BONTANG – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Akhmat Suharto Jumat (24/3) pagi kemarin mengunjungi SMPN 8 yang terletak di Jalan AP Mangkunegoro, Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan.
Dalam kunjungannya ini, Suharto turut memantau kegiatan kerja bakti sekolah, memberikan motivasi dan semangat kepada siswa, mengecek kesiapan untuk penilaian adiwiyata, serta turut mengelilingi areal sekolah untuk melihat infrastruktur yang ada.
Dalam arahannya dihadapan para siswa dan siswi, Suharto mengajak untuk membiasakan diri hidup bersih dan sehat. Seperti tidak membuang sampah sembarangan, rajin membersihkan lingkungan yang kotor, serta turut menjaga dan merawat lingkungan. Apalagi saat ini, SMPN 8 akan mengikuti program sekolah Adiwiyata tingkat provinsi.
“Untuk bisa mendapatkan predikat sekolah adiwiyata, tidak bisa hanya peran serta beberapa orang saja, tetapi juga harus didukung oleh semua pihak,” terangnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 8 Sukarsih menuturkan, dalam kegiatan kerja bakti ini selain merupakan agenda rutin sekolah, juga sekaligus mempersiapkan untuk penilaian di program adiwiyata tingkat provinsi. Tidak hanya diikuti dari siswa dan guru saja, tetapi komite sekolah, RT setempat, Lurah Berbas Tengah Usman, perwakilan Kecamatan Bontang Selatan, hingga petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pun juga bersama-sama ikut membersihkan areal lingkungan sekolah.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, tim penilai dari provinsi akan datang awal April mendatang. Untuk itu, dari sekarang kami sudah lakukan persiapan baik penataan lingkungannya, juga administrasi pendukungnya,” jelas wanita yang pernah meraih penghargaan kepala sekolah berprestasi tersebut.
Sukarsih berharap, upaya yang dilakukan ini dapat berjalan maksimal dan memenuhi harapan yang diinginkan, yakni bisa layak menjadi sekolah adiwiyata dalam penilaian tingkat provinsi.
“Tujuan dari sekolah Adiwiyata ini kan sebenarnya bisa mengubah mindset siswa agar peduli terhadap llingkungan. Tentu kalau lingkungannya sudah aman dan nyaman, suasana belajar juga akan lebih menyenangkan. Akhirnya bisa berdampak positif bagi meningkatnya prestasi siswa,” pungkasnya. (bbg)







