BONTANG – Untuk mengantisipasi dan mengatasi musibah kebakaran, warga Kanaan mengikuti training simulasi pemadaman api di Kelurahan Kanaan, Rabu (1/2) kemarin. Kegiatan tersebut digelar Badak LNG lewat tim Fire Training Ground yang bekerja sama dengan kelurahan, dalam rangka Bulan Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) Nasional.
Lurah Kanaan Deddy S Marpaung mengungkapkan, sangat mengapresiasi kegiatan Badak LNG yang memberikan sosialisasi K3 kepada warga Kanaan, dalam mencegah terjadinya bahaya kebakaran. Menurutnya, simulasi ini sangat penting dilakukan karena manfaatnya begitu besar khususnya kepada para ibu rumah tangga yang kesehariannya bergelut dengan urusan dapur. “Melihat antusias warga begitu besar, semoga kegiatan ini bisa berlanjut tiap tahunnya,” harapnya.
Marsus Trainer Fire Training Ground Badak LNG menjelaskan, dari kegiatan Bulan K3 ini pihaknya sudah memberikan sosialisasi dan simulasi di empat kelurahan, yakni Berebas Tengah, Satimpo, Gunung Telihan, dan Kanaan. Dalam simulasi tersebut, mereka menjelaskan cara menangani kebocoran gas. Yang harus dilakukan lanjutnya, pertama kali adalah dengan membuka jendela dan pintu agar gas tersebut dapat keluar dari rumah. Setelah itu, cabut regulator dari tabung untuk menghentikan aliran gas yang mengalir ke kompor. “Tapi selama kebocoran, upayakan jangan sampai menyalakan sesuatu yang dapat menimbulkan percikkan api,” jelasnya.
Marsus menambahkan, dalam simulasi tersebut mereka juga menjelaskan cara memadamkan api yang membakar kompor dengan menggunakan karung goni atau handuk basah. Setelah itu, giliran warga yang mempraktikkan cara memadamkan api tersebut, yang dilakukan dengan teknik khusus guna menghindari bahaya api maupun asap. “Tujuannya kegiatan ini adalah agar warga bisa lebih sigap dan tanggap serta mengetahui cara memadamkan api tanpa ada rasa gugup,” tuturnya.
Sementara itu Ketua RT 07 Kelurahan Kanaan Andarias Toding Allo mengungkapkan, kegiatan ini sangat bagus untuk warga. Namun ia beharap, kegiatan tesebut dapat dilakukan setiap enam bulan sekali. “Ditakutkan kalau hanya setahun sekali warga bisa lupa. Bila kegiatan ini rutin tentunya bahaya kebakaran akan mudah dicegah,” tegasnya. (ver)






