• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Antiguyon Emak-Emak dari North Carolina

by BontangPost
3 November 2018, 06:00
in Dahlan Iskan
Reading Time: 2 mins read
0
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on Twitter

oleh Dahlan Iskan

 

Suami-istri ditanya resep panjang perkawinan mereka.

Jawab sang suami: beri kepercayaan pada istri. Jangan pekerjaan kecil-kecil pun dilakukan suami.

Pekerjaan kecil itu seperti apa?

Misalnya membeli mobil, mendepositokan uang di bank, membeli rumah baru…. Semua itu berikan wewenang ke istri. Pekerjaan besar saja yang dikerjakan suami.

Lho yang pekerjaan besar itu seperti apa?

Misalnya: mengganti presiden.

*

Lelucon itu beredar di Amerika. Sejak setahun yang lalu. Saya tahu saat saya di sana.

Tapi lelucon itu tidak valid lagi. Di North Carolina terbentuk gerakan ibu-ibu. Yang sangat kuat. Agar calon DPR dari Demokrat di distrik di situ bisa menang. Di pemilu tanggal 6 November minggu depan. Mengalahkan calon Republik.

Mereka itu dulunya tidak peduli politik.

Majalah Time menjadikan gerakan emak-emak Amerika itu laporan utama. Di Time terbaru: bagaimana mereka begitu gigih. Mengetuk pintu dari rumah ke rumah. Tiada lelah.

Pileg itu tinggal tiga hari lagi. Semua anggota Kongres (DPR) dipilih ulang: 435 kursi.

Baca Juga:  Superman Itu Tetangganya Sendiri

Untuk Senat (DPD), hanya 35 yang dipilih. Dari 100 anggota Senat.

Ada enam kursi Kongres yang  tidak ikut pileg. Mereka mewakili daerah-daerah khusus: Washington DC, Porto Rico, Virgin Island, Kepulauan Mariana, Samoa, dan Guam. Enam anggota Kongres ini tidak punya hak suara.

Hasil Pileg ini sangat menentukan bagi presiden Donald Trump. Kalau Demokrat yang menang bisa-bisa Trump dijatuhkan.

Itulah misi gerakan ibu-ibu di North Carolina tadi. Yang kemudian menginspirasi kawasan-kawasan lain di seluruh Amerika.

Isu pileg pun berubah drastis: tidak mau membicarakan isu-isu nasional. Yang berat-berat. Mereka fokus ke isu lokal. Mengenai persoalan di dapil mereka masing-masing.

Misalnya di dapil 39 California. Isunya sangat khas: calon berdarah Asia lawan caleg keturunan Spanyol.

Kampanye nya pun beda dengan dapil lain. Penggunaan WeChat lebih dominan dari WA. Ada 300 ribu keturunan Asia di California. Yang Tionghoa umumnya pakai WeChat. Total keturunan Asia mencapai 32 persen penduduk.

Baca Juga:  Wardah di Harvard

Kebetulan. Kali ini caleg di Dapil 39 keturunan Korea: Young Kim. Wanita. Umur 54 tahun. Bukan saja keturunan Asia. Dia bahkan masih lahir di Incheon, dekat bandara Seoul.

Kim sudah berpengalaman bertarung di arena caleg. Pada 2014. Saat berhasil menggeser Sharon Silva di DPRD negara bagian California. Dengan kemenangan 56,6 persen. Lalu dikalahkan lagi oleh Silva. Di pileg berikutnya. Dengan presentase kekalahan yang sama.

Di pencalegan Kongres ini Kim mewakili partai Republik. Ingin meneruskan keanggotaan Ed Royco. Yang tahun ini memutuskan tidak nyaleg lagi. Biar pun usianya baru 67 tahun. Usia 67 tahun itu saya tulis ‘baru’ semata karena umur saya juga 67 tahun.

Royco sudah 14 kali terpilih jadi anggota DPR. Sejak 1993. Bahkan sebelum itu sudah terpilih sebagai anggota Senat.

Kim adalah kader langsung  Royco. Dia terus menempel Royco di Kongres. Lebih 10 tahun. Dialah yang atur-atur lobi politik.

Pencalonan Kim mendapat dukungan penuh Royco. Satu dukungan yang amat penting. Di samping dukungan dari masyarakat keturunan Asia.

Baca Juga:  Pisau di Tangan Benjamin Chua dan Manish

Tapi lawannya juga tangguh: Gilbert Cisneros. Keturunan Spanyol. Anak seorang veteran perang Vietnam. Yang ibunya kerja sebagai pelayan restoran. Gilbert tidak ikuti jejak ayahnya. Ia berbisnis. Sampai bisa menjadi pemilik pabrik semen Portland.

Delapan tahun lalu terjadi kehebohan. Gilbert jadi pembicaraan semua orang: menang lotre sekitar Rp 4 triliun. Tepatnya US 266 juta dolar.

Sebagian uang itu ia pakai modal yayasan. Untuk memajukan pendidikan masyarakat keturunan Spanyol di daerahnya. Ia sangat populer di sana.

”Dulunya saya anggota partai Republik. Tahun 2008 saya pindah ke Demokrat,” ujar Gilbert. “Partai Republik telah menjadi terlalu ideologis,” katanya.

Itulah problem dunia sekarang. Terlalu banyak orang yang meninggalkan ideologi. Yang ideologis pun kemudian melawan: menjadi lebih nemen ideologisnya.

Bandul politik lagi ke kanan. Di Amerika, Brazil, Jerman, Inggris, Prancis, dan di mana-mana. Tantangan yang nyata: bagaimana menariknya kembali ke tengah. (Dahlan Iskan)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: dahlan iskan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Cakupan Vaksin MR Terendah

Next Post

Pupuk Kaltim Ajak Warga Bergembira 

Related Posts

Menang Nirkuasa
Dahlan Iskan

Menang Nirkuasa

10 Mei 2019, 06:17
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dokter Cerai

9 Mei 2019, 06:00
Kursi Roda
Dahlan Iskan

Kursi Roda

7 Mei 2019, 06:43
37 Derajat
Dahlan Iskan

37 Derajat

6 Mei 2019, 05:57
Orang Suci
Dahlan Iskan

Orang Suci

5 Mei 2019, 12:01
Jantung Bocor
Dahlan Iskan

Jantung Bocor

4 Mei 2019, 13:05

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kartu Bontang Pintar Tetap Prioritas, Pemkot Sesuaikan Nominal Bantuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.