• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Opini

Ramadan dan Sense of Crisis

by M Zulfikar Akbar
13 Juni 2017, 13:07
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Muthi Masfu'ah

Muthi Masfu'ah

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh

Hj. Muthi’ Masfu’ah ‘Ma’ruf’ AMd

(Ketua Gagas Citra Media dan Rumah Kreatif Salsabila)

Bulan Suci Ramadan kembali menghampiri kita tahun ini. Bulan yang penuh ‘keajaiban’ ini mampu mengubah warna kehidupan kita. Semula masjid dan musala yang pada hari-hari biasa sepi kini  penuh sesak dengan jamaah yang datang untuk menunaikan ibadah Salat Tarawih bersama.

Di bulan yang sangat dinanti ini tampaknya setiap muslim tidak mau ketinggalan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Tidak salah memang jika umat Islam menyambut datangnya Ramadan dengan suka cita.

Menyiapkan mental dan ruhiyahnya karena di bulan yang mulia ini merupakan kesempatan untuk memperbanyak amalan dan mendulang keutamaan sebanyak mungkin.

Amal kebajikan yang dilakukan seorang muslim di bulan ini akan dilipatgandakan pahalanya dibanding amalan-amalan di bulan lain. Sehingga sangat disayangkan jika seorang muslim tidak memanfaatkan kesempatan di bulan puasa ini untuk berbuat kebajikan sebanyak mungkin. Karena tidak ada jaminan tahun depan kita akan  bertemu lagi dengan bulan Ramadan.

Baca Juga:  Ramadan dan Perilaku Konsumtif

MENUMBUHKAN SENSE OF CRISIS

Apakah kita tahu bahwa puasa di samping memiliki tujuan vertical, yakni bertakwa kepada Allah SWT. Puasa juga memiliki tujuan horizontal, yakni berbuat baik (muhsin) kepada sesama atau selalu peka terhadap sesama. Dengan puasa, kita akan merasakan bagaimana rasanya orang yang menderita kelaparan dan kehausan, bahkan tidak jarang mereka mati dalam kelaparan.

Dengan berpuasa kita ‘dipaksa’ merasakan kepedihan rasa lapar dan pedihnya merasakan tidak mempunyai satu pun yang dibutuhkan oleh kita. Dari sinilah akan lahir sikap empati, bukan hanya simpati, terhadap mereka yang kekurangan.

Karena itu, bisa dikatakan bahwa puasa merupakan media latihan (tarbiyah) untuk mengasah sensitifitas kita terhadap perasaan orang yang kurang beruntung yang ada disekitar lingkungan kita. Tanpa turut merasakan derita lapar hampir mustahil kita dapat merangsang munculnya empati kita pada mereka yang mengalami penderitaan.

Baca Juga:  Kebangkitan Pariwisata Kutim 

Dan saat kita merasakan betapa pedihnya nestapa lapar serta sengsaranya rasa haus, diharapkan kita dapat segera mengingat penderitaan orang lain sehingga hati kita tergugah untuk membantu mereka.

Dengan penderitaan lapar itulah, mereka yang diberi kelebihan harta diharapkan dapat menekan ego personal mereka dan peduli terhadap penderitaan orang lain sehingga terjalin tali asih bisa terjalin erat.

Dengan rasa lapar itu pula kita semakin menyadari makna sabda Rasululullah SAW. “Tidaklah beriman seseorang sehingga dia mencintai manusia sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri dari hartanya.” Ajaran Rasulullah SAW menyadarkan kita bahwa kita untuk selalu membantu mereka yang kekurangan sebagai tanda bahwa kita benar-benar beriman kepada Allah SWT.

Oleh sebab itu, dalam konteks hubungan sosial kemasyarakatan, puasa yang kita lakukan dapat menumbuhkan sense of crisis, yaitu semangat untuk mengerti kesulitan dan penderitaan orang lain. Sifat ini akan mendorong kepekaan dan kepedulian sosial kita. Jika kemarin atau bahkan saat ini saudara kita belum terlepas dari nestapa banjir di Kubar dan Kukar.

Baca Juga:  Melihat Keunikan dan Budaya Masjid di Kutim: Masjid Agung; Bupati Sempat ‘Kesal’, Minta Replika Ka’bah Persis Ukuran Asli 

Juga nestapa panjang saudara-saudara kita dibelahan bumi lain yang masih hingga kini dalam kelaparan, kekurangan dan ketakutan. Saat yang tepat di bulan penuh cinta ini kita memiliki semangat kepedulian dan berbagi.

Jika puasa sukses menumbuhkan sense of crisis  dalam diri kita, maka sifat kasih sayang terhadap sesama akan bersemi di hati dan terejawantah dalam perilaku sehari-hari. Kata-kata kasar yang menyesakkan dada tidak akan terlontar dari mulut, perbedaan pendapat disikapi dengan santun, tangan tidak menyakiti orang lain, menjauhi kekerasan dalam menyelesaikan masalah,  dan lain sebagainya. Dari sinilah kemudian konsep Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin akan membumi, tidak hanya terwujud dalam kata. Wallahu a’lamu bis shawab. (dari berbagai sumber) (*)

Tags: catatanopiniramadan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jamin Tak Ada Siswa ‘Titipan’, Penerimaan Berbasis Online, Bisa Dipantau Siapa Saja 

Next Post

HEBAT!!! Badak LNG Lima Kali Raih Proper Emas Provinsi 

Related Posts

Maafkanlah Gubernur
Opini

Maafkanlah Gubernur

13 April 2026, 18:21
Sudah Betul Kembalikan Mobil, Eh, Bikin Ramai Lagi Renovasi Rumah
Kolom Redaksi

Sudah Betul Kembalikan Mobil, Eh, Bikin Ramai Lagi Renovasi Rumah

13 April 2026, 08:00
Aturan Baru KBM Ramadan 2026, Sekolah Dilarang Beri Tugas Berat ke Siswa
Nasional

Aturan Baru KBM Ramadan 2026, Sekolah Dilarang Beri Tugas Berat ke Siswa

19 Februari 2026, 09:00
Hasil Sidang Isbat 2026, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan Jatuh pada 19 Februari
Nasional

Hasil Sidang Isbat 2026, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan Jatuh pada 19 Februari

17 Februari 2026, 21:11
Slogan Kosong Antek Asing
Opini

Dinasti Politik 2.0

8 Desember 2025, 12:36
Slogan Kosong Antek Asing
Opini

Rezim Antikritik

24 November 2025, 13:43

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.