• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Opini

Camping Ceria Bersama Oligarki di Atas Tanah Rampasan

by Redaksi Bontang Post
13 Maret 2022, 17:00
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Salsabila di depan lubang bekas tambang di Kaltim. (dok pribadi)

Salsabila di depan lubang bekas tambang di Kaltim. (dok pribadi)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Salsabila, Jatam Kaltim

bontangpost.id – Sebelum menuju Pilpres 2024, Jokowi merencanakan perkemahan di atas lahan warga Kalimantan yang telah di rampas. Perkemahan dilakukan untuk memperlancar dalam menyukseskan pembangunan megaproyek IKN.

Berbagai krisis yang terjadi akibat tindakan represif yang dilakukan oleh negara, mulai dari perampasan tanah dialami masyarakat adat Suku Balik yang dilakukan oleh PT IHM. Berdasarkan pengaduan warga kepada Jatam Kaltim pada 2019, ada lebih dari 2 ribu hektar tanah warga yang dirampas perusahaan dan belum dikembalikan.

Warga yang mendiami wilayah IKN seperti masyarakat adat, transmigran, dan perempuan mengalami kesulitan air bersih. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga diharuskan membeli. Kondisi itu terjadi karena wilayah Sepaku dan sekitarnya tidak ditemukan sungai besar, danau, dan dukungan air tanah. Dalam kondisi normal (musim hujan) mereka masih kesulitan mendapatkan air, apalagi jika dimusim kemarau.

Suparmi, warga pemaluan, mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air mengaku harus membeli. Harga per tandon dengan kapasitas 700 liter adalah 60 ribu rupiah dan hanya bertahan selama dua sampai tiga hari.
Artinya, dalam sebulan, Suparmi mesti mengeluarkan Rp 700-800 ribu untuk keperluan mencuci dan mandi.

Baca Juga:  Ramadan dan Sense of Crisis

Untuk air bersih, harganya lebih mahal lagi. Per tandon harganya bisa mencapai Rp 80-90 ribu. Perpindahan penduduk secara besar-besaran sudah pasti membuat kebutuhan air bersih semakin besar, pasokannya juga harus ada setiap saat.

Untuk persiapan kemah, pemerintah sangat murah hati untuk mengerahkan alat berat untuk menggarap jalan menuju titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Perbaikan lintasan sejalan dengan rencana kemah. Selain itu ada 24 ribu liter air bersih yang di siapkan dalam enam unit mobil tangki per hari di lokasi perkemahan. Kemudian jaringan telekomunikasi dan listrik juga akan disediakan agar memperlancar agenda ini.

Kontras dengan kondisi sejumlah desa di Kaltim yang bertahun-tahun belum mendapatkan layanan listrik PLN. Desa Sekerat salah satunya. Sudah 13 tahun desa ini hanya 6 jam mendapatkan layanan listrik setiap harinya. Padahal kampung ini berada di ring 1 aktifitas produksi batu bara perusahaan raksasa PT Kaltim Prima Coal.

Di kawasan IKN, ada kurang lebih 20 ribu jiwa masyarakat adat yang berpotensi tersingkir dari tanahnya sendiri. Begitupun dengan nelayan akan terpukul terutama mereka yang menjadikan Teluk Balikpapan sebagai wilayah tangkapan.

Baca Juga:  Saat Keperawanan Tak Lagi Punya Arti

Lalu lintas kapal besar memuat material serta kehadiran industri penunjang megaproyek IKN akan merusak dan mencemari ekosistem kawasan Teluk Balikpapan. Saat ini saja, sudah terjadi penurunan pendapatan akibat ramainya industri tambang batu bara, kelapa sawit sawit, dan migas di wilayah Teluk Balikpapan.

Perkemahan ini juga mengagendakan penanaman pohon di atas lahan warga yang telah di rampas demi proyek pembangunan IKN. Hal ini tidak akan memulihkan lingkungan karena krisis yang terjadi tidak hanya seluas 256.142 hektare wilayah IKN. Ada 9,3 juta hektar wilayah krisis di Kaltim. Seharusnya pemerintah memperhatikan terkait bencana lingkungan yang kerap terjadi beberapa waktu belakangan di Kalimantan. Mulai dari banjir, krisis pangan, kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan.

Jokowi menyakini IKN Nusantara akan menjadi kota yang sangat ramah bagi semua lapisan masyarakat untuk hidup berdampingan, hidup rukun, hidup bersama-sama bahkan memiliki peluang yang sama untuk ikut serta mengembangkan IKN. Padahal, faktanya sudah terlalu banyak konflik lahan dan perampasan ruang hidup dengan melakukan pemaksaan dan kekerasan terhadap warga yang berjuang untuk mempertahankan tempat tinggal agar tidak di tambang atau di rusak,. Negara memang cenderung melakukan kekerasan untuk memaksakan kehendak sepihak dengan otoritas tinggi.

Baca Juga:  Menggapai Derajat Pemilihan yang Bermartabat

Menurut Gubernur Kaltim Isran Noor perkemahan ini bentuk keseriusan Jokowi dalam memindahkan IKN. Bahkan Isran menyebut perpindahan ini sebagai berkah luar biasa bagi Kaltim dan akan ada pemerataan pembangunan bagi Indonesia.

Apa yang disampaikan Isran, sebelumnya juga yang di sampaikan oleh kepala daerah saat menerbitkan ribuan izin tambang, sawit, kehutanan. Pemerataan, seperti yang disebut diatas hanyalah mitos. Sebab, faktanya jumlah penduduk miskin di Kaltim dan berbagai daerah lainnya masih cukup tinggi.

Ketimbang mengadakan perkemahan, pemerintah mestinya fokus menyelesaikan persoalan mendasar yang dialami masyarakat. Salah satunya tentu kelangkaan minyak goreng.

Antrean panjang yang mengular hingga akibatkan jatuh korban menandakan minyak goreng lebih dibutuhkan dari pada mega proyek IKN yang nantinya menguras 1/4 APBN negara ini. (**)

Source: Prokal
Tags: opini
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tingkat Kesembuhan Tinggi, Tersisa 7 Pasien yang Menjalankan Isoter di Rusunawa 

Next Post

Badak LNG Gelar Aksi Bersih-bersih Pantai Galau Tanjung Laut Indah

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Sudah Betul Kembalikan Mobil, Eh, Bikin Ramai Lagi Renovasi Rumah
Kolom Redaksi

Sudah Betul Kembalikan Mobil, Eh, Bikin Ramai Lagi Renovasi Rumah

13 April 2026, 08:00
Slogan Kosong Antek Asing
Opini

Dinasti Politik 2.0

8 Desember 2025, 12:36
Slogan Kosong Antek Asing
Opini

Rezim Antikritik

24 November 2025, 13:43
Bersatu Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera
Opini

Bersatu Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera

14 Oktober 2025, 14:33
Jerit Sunyi Bekantan di Hutan Mangrove yang Tergadai
Opini

Jerit Sunyi Bekantan di Hutan Mangrove yang Tergadai

21 Maret 2025, 19:57

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.