Bontang. Mereka memaparkan potensi penerimaan Rp 1,2 miliar per tahun di hadapan legislator. Ini dengan asumsi, per bulan warga ditarik Rp 3.500. Sementara jumlah warga yang ditarik selaras dengan jumlah pelanggan Perumda Tirta Taman. Yang mencapai 29 ribu pelanggan rumah tangga.
“Kenapa sepakat dengan PDAM (Perumda Tirta Taman) karena pelanggannya jelas. Dan itu juga paling mudah,” ungkapnya.
Petunjuk teknis (juknis) dan regulasi memang masih digodok. Tapi secara ringkas, Sigit paparkan, dalam komponen pembayaran air, di dalamnya juga ada retribusi sampah yang masuk dalam tagihan bulanan. Misal bulanan air warga Rp 56 ribu, akan ditambah Rp 3.500 untuk sampah.
Sistem pembayaran nanti dipastikan elektronik. Artinya, pembayaran tidak lagi dilakukan secara konvensional. Ini buat menjaga transparansi. Selain itu, Bapenda juga rencana jalin kerja sama dengan sejumlah bank dan Kantor Pos. Jadi warga bisa membayar retribusi sampah melalui aplikasi nontunai yang sudah dikembangkan pihak bank. “Jadi bisa dibayar melalui handphone,” tandasnya. (*)







