Tingkatkan Kompetensi untuk Bersaing di Dunia Kerja
BONTANG – Pemkot Bontang terus berupaya meningkatkan kompetensi para pencari kerja (pencaker) dengan berbagai pelatihan dan pemagangan. Hal tersebut, bertujuan agar saat ada lowongan kerja dari industri maupun non industri, para pencaker sudah dilengkapi dengan sertifikasi dan memudahkan untuk perekrutan.
Diharapkan, ketika ada peluang pemagangan, para pencaker atau warga Bontang lainnya bisa memanfaatkan kesempatan itu.
Kasi Pelatihan Produktivitas dan Pemagangan Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP) Bontang Nur Ahsani Maghfiroh mengatakan, banyak potensi pemagangan yang bisa diikuti oleh warga Bontang. Baik itu di Bontang maupun di luar Bontang, serta gratis dan ada biaya akomodasi. “Dengan kondisi yang defisit anggaran ini, pelatihan memang banyak berharap dari anggaran provinsi dan APBN juga dana CSR perusahaan,” jelas Afi—sapaannya—saat ditemui belum lama ini.
Meskipun diakui dia, jika dana CSR diberikan untuk pelatihan, hanya masyarakat buffer zone yang bisa mengikutinya. Namun, masih banyak pelatihan yang bisa diikuti oleh masyarakat Bontang seperti yang digelar oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Samarinda. Seperti saat ini, sedang terbuka pendaftaran pelatihan di bawah Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemennaker) untuk processing pengolahan hasil laut, operator komputer dan teknisi komputer. “Ini dilaksanakan di BLK Samarinda dari dana APBN,” ujarnya.
Ada juga, lanjut dia, pelatihan yang bersumber dari APBN tetapi melalui provinsi, sehingga ada satker dari provinsi sebanyak 15 paket. Diantaranya 5 paket untuk Bontang, dan 10 paket dari provinsi. Namun demikian, pelatihan tersebut alokasinya masih berjalan dan belum pasti. “Tetapi, kami harus tetap menangkap potensi dan peluang, Bontang dianggap gigih dalam meminta paket pelatihan dibanding kota kabupaten lainnya,” ungkapnya.
Dalam hal ini, pemerintah hanya berupaya untuk mendorong agar masyarakat Bontang tidak menjadi penonton di wilayahnya sendiri. Apalagi, banyak pelatihan yang diberikan dengan cara gratis, tetapi peserta langsung mendapat sertifikat. Ada juga pelatihan yang tidak dilaksanakan di Bontang, tetapi terbuka untuk orang Bontang. Salah satunya pelatihan kerja dan sertifikasi yang dibiayai Kemennaker di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Bekasi Cevest. “Semua biaya ditanggung termasuk biaya transport dan akomodasi selama pelatihan,” terang dia.
Program pelatihan pun beragam, mulai dari teknologi informasi dan komunikasi serta teknik elektronika. Pendaftaran yang saat ini terbuka, masuk dalam tahap ke-3 yakni bulan April-Mei.
Disinilah peran DPMTK-PTSP untuk mendorong masyarakat Bontang mengambil peluang emas tersebut. Sebelum peluang kerja di Bontang dibuka besar-besaran. Afi juga mengharapkan para pencaker memperbaiki kompetensinya sebelum terjun ke dunia kerja, agar bisa melawan tantangan dunia kerja.
“Dengan kondisi keuangan yang minim, kami terus berupaya untuk bisa memfasilitasi pencaker agar lebih berkompeten dan bisa berkompetisi dengan tenaga kerja dari luar Bontang,” pungkasnya.(mga)







