• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Agen Klaim Tidak Ada Penimbunan Gas Elpiji 3 Kilogram

by Lutfi Rahmatunnisa'
6 Juli 2023, 11:28
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Pegecer Elpiji akan dijadikan sub pangkalan  (Nasrullah/bontangpost.id)

Pegecer Elpiji akan dijadikan sub pangkalan (Nasrullah/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Kelangkaan gas subsidi 3 kilogram sempat meresahkan masyarakat Kota Bontang hampir sepekan lamanya. Tepatnya pasca perayaan Iduladha.

Menyikapi itu, Pemerintah Kota Bontang langsung melakukan monitoring lapangan ke sejumlah agen hingga pangkalan pada Kamis (6/7/2023).

Adapun monitoring tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setkot Bontang Moch Arif Rochman yang didampingi oleh Diskop-UKMP Bontang.

Agen pertama yang manjadi target monitoring ialah PT Pantai Subur yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Loktuan. Hernisa salah seorang karyawan mengutarakan bahwa setiap hari ia menerima 2.800 tabung gas dari SPBE Samarinda.

Fenomena kelangkaan tabung gas turut diakuinya. Sebab, masyarakat langsung menyerbu agen untuk membeli gas pada puncak perayaan Iduladha. Namun, kata Hernisa pihaknya tidak bisa melayani pembelian per buah lantaran regulasi melarang. Pun, saat itu agen tidak memiliki stok gas elpiji 3 kilo.

“Sempat diserbu masyarakat juga. Tapi kami enggak bisa melayani karena enggak ada stoknya. Secara regulasi juga tidak bisa,” tegasnya.

Diungkapkan Hernisa, pihaknya menaungi 38 pangkalan yang tersebar di Kota Bontang. Setiap pangkalan penyaluran gas elpiji per harinya berbeda. Mulai 30 tabung hingga 100 tabung. Namun, per bulannya setiap pangkalan dibatasi hanya bisa memperoleh 2 ribu tabung.

“Pokoknya perbulan itu kami kirim ke pangkalan tidak lebih dari 2 ribu tabung. Nah, per harinya bebas. Bisa 30 tabung, 70 tabung, dan sebagainya,” sebutnya.

Adapun, pembatasan jumlah pembeli untuk rumah tangga miskin (RTM) hanya satu hari satu tabung. Sedangkan, untuk pelaku usaha dengan omset di bawah Rp 800 ribu dibatasi 2 tabung per hari.

“Intinya setiap bulan rumah tangga itu dijatah hanya 5 tabung, sementara pelaku usaha 8 tabung jatahnya per bulan, mereka mau beli 5 atau 8 hari berturut-turut tidak masalah, intinya sehari tidak bisa lebih dari 1 tabung. Kalau jatahnya sudah habis untuk sebulan ya harus menunggu bulan selanjutnya,” paparnya.

Sementara lokasi kedua yang menjadi target monitoring ialah pangkalan Rusma di RT 28 Kelurahan Loktuan. Abdullah pemilik pangkalan tersebut mengaku sudah menerapkan pembatasan pembelian gas elpiji subsidi kepada masyarakat. Saat pembelian wajib menyertakan fotokopi KTP ataupun KK.

Pemkot Bontang lakukan monitoring gas elpiji ke agen dan pangkalan di Bontang (Nasrullah/bontangpost.id)

“Iya, memang benar sudah kami terapkan. Sebenarnya sudah lama. Tapi, ini baru diterapkan lagi. Karena sudah harus terintegrasi dengan aplikasi,” akunya.

Dalam sepekan ini memang pihaknya turut kesulitan mendapatkan gas elpiji dari agen. Sebab, agen tidak mendapat jatah dari SPBE. Namun, ia mengklaim hari ini kondisi penyaluran gas elpiji sudah mulai normal. Sebab hari ini ia mendapat 100 tabung gas dari agen.

“Sudah mulai normal. Tapi, belum sepenuhnya normal. Masyarakat memang banyak yang cari setelah hari raya kemarin,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setkot Bontang Arif mengatakan bahwa kelangkaan gas elpiji dikarenakan keterlambatan distribusi sehingga dipastikan tidak ada penimbunan gas. Sebab, potensi kerugian yang ditimbulkan lantaran gas elpiji mudah bocor.

Selain di Loktuan, monitoring juga dilakukan di Pangkalan Adaruddin di Jalan Arif Rahman Hakim, RT 41, Kelurahan Belimbing. Saat ini proses monitoring masih  berlangsung di Pangkalan Akawi.

“Tidak ada penimbunan, kelangkaan itu terjadi karena panic buying dan distribusi yang molor,” ujarnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Komitmen Penuhi Hak Pekerja Rentan, PT KNI Terima Paritrana Award Kalimantan Timur

Next Post

Lanjutan Sidang Kasus Lahan Bandara, Satu Terdakwa Ajukan Eksepsi

Related Posts

Tingkatkan Profesionalitas ASN, DPK Bontang Gelar Sharing Session Arsiparis Teladan
Society

Tingkatkan Profesionalitas ASN, DPK Bontang Gelar Sharing Session Arsiparis Teladan

29 April 2026, 19:19
Kasus Pedofil di Bontang Utara, UPT PPA Minta Warga Jangan Sudutkan Korban
Bontang

Kasus Pedofil di Bontang Utara, UPT PPA Minta Warga Jangan Sudutkan Korban

29 April 2026, 19:13
DPK Bontang Sediakan Ribuan Koleksi Inklusif, Perkuat Literasi Disabilitas
Society

DPK Bontang Sediakan Ribuan Koleksi Inklusif, Perkuat Literasi Disabilitas

29 April 2026, 16:56
Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur
Society

Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

29 April 2026, 16:21
Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet
Kriminal

Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

29 April 2026, 15:59
Kutim Dapat Nilai Merah dari KPK, Pemkab Diminta Berbenah
Kaltim

Kutim Dapat Nilai Merah dari KPK, Pemkab Diminta Berbenah

29 April 2026, 15:32

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.