• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

APBD Kutim Diproyeksikan Rp 3,3 Triliun 

by BontangPost
23 Juni 2017, 12:22
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
SIDANG PARIPURNA: Bupati Ismunadar saat menyerahkan laporan Nota Pengantar KUA dan PPAS Ketua DPRD Kutim Mahyunadi.(IRFAN/HUMAS PEMKAB KUTIM)

SIDANG PARIPURNA: Bupati Ismunadar saat menyerahkan laporan Nota Pengantar KUA dan PPAS Ketua DPRD Kutim Mahyunadi.(IRFAN/HUMAS PEMKAB KUTIM)

Share on FacebookShare on Twitter

Masuk Nota Pengantar KUA dan PPAS 2018

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim telah menyampaikan Nota Pengantar Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2018. Nota pengantar dibacakan langsung oleh Bupati Kutim Ismunandar, di Ruang Sidang Utama, Sekretariat DPRD Kutim, Selasa (20/6).

Pembacaan proyeksi anggaran Pamkab Kutim tahun depan tersebut disaksikan langsung oleh Ketua DPRD Kutim yang juga sebagai pimpinan sidang Mahyunadi. Didampingi Wakil Ketua I Yulianus Palangiran, Wakil Ketua II Encek UR Firgasih. Sidang dihadiri sebanyak 30 anggota Dewan.

Dalam kesempatan itu, Ismu sapaan akrab orang nomor satu di lingkungan Pemkab Kutim tersebut menjelaskan lewat tema pembangunan nasional yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Yaitu pemerintah memacu investasi dan infrastruktur, untuk pertumbuhan dan pemerataan.

“Ditetapkan tema tersebut, prioritas pembangunan di Kutim tahun depan lebih diarahkan pada program dan kegiatan yang secara langsung maupun secara tidak langsung . Untuk dapat dan mampu meningkatkan produksi dan komoditas potensi unggulan,” ujarnya.

Baca Juga:  Cegah Politik Praktis di Pemilu, Belasan ASN Dibidik Bawaslu 

Ada tiga poin yang masuk dalam nota pengantar ini diantaranya dibacakan Ismu dengan gamblang. Seperti pertama, tentang KUA APBD 2018 yaitu pendapatan daerah. Total proyeksi pendapatan daerah 2018 sebesar Rp 3,3 Triliun. Dari pendapatan asli daerah (PAD), Dana Perimbangan, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Penerimaan pendapatan terbesar pada 2018 berasal dari Dana Perimbangan yang diproyeksikan Rp 2,6 Triliun, atau 80,51 persen dari total pendapatan daerah. Sementara itu pendapatan dari sumber PAD diproyeksikan mencapai Rp 100 Miliar atau 3 persen dari total pendapatan. Sedangkan dari sumber lain dari pendapatan yang sah diproyeksikan sebesar Rp 549 Miliar, atau 16,40 persen dari total pendapatan daerah 2018.

Baca Juga:  Bupati Minta Kejelasan Bantuan Listrik 

Poin kedua, Ismunandar mengungkapkan, belanja daerah mempunyai peran dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan sekaligus menjadi stimulus bagi pembangunan di Kutim. Belanja daerah pada 2018 direncanakan Rp 3,3 Triliun dengan alokasi belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung, sebesar 39,65 persen dan belanja langsung sebesar 60,35 persen.

“Belanja tidak langsung merupakan belanja yang tidak terkait langsung oleh pelaksanaan program kegiatan. Terdiri dari belanja pegawai, subsidi, hibah, bagi hasil kepada pemerintahan desa dan keuangan kepada kabupaten. Pada 2018 alokasi anggaran (untuk belanja tidak langsung) direncanakan Rp 1,3 Triliun,” tambahnya.

Selanjutnya Pemkab Kutim akan mengalokasikan belanja bagi hasil ke pemerintahan desa sebagaimana di amanahkan pada pasal 72 UU Nomor 6 Tahun 2014. Hal ini dimaksudkan untuk pemenuhan anggaran desa yang diarahkan pada peningkatan infastruktur, aksesbilitas transportasi, pelayanan dasar dan publik, dan penyelenggaraan pemerintahan

Baca Juga:  Tak Kunjung Gajian, TK2D Mengeluh 

Sementara untuk belanja langsung difokuskan kepala program yang bermanfaat untuk masyarakat dan untuk mencapai sasaran pembangunan ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Kutim 2018-2021. Belanja langsung terdiri dari belanja pegawai, pengadaan barang, serta modal direncanakan Rp 2,1 Miliar.

Poin ketiga yaitu menyasar pembiayaan daerah adalah sebuah penerimaan yang harus dibayar kembali ataupun pengeluaran yang akan diterima lagi. Dalam struktur APBD merupakan konsekuensi penerapan tahapan surplus defisit anggaran.

“2018 diproyeksikan balance (seimbang) antara pendapatan  daerah sebesar Rp 3,33 Triliun dan belanja daerah juga Rp 3,33 Triliun. Diasumsikan tidak terjadi. Selanjutnya saya minta kerjasama dengan DPRD Kutim untuk penetapan APBD 2018 dapat dilaksanakan selambat-lambatnya pada 30 Desember mendatang,” harap Ismu. (hms13/drh)

Tags: apbd kutimSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

KPC Sepakat Salurkan CSR untuk Masyarakat Adat

Next Post

Open House Dipusatkan di GSG, Bupati Ajak Warga Hadiri Halal Bilahal

Related Posts

DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026
Kaltim

DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026

3 Juli 2026, 18:44
Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.