• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Antisipasi Gejolak Harga, Pedagang Mesti Jual Ayam Per Kilo

by BontangPost
1 Agustus 2018, 11:30
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
TERUS MELAMBUNG: Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Samarinda meroket tajam yang menyebabkan kelangkaan dan minimnya minat pembeli.(DOK/METRO SAMARINDA)

TERUS MELAMBUNG: Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Samarinda meroket tajam yang menyebabkan kelangkaan dan minimnya minat pembeli.(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Sebagai langkah awal antisipasi melonjaknya harga ayam, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meminta kepada para pedagang untuk menjual ayam dengan sistem kiloan. Pasalnya jika dijual dengan sistem per ekor, dikhawatirkan ada kecurangan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang dapat merugikan pembeli, terutama dengan langkanya ayam di pasaran saat ini.

Hal ini diungkapkan Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Sumber Daya Alam Sekretariat Kota (Setkot) Samarinda, Maria Wati, saat disambangi awak media di kantornya di Balai Kota Samarinda, Selasa (31/7) kemarin. Ia mengatakan, harusnya pedagang sudah mulai menjual ayam dengan sistem kiloan bukan per ekor. Seperti yang ia temui di Pasar Pagi dan Pasar di Palaran.

Baca Juga:  UMK Samarinda Diputuskan Pekan Depan

“Jika dijual per kilo, kan hitungan beratnya jelas. Kalau per ekor, kita tidak tahu apakah benar ayam yang kita beli itu sudah sesuai atau tidak. Seperti yang saya lihat kemarin di Pasar Pagi, ayamnya sudah dipotong dan dijual per kilo, begitu kan bagus. Begitu juga dengan yang di Palaran,” ungkap Maria.

Lebih lanjut, menanggapi naiknya harga ayam usai inspeksi mendadak (sidak), Senin (30/7) lalu, Maria berkata, Wali Kota Samarinda segera merapatkan hal ini bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Bank Indonesia perwakilan Kalimantan Timur.

“Rencananya besok (hari ini) mau rapat. Dipimpin langsung Pak Wali untuk menentukan rencana selanjutnya seperti apa. Karena yang terjadi selama ini bukan karena stok yang langka, namun ada pengurangan jatah dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Baca Juga:  Empat Paslon Belum Aman

Terpisah, Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Samarinda, Dhana Rosaeri berkata, langkanya ayam di pasaran karena ada pembatasan stok dari pusat yang terjadi secara nasional. Apalagi dengan meningkatnya permintaan dari masyarakat.

Untuk diketahui, kebutuhan daging ayam di Samarinda dan di sekitarnya bisa mencapai 65 sampai 70 ribu ekor per hari. Sedangkan stok yang tersedia hanya 55 hingga 60 ribu ekor per harinya.

“Selain itu hal lain yang turut mempengaruhi kelangkaan ini ialah matinya ayam yang diakibatkan virus yakni Inclusion Body Hepatitis (IBH). Hal ini sangat mempengaruhi distribusi ayam ke daerah-daerah,” tutur Dhana. (*/dev)

Tags: harga ayamMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Demo Tuntut Pekerja GPK Dihentikan

Next Post

Trayek ke Bandara APT Pranoto Masih Terkendala Izin 

Related Posts

Ayam Mahal, Terkendala Distribusi Pakan, Pasokan Kurang
Bontang

Ayam Mahal, Terkendala Distribusi Pakan, Pasokan Kurang

12 Juni 2022, 09:52
Pedagang Ayam Kompak Turunkan Harga
Bontang

Pedagang Ayam Kompak Turunkan Harga

8 April 2019, 21:58
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.