Kisah Inspiratif Warga Bontang : Sulaiman Anwar (153)
Tidak pernah mengeluh dan terus bersyukur walau harus ditempatkan dimana saja menjadi kunci Sulaiman Anwar dalam bekerja. Baginya, bisa memberikan pelayanan terbaik ke umat adalah kepuasan tersendiri.
Bambang, Bontang
Sebelum diamanahi menjadi Kepala Kemenag Bontang, perjalanan Sulaiman Anwar meniti karir sebagai pegawai Kemenag Bontang cukup panjang. Sejak diangkat menjadi pegawai pada 1993 silam, SUlaiman langsung ditempatkan sebagai staf di KUA Muara Jawa, Kutai Kartanegara. Kala itu, pegawai di KUA hanya ada dua orang, dirinya dan Kepala KUA.
Karena hanya dua orang saja, sehingga segala urusan kantor harus dihendel secara bersamaan, kadang-kadang harus bergantian. Beban yang dirasakan pun cukup berat kala itu. Namun dari hal itu justru Sulaiman bersyukur, karena dipaksaan oleh keadaan, sehingga dituntut untuk selalu bisa dalam mengerjakan hal apapun.
“Dibalik minimnya SDM kala itu, justru hikmahnya saya bisa mengetahui dan mengerjakan banyak hal,” ujar Suami Isnawati itu.
Saat menjabat sebagai Kepala KUA di Anggana, Kukar pada 2007 silam, Sulaiman juga pernah menorehkan prestasi gemilang. Dirinya berhasil masuk dalam sepuluh besar KUA Teladan Tingkat Nasional. Hal itu berkat inovasinya dalam program pemberian penyuluhan pernikahan kepada para pelajar dimana melibatkan imam-imam masjid setempat untuk turun bersama ke sekolah memberikan penyuluhan.
Selain itu, Sulaiman juga berhasil menghapuskan calo-calo pernikahan yang saat itu memasang tarif jasa pengurusan administrasi pernikahan dengan harga sampai tiga kali lipat dari harga yang telah di tetapkan KUA.
“Kala itu memang banyak calon pengantin (catin) yang malas mengurus administasi ke KUA dan hanya mempercayakan ke calo-calo. Sehingga tidak tahu harga aslinya berapa. Setelah kami bersama imam masjid turun memberikan sosialisasi, barulah para pelajar maupun orang tua kaget jika harganya jauh yang mereka bayangkan,” ujarnya.
Dari momen itulah, akhirnya para orang tua dan catin kala itu mulai sadar untuk mendaftarkan sendiri ke KUA. Dua tahun kemudian, barulah calo-calo tersebut lenyap dengan sendirinya.
Dari inovasi itulah, akhirnya pelayanan di KUA bisa berjalan maksimal. Dan sebagai hadiah mendapatkan prestasi sebagai KUA teladan, oleh Kementerian Agama pusat Sulaiman diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji secara gratis.
Baginya, sudah menjadi komitmen ditempatkan di mana saja harus memberikan pelayanan dalam hal keagamaan yang terbaik kepada umat. Pantang mengeluh pun juga sudah tertanam dalam diri Sulaiman ketika harus dimutasi ke suatu daerah. Baginya, mutasi pekerjaan harus dijalani dengan rasa bersyukur karena hal itu sudah menjadi konsekuensi saat bersedia disumpah menjadi pegawai Kemenag.
“Intinya setiap pekerjaan jika dikerjakan secara teamwork akan terasa lebih ringan. Jika dijalani dengan ikhlas, tentu juga akan menjadi amal kebaikan bagi diri kita,” jelasnya.
Sejak ditugaskan menjadi Kepala Kemenag Bontang pada Oktiber 2016 lalu, Sulaiman mengaku juga akan menerapkan nilai-nilai tersebut kepada pegawai dan stafnya. Sesuai visi-misi Kemenag, dirinya pun juga akan memaksimalkan pembinaan dan pelayanan kepada umat beragama yang ada di Bontang sehingga diharapkan masyarakat dapat memahami agamanya secara benar. Selain itu, menciptakan kerukunan umat beragama pun juga menjadi penting untuk dilakukan sehingga meminimalisir terjadinya konflik antar agama.
“Hal ini tentu bisa menjadi sumbangsih untuk pembangunan SDM Bontang yang berkualitas,” terangnya.
Beberapa inovasi penyuluhan agama pun juga telkah diterapkan. Salah satunya yang baru-baru saja dilaksanakan yakni bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Diskes) dan Rumah Sakit dalam hal penyuluhan keagamaan kepada pasien yang mengalami sakit cukup parah. Beberapa peran lainnya yang masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) tahun ini adalah, meningkatkan kualitas lembaga dalam hal ini akreditasi sekolah pendidikan agama dibawah naungan Kemenag.
“Harapannya di 2017 ini Kemenag bisa berkiprah lebih baik lagi dalam hal peyananan keagamaan. Selain itu juga saya harapkan, koordinasi antaran Kemenag dan seluruh stakeholder bisa semakin harmonis sehingga dapat mencipatakan kerjasama-kerjasama lainnya dalam peningkatan kualitas pembinaan umat,” tandasnya. (***)
Nama : Drs. Sulaiman Anwar
TTL : Banjarmasin, 21 Februari 1965
Alamat : Jalan Jalak nomor 1 BTN PKT
Istri : Isnawati S.Sos
Anak : Adhya Adam Sultan
Muhammad Akhmal Ramadhan
Orang tua : Anwar Mandar – Bastiah
Pendidikan : Sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Samarinda jurusan Hukum Islam
Riwayat Pekerjaan : Staf KUA Muara Jawa, Kukar
Kepala KUA Muara Munta, Kukar
Kepala KUA Anggana, Kukar
Kepala KUA Kecamatan Tenggarong
Kasi Urusan Agama Islam Kanwil Provinsi Kaltim
Kepala Kemenag Kabupaten Kukar
Kepala Kemenag Bontang






