2019 Target Rampung 100 Persen
SANGATTA- Dari 21 Puskesmas yang tersebar di Kutim, enam diantaranya siap mengikuti penilayan akreditasi. Puskesmas Teluk Lingga, Long Mesangat, dan Kaubun dijadwalkan mendapatkan penilaian pada April 2017 ini. Sedangkan Puskesmas Sangatta Selatan, Teluk Pandan, dan Kongbeng paling lambat Oktober mendatang.
Dikatakan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Siti Fatimah, Puskesmas Teluk Lingga, Long Mesangat dan Kaubun, sudah mengikuti tahapan penilaian. Mulai dari pendampingan secara utuh hingga melaju ke tahap penilaian.
Sedangkan tiga Puskesmas lainnya, saat ini masih masuk dalam tahap pendampingan. Sehingga penilaian baru bisa dijadwalkan Oktober mendatang.
“Memang bertahap. Tahun 2017, enam Puskesmas, di 2018 ada sembilan Puskesmas dan 2019, selesai semuanya. Itu target kami,” ujar wanita yang kerap disapa Fatim itu.
Permohonan penilaian akreditasi sebenarnya sudah diusulkan sejak 2016 lalu. Karena minimnya anggaran dan padatnya jadwal tim penilai, terpaksa harus menunggu hingga tahun 2017 ini. Tak pantang menyerah, pihaknya kembali mengajukan enam Puskesmas sekaligus.
“Sebenarnya kami dinilai untuk akreditasi sejak akhir tahun 2016 lalu. Tetapi karena anggaran dan padatnya jadwal tim penilai dari pusat dan provinsi, sehingga penilaian tidak dapat dilakukan. Makanya kembali dijadwalkan di tahun 2017 ini. Jadi sudah kami ajukan kembali untuk dinilai. Anggaran sudah disiapkan dan jadwal pun sudah diusulkan di bulan April 2017,” ujar Fatimah.
Dirinya optimis, semua Puskesmas menyandang akreditasi hingga 2019 mendatang. Karena semua persyaratan sudah dipenuhi secara bertahap. Diantaranya bangunan semi permanen menjadi permanen, dan sarana kesehatan. Bahkan, seperti halnya manajemen dan administrasi yang baik, tenaga yang berkompetensi, pelayanan yang maksimal, berkomitmen hingga menyandang ISO.
“Jadi bermodalkan hal itu, kami semua berharap dan optimis tahun 2019 semua puskesmas terakreditasi. Berbagai usaha dilakukan termasuk pemenuhan sarana prasarana Puskesmas. Hal ini sesuai dengan Permenkes 75 tahun 2014,” katanya.
Besar harapan semua Puskesmas di Kutim bisa permanen. Pasalnya, dari 21 Puskesmas, baru enam yang dinyatakan permanen. Selebihnya dalam tahap perencanaan. Untuk mewujudkan hal itu diperlukan peran serta semua pihak.
“Kami dari Diskes tetap bersemangat dalam pelayanan walupun beberapa puskesmas masih dalam kondisi yang belum sempurna. Kami optimis dengan dukungan semua sektor, di masa kepemimpinan bapak bupati dan wakil saat ini, pembangunan kesehatan dapat lebih diperhatikan dan ditingkatkan,” katanya optimis. (dy)







