bontangpost.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk jenjang SMA dan SMK akan dimulai awal semester genap. Tepatnya di Januari mendatang. Kepala Disdikbud Kaltim Anwar Sanusi mengatakan nantinya akan ada surat edaran dari Disdikbud. Sehubungan petunjuk pelaksanaan skema itu.
“Surat pengajuan PTM terbatas ini sudah diajukan ke Sekprov kemarin (dua hari lalu). Tetapi dimulainya awal semester genap. Secara serentak,” kata Anwar.
Sejauh ini data vaksinasi untuk pelajar dan tenaga kependidikan telah dikantongi. Pun demikian dengan persetujuan orangtua. Hingga saat ini, capaian vaksinasi untuk pelajar se-Kaltim baru 72 persen. Sementara guru dan tenaga kependidikan di angka 76 persen se-Kaltim.
“Harapannya ini bisa digenjot karena untuk guru harus di angka 80 persen sedangkan pelajar 75 persen. Angka ini bersifat global. Memang ada daerah yang capaiannya paling tinggi,” ucapnya.
Mengenai peninjauan kesiapan sekolah telah dilakukan oleh pengawas dan perwakilan dinas. Secara umum seluruh satuan pendidikan sudah siap dalam penerapan protokol kesehatan (prokes). Tetapi ia juga menggaris bawahi bagi satuan pendidikan yang ingin mendesak memulai PTM sebelum awal Januari bisa dilakukan. Nantinya permohonan itu akan diteruskan Disdikbud Kaltim ke Sekprov.
“Sejauh ini belum ada sekolah yang ingin segera PTM. Hanya sebatas menanyakan informasi karena memang tren sebaran Covid-19 mulai menurun,” tutur dia.
Ia juga tidak mempermasalahkan jika ada sekolah yang ingin melakukan uji coba. Langkah itu dipandang bagus dalam penyiapan ketika PTM itu dilaksanakan. Terpenting ialah tidak adanya keberatan dari pihak orangtua pelajar.
Sementara Kepala SMA 1 Bontang Sumariyah mengatakan sebelumnya pihaknya melakukan uji coba PTM bagi kelas XII. Menurutnya kebijakan ini diambil mengingat dalam kurun dua pekan mendatang, siswa bakal memasuki ujian semester. Pertimbangan pemilihan kelas XII dahulu mengingat nantinya pelajar di jenjang ini dipersiapkan untuk menghadapi ujian masuk perguruan tinggi negeri. “Khawatirnya kalau tidak dilakukan segera maka bisa tertinggal dengan daerah lain,” ujarnya.
Disinggung untuk kelas lainnya, akan mengikuti keputusan dari Disdikbud Kaltim. Mengenai ujian semester, pelajar akan mengikuti di rumah memakai CBT. Memang secara lisan PTM terbatas ini sudah disampaikan sejak lama. Tetapi satuan pendidikan membutuhkan dasar yang kuat sebelum menerapkan metode itu.
“Kami harus mengacu hitam di atas putihnya dulu sebagai pegangan,” pungkasnya. (*/ak)







