BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat berdampak langsung pada poyek multi years Revitalisasi Danau Kanaan. Pemerintah Kota Bontang sebelumnya menyiapkan anggaran Rp267 miliar untuk pengerjaan fisik hingga 2028.
Skema pembiayaan awal mencakup Rp48 miliar pada 2026, Rp129 miliar pada 2027, dan Rp88,8 miliar pada 2028. Selain itu, terdapat biaya pengawasan teknis sebesar Rp5 miliar dan biaya pengelola kegiatan Rp1 miliar yang dibayar bertahap.
Namun, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyebut kemampuan fiskal daerah pada 2026 hanya memungkinkan alokasi sekitar Rp30 miliar.
“Proyek multi years tetap berjalan, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi anggaran,” jelasnya, Rabu (26/11/2025).
Meski anggaran tertekan, Pemkot memastikan proyek pengendalian banjir, termasuk revitalisasi Danau Kanaan, tidak akan berhenti.
Pemerintah juga menyiapkan langkah alternatif berupa pengajuan bantuan pembangunan ke pemerintah pusat.
“Minggu depan, sesuai perintah ibu wali kota, saya akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR. Doakan ini bisa dikabulkan,” ujar Agus Haris. (*)







