• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Alasan Pemerintah Ngotot Pertahankan Presidential Threshold 20–25 Persen

by M Zulfikar Akbar
27 Juni 2017, 07:47
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Foto : Net

Foto : Net

Share on FacebookShare on Twitter

Presidential threshold masih menjadi penyebab utama mandeknya pembahasan RUU Pemilu di DPR. Belum ada kesepakatan apakah syarat ambang batas perolehan suara parpol untuk pencalonan presiden itu dipertahankan atau dihapus. Yang pasti, pemerintah sudah mematok harga mati bahwa persyaratan itu harus ada.

Versi pemerintah, konsistensi aturan menjadi salah satu alasan mengapa presidential threshold harus tetap ada. Selain itu, persyaratan tersebut sudah sesuai dengan amanat UUD 1945 sehingga tidak perlu diubah. Sementara itu, versi sejumlah fraksi di DPR, presidential threshold otomatis terhapus dengan adanya pemilu legislatif dan pemilu presiden serentak.

Mendagri Tjahjo Kumolo menjelaskan, konstitusi hanya menyebutkan bahwa presiden dan wakil presiden dicalonkan parpol atau gabungan parpol sebelum pemilu. Tidak diatur jelas besaran parpol yang berhak mengusulkannya. ”Itu merupakan kewenangan pembuat undang-undang atau open legal policy,’’ terangnya kemarin (26/6).

Baca Juga:  Dewan Belum Terima Nama Calon Wawali

Lagi pula, putusan MK yang menyatakan bahwa pemilu dilaksanakan serentak tidak membatalkan aturan presidential threshold dalam UU sebelumnya. Yakni, UU No 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wapres. Itu berarti, ketentuan presidential threshold 20 persen kursi legislatif atau 25 persen suara sah parpol pada pemilu nasional masih tetap sah untuk diberlakukan kembali.

Sebelumnya sempat dirumorkan bahwa pemerintah ngotot mempertahankan presidential threshold sebagai skenario memuluskan petahana. Apalagi, saat ini beberapa parpol sudah mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi pada 2019. Asumsinya, kesempatan bagi calon lain akan semakin kecil jika syarat presidential threshold tetap diberlakukan.

Menanggapi tudingan itu, Tjahjo meyakinkan bahwa presidential threshold tidak untuk menghalangi munculnya capres lain. Merujuk dua edisi pilpres sebelumnya yang menggunakan presidential threshold, selalu muncul lebih dari satu capres. Bahkan, pada 2009 malah muncul lima pasang capres-cawapres

Baca Juga:  Hasdam Rajai Survei, Versi LSI Denny JA, Rita Serahkan ke Mekanisme Partai

Dalam penyusunan aturan kali ini, lanjut mantan Sekjen PDIP itu, pemerintah dan pansus RUU Pemilu sepakat mengatur bahwa KPU akan menolak bila sampai muncul hanya satu pasang capres-cawapres. ”Aturan presidential threshold tidak boleh menghalangi munculnya capres lain. Sehingga hampir bisa dipastikan Pilpres 2019 bakal diikuti lebih dari satu paslon,” katanya.

Berdasar hasil Pemilu 2014, sepuluh parpol mendapatkan kursi di DPR. Kursi terbanyak dimiliki PDIP (106) dan paling sedikit dimiliki Partai Hanura (16). Dengan komposisi yang ada, pada Pemilu 2019 bisa dimunculkan empat paslon presiden dan wakil presiden. Tidak ada parpol yang bisa mengajukan calon sendiri tanpa koalisi.

Alasan lainnya adalah stabilitas politik. Pada tiga edisi pemilu sebelumnya, dukungan parlemen terhadap presiden terpilih tidak pernah sampai menyentuh angka 50 persen + 1. Alhasil, konsentrasi presiden terpilih terbelah karena masih harus membangun konsolidasi politik dengan partai yang sebelumnya tidak mendukung dia.

Baca Juga:  Kok Baliho Mantan Kapolda Masih Terpasang ya.....

Dengan adanya presidential threshold 20–25 persen, Thahjo yakin peluang untuk mendapatkan pemerintahan yang stabil bakal semakin terbuka. Meski belum teruji, setidaknya pemerintah tidak perlu menggandeng banyak parpol non pendukung dibandingkan bila presidential threshold kurang dari itu atau bahkan nol. (byu/c10/fat)

Tags: pemilihan \politik
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Yusril Sarankan Abolisi untuk Rizieq

Next Post

Pro dan Kontra Presidential Threshold

Related Posts

Lima Dewan Samarinda Diberhentikan 
Kaltim

Lima Dewan Samarinda Diberhentikan 

12 Desember 2018, 16:20
Kepastian Venue Porprov Belum Final
Bontang

Andi Harun Bidik Kursi Bontang 1

22 Oktober 2018, 21:09
Kepindahan Herwan Dinilai Rugikan Hanura 
Kaltim

Kepindahan Herwan Dinilai Rugikan Hanura 

26 September 2018, 11:33
Status TMS Puji Disebut Miskomunikasi 
Kaltim

Status TMS Puji Disebut Miskomunikasi 

14 Agustus 2018, 11:30
Golkar Terancam Kalah Pemilu? 
Kaltim

Golkar Terancam Kalah Pemilu? 

29 Juli 2018, 11:34
PPP Siap Copot Bacaleg Bermasalah 
Kaltim

PPP Siap Copot Bacaleg Bermasalah 

24 Juli 2018, 11:31

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.