SANGATTA – Meski mulai Mei mendatang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) bakal melakukan penyesuaian tarif air bersih, namun diklaim tidak akan memberatkan masyarakat. Sebab, biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk membeli air bersih tetap lebih murah, jika dibandingkan dengan harus membeli dari penyedia jasa air bersih lainnya.
Direktur Utama PDAM Tirta Tuah Benua Aji Mirni Mawarni menerangkan, meski tarif air yang akan dikenakan untuk golongan rumah tangga III Rp 7.300/kubik, namun biaya yang dikeluarkan dalam sebulan rata-rata hanya Rp 91 ribu. Selain itu, masyarakat juga diuntungkan karena dapat dengan mudah menggunakan air tanpa harus mengambil dan mengolah air terlebih dahulu.
“Sesuai standar yang ditetapkan mengacu pada Peraturan Menteri Nomor 71 tahun 2016, rata-rata pemakaian air untuk golongan rumah III hanya 10 meter kubik per kepala keluarga. Jadi kalau ditotal-total masih lebih murah,” kata Mawar.
Permasalahan yang muncul, lanjut dia, rata-rata rumah tangga di wilayah Kutim sangat boros dalam menggunakan air bersih. Dari data yang tercatat, rata-rata di atas 24 meter kubik per kepala keluarga. Sehingga, meski golongannya masuk rumah tangga III, biaya yang dikeluarkan pun membengkak menjadi sekira Rp 202.100 per bulan.
“Tapi itu masih murah, jika uang digukanan untuk beli rokok sehari rata-rata Rp 20 ribu. Jika dikalikan sebulan, maka yang dikeluarkan Rp 600 ribu. Sedangkan rokok yang dihisap asapnya dan efeknya buruk untuk kesehatan. Sebaliknya air bersih justru lebih banyak manfaatnya. Bisa untuk minum, mandi, mencuci dan kebutuhan lain yang tidak lepas dari air,” paparnya.
Oleh karena itu, Mawar berharap masyarakat dapat mendukung kebijakan penyesuaian tarif air yang bakal dilalsanakan PDAM, Mei mendatang. Sebab, selain untuk membantu kelancaran pelayanan air bersih, juga agar masyarakat dapat menerapkan hemat air dalam penggunaannya sehari-hari. Sehingga dapat berbagi air bersih dengan yang lain. Sedangkan PDAM dapat terus meningkatkan cakupan pelayanannya.
“Apabila nanti penyesuaian tarif disetujui, kami berharap masyarakat melakukan peengecekan pada instalasi air bersih di rumahnya untuk mencegah terjadinya kebocoran,” pesan Mawar. (aj)







