• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Angka ODHA Samarinda Masih Tinggi 

by BontangPost
3 Oktober 2018, 11:35
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi(net)

Ilustrasi(net)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Tren orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Tepian terus meningkat. Untuk tahun 2016 saja jumlah ODHA ada sekira 330 kasus, tahun 2017 jumlah ODHA mencapai sekira 380, sedangkan untuk tahun 2018 yang sedang berjalan, jumlah penderita HIV/AIDS tercatat sudah mencapai 387. (selengkapnya lihat grafis).

Angka penularan penyakit mematikan ini ternyata didominasi oleh kaum transmisi seksual yang mana kerap melakukan perilaku seks menyimpang. Apalagi jika kegiatan tersebut dilakukan tidak diiringi dengan pemakaian alat pengaman.

Pengelola Program Kesekretariatan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Samarinda, M Basuki mengakui, untuk di Samarinda sendiri tren tersebut memang terbilang tinggi. Karena warga Kota Tepian banyak yang bergaya hidup bebas.

“Dari trennya saja bisa kita lihat jika ODHA mengalami peningkatan. Bisa kita lihat dari data kalau kaum transmisi seksual angkanya terus meningkat,” kata dia, belum lama ini.

Untuk tahun 2016 saja, jumlah ODHA dikarenakan transmisi seksual tercatat ada 306 dan untuk tahun 2017 jumlahnya mencapai 360. Kendati demikian, secara keseluruhan dia menyebut, data tersebut hanya merupakan jumlah kasus yang tercatat di rumah sakit daerah.

Baca Juga:  Perlawanan Andi Harun Berakhir 

Apabila ODHA tidak melakukan pengobatan ke rumah sakit maka keberadaannya tidak akan diketahui. Dengan kata lain, masih banyak ODHA yang berada di luar jangkauan pemerintah karena tidak tercacat dalam data base rumah sakit daerah.

“Soalnya kalau di lapangan itu kesulitannya kami tidak bisa mendapatkan data yang lengkap. Kami juga tidak akan mengetahui keberadaan ODHA apabila mereka tidak melaporkan dirinya seperti berobat ke rumah sakit,” tutur Basuki.

Sampai saat ini, data ODHA yang meninggal di rumah sakit ada sekira 390 orang. Data yang ada tersebut tidak termasuk dengan jumlah ODHA yang meninggal di rumahnya. Kebanyakan para ODHA yang meninggal ini datang ke rumah sakit dalam keadaan sakit parah.

“Karena menurut teori kemungkinan meninggalnya para ODHA lebih dikarenakan penyakit-penyakit yang mengikutinya. Seperti TBC dan diare. Jadi kondisi badan sudah lemah, dengan adanya HIV/AIDS tersebut turut serta menggerogoti badan ODHA,” ungkap Basuki.

Terpisah, Staf Seksi Pengendalian Masalah Kesehatan Bagian HIV/AIDS Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda, Rika Wati menjelaskan, tren perilaku seks menyimpang ini terbilang berbahaya. Sebab kebanyakan kasus di lapangan yang ditemui pihaknya, para transmisi seksual ini tidak lagi merasa risih dengan perilaku tersebut. Kini mereka merasa nyaman dan menganggap hal tersebut merupakan kodratnya.

Baca Juga:  SMAIT Nurul Ilmi Gelar Try Out UBK

“Yang jadi permasalahann sekarang kan para LSL (lelaki suka lelaki, Red.) ini tentunya harus melanjutkan hidup. Mereka mungkin akan menikahi wanita untuk melanjutkan keturunan, namun hal itu tidak merubah sifat dasar naluriahnya yang masih menginginkan seorang lelaki. Sehingga, jika terjangkit ia akan membawa penyakit tersebut pulang ke rumah,” beber Rika.

Belum lagi perilaku para suami yang suka jajan di luar, imbuhnya. Ketika mereka terkena penyakit tersebut dan pulang ke rumah maka secara tidak langsung akan menularkan penyakit mematikan itu kepada istrinya.

“Kalau istrinya mengandung, maka kemungkinan besar anaknya juga akan terkena imbasnya. Sehingga seolah-olah lingkaran ini tidak akan pernah selesai. Jumlah ODHA terus bertambah,” pungkasnya. (*/dev)

DATA KASUS HIV/AIDS DI SAMARINDA

Angka Kasus   HIV/AIDS                                

Tahun              HIV                  AIDS     Jumlah

2016                136                  194      330

2017                199                  181      380

2018                91                    62        153

Total                426                  437      863

Baca Juga:  ASTON Samarinda Ramaikan Big Wedding Festival 

Kasus Berdasarkan Jenis Kelamin

Tahun              Laki-laki           Perempuan

2016                227                  103

2017                253                  127

2018                98                    55

Total                578                  285

 

Kasus Berdasarkan Usia

Tahun              <15      15-24   25-34   35-45   >45      Jumlah

2016                12        59        137      86        36        330

2017                12        71        155      85        57        380

2018                6          22        62        38        25        153

Total                30        152      354      209      118      863

 

Kasus Berdasarkan Pekerjaan

Tahun  PNS      TNI/POLRI       IRT       Pelajar             Swasta             Tak Kerja dll

2016    13        17                    59        9                      170                  62

2017    25        3                      89        4                      170                  89

2018    3          0                      43        4                      52                    51

 

Kasus Berdasarkan Faktor Risiko

Tahun              Alat Suntik       Transisi Seksual          Transisi           Lain-lain

2016                12                    306                              11                    1

2017                7                      360                              11                    2

2018                1                      144                              5                      3

 

Kasus Berdasarkan Kelompok Risiko

Tahun              Narkoba           Pekerja Seks    Pelanggan Seks           Homoseksual

2016                12                    18                    230                              70

2017                7                      21                    250                              102

2018                1                      4                      103                              45

Sumber Data: KPA Samarinda

Tags: hiv aidsMetro Samarinda
Share14TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Cegah Penipuan lewat Literasi Keuangan

Next Post

Foto Tol Balikpapan–Samarinda, Bukan Gedebage–Cilacap

Related Posts

Kasus HIV di Kaltim Diduga Masih Banyak, Daerah Terkendala Anggaran untuk Deteksi
Bontang

Kasus HIV di Kaltim Diduga Masih Banyak, Daerah Terkendala Anggaran untuk Deteksi

14 September 2026, 19:46
HIV/AIDS Masih Jadi Ancaman, DPRD Kaltim Bentuk Pansus untuk Ubah Aturan Lama
Kaltim

HIV/AIDS Masih Jadi Ancaman, DPRD Kaltim Bentuk Pansus untuk Ubah Aturan Lama

21 Agustus 2026, 17:00
Balikpapan Masuk Zona Merah HIV, Homoseks dan Pengguna Narkoba Suntik Kelompok Paling Rentan
Kaltim

Balikpapan Masuk Zona Merah HIV, Homoseks dan Pengguna Narkoba Suntik Kelompok Paling Rentan

10 September 2025, 11:00
Ratusan Mahasiswa Bandung Positif Terinfeksi HIV AIDS
Kesehatan

Ratusan Mahasiswa Bandung Positif Terinfeksi HIV AIDS

26 Agustus 2022, 16:30
Penderita HIV/AIDS Sulit Diawasi
Bontang

Penderita HIV/AIDS Sulit Diawasi

6 Desember 2019, 15:06
Kisah 14 Anak dengan HIV/AIDS Ditolak Bersekolah di Solo
Feature

Kisah 14 Anak dengan HIV/AIDS Ditolak Bersekolah di Solo

19 Februari 2019, 17:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.