• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Alhamdulillah, Diguyur Hujan, Kualitas Udara Bontang Membaik

by M Zulfikar Akbar
1 Oktober 2019, 11:29
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Hasil pengukuran kualitas udara di sarana Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang berada di bundaran Hotel Bintang Sintuk. (ADIEL KUNDHARA/KP)

Hasil pengukuran kualitas udara di sarana Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang berada di bundaran Hotel Bintang Sintuk. (ADIEL KUNDHARA/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

Kualitas udara di Kota Taman terus membaik. Polusi udara akibat kabut asap diperkirakan terus menurun karena Bontang beberapa hari ini diguyur hujan.   

BONTANG – Pengukuran tingkat polusi udara lima hari belakangan ini menunjukkan hasil positif. Berdasar data yang dihimpun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang tercatat kualitas udara masuk kategori baik. Kabid Pengendalian, Pencemaran, dan Kerusakan Lingkungan DLH Bontang Syapriansyah mengatakan, indeks standar pencemar udara (ISPU) berkisar di angka 8,6–33,4.

Angka tersebut berasal dari jumlah polutan PM 10 yang terukur yakni 43 sampai 76 ug/m3. “Kami telah melakukan pengukuran dua kali di dua titik berbeda. Yaitu depan Pos Jaga RS Pupuk Kaltim dan depan Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Loktuan,” kata Syapriansyah.

Baca Juga:  Kabut Asap Pekat Selimuti Kubar, Sekolah Terapkan Belajar dari Rumah

Menurutnya, terjadi perubahan perhitungan setelah pengukuran di depan RSUD Taman Husada, beberapa waktu lalu. Hal ini berdasar rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sebelumnya, pengukuran dari DLH Kaltim mengacu pada angka maksimal yang direkap tiap titiknya.

Sementara KLHK berpatokan pada nilai rata-rata selama proses pengukuran. “Oleh sebab itu, kemarin (beberapa waktu lalu) angkanya tinggi. Saat di RSUD, kami iseng mencoba mengirim data ke KLHK, ternyata bertolak belakang,” ucapnya.

Sebenarnya jika data di rata-rata, angka polutan PM 10 rendah selama ini. Dia menerangkan, hasil itu selaras dengan alat ISPU yang tertera dalam sarana di dua titik. Meliputi sekitar bundaran Hotel Bintang Sintuk dan simpang tiga Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB).

Baca Juga:  Karhutla Belum Tuntas, Jambi Berkabut, Riau Membiru

Selain kebakaran lahan, kata dia, faktor dari buruknya kualitas udara dapat bersumber dari intensitas kendaraan yang melintas dan penggunaan mesin genset di sekitar alat ukur. “Kalau PM 10 ini banyak sumbernya. Jadi bisa banyak faktor. Beberapa waktu angkanya memang besar, terutama saat jam pulang kerja. Sebab, banyak kendaraan yang melintas,” tutur dia.

Dia memprediksi, angka ini berpotensi terus mengalami penurunan. Pasalnya, dalam beberapa hari ini Kota Taman diguyur hujan. Meski demikian, warga tetap diimbau untuk menggunakan masker sewaktu beraktivitas di luar ruangan. Hal ini sesuai surat edaran Wali Kota Bontang nomor 188.65/1307/DLH/2019 mengenai kewaspadaan dini terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga:  Karhutla Merembet ke Sarang Walet di Muara Badak, Warga yang Bantu Padamkan Api Ditemukan Meninggal

Sebelumnya diberitakan, kualitas udara saat marak terjadinya kebakaran lahan menunjukkan kategori tidak sehat dan berbahaya. Tercatat tiga kali pengukuran berkategori berbahaya. Lokasi pengukuran kala itu menyasar halaman kantor Kelurahan Bontang Lestari, halaman RS Amalia, dan halaman parkir RSUD Taman Husada.

Sementara itu, dua kali kategori tidak sehat diukur di halaman kantor Graha Taman Praja dan halaman kantor Kelurahan Guntung. Waktu pengukuran mulai 17 September hingga saat ini. Tiap titik dibutuhkan durasi 24 jam untuk pengambilan data. (*/ak/kri/k16/prokal)

Tags: ispuKarhutlaPencemaran Udara
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sudah Kesepakatan Antar-Negara, Kehadiran TKA Sulit Dibendung

Next Post

Museum Sejarah Nabi Terbesar Dibangun di Indonesia

Related Posts

Polda Kaltim Ungkap 37 Kasus Karhutla, 33 Orang Jadi Tersangka
Kaltim

Polda Kaltim Ungkap 37 Kasus Karhutla, 33 Orang Jadi Tersangka

29 Oktober 2026, 19:14
Kebakaran Berulang di Bontang Lestari, Petugas Waspadai Titik Api Susulan
Bontang

Kebakaran Berulang di Bontang Lestari, Petugas Waspadai Titik Api Susulan

28 Oktober 2026, 15:08
Langit Oranye Selimuti Palangka Raya, Warga Bertaruh Nyawa di Tengah Asap Berbahaya
Nasional

Langit Oranye Selimuti Palangka Raya, Warga Bertaruh Nyawa di Tengah Asap Berbahaya

28 Oktober 2026, 14:52
Dampak Kabut Asap, Kasus ISPA di Balikpapan Capai 91 Ribu
Kaltim

Dampak Kabut Asap, Kasus ISPA di Balikpapan Capai 91 Ribu

24 Oktober 2026, 10:10
Titik Panas di Berau Sudah Tembus 700, Terbanyak di Kaltim
Nasional

Karhutla Belum Jadi Bencana Nasional, Menko Polkam: Indonesia Masih Sanggup

20 Oktober 2026, 08:39
Kabut Asap Karhutla Indonesia Sampai Singapura, Ini Daftar 7 Perusahaan yang Disorot NEA
Nasional

Kabut Asap Karhutla Indonesia Sampai Singapura, Ini Daftar 7 Perusahaan yang Disorot NEA

19 Oktober 2026, 15:14

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.