• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Atasi Masalah Gizi Buruk, IRT Didorong Perbaiki Polah Asuh Anak 

by BontangPost
27 Januari 2018, 11:33
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
FOTO WAJAH: Wahyudinata(MUBIN/METRO SAMARINDA)

FOTO WAJAH: Wahyudinata(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Pada 2015 lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim pernah merilis data, terdapat 17 ribu balita mengalami gizi buruk. Merebaknya balita yang mengalami gizi buruk ini karena kurangnya perhatian ibu meningkatkan asupan gizi anak.

Hal itu diakui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Dinkes Kaltim, Wahyudinata. Ia mengimbau pada para ibu untuk terus memperhatikan dan meningkatkan gizi anak. Pasalnya, ibu yang akan menentukan dan memahami masalah gizi anak.

“Makanya edukasi, penyuluhan, dan penyadaran soal gizi ini harus dimulai dari ibu balita. Karena dari ibu lah masalah gizi ini dimulai. Jika gizi anak baik, itu tandanya ibu benar-benar memperhatikan asupan makan anak,” jelasnya, Kamis (25/1) lalu.

Wahyudinata mengaku, gizi buruk umumnya dialami keluarga yang latar belakang ekonominya menengah ke bawah. Sebabnya, golongan ini cenderung mengabaikan pola makan dan pola hidup anak.

Baca Juga:  Agus-Heru Sama Kuat

“Kalangan menengah ke bawah ini memberikan makanan yang tidak memenuhi standar gizi pada anak. Itulah sebabnya, banyak yang terkenan gizi buruk. Anak diberikan makanan bakso dan krupuk, sedangkan itu standarnya sangat rendah, tak heran gizi buruk didominisi kelompok ini,” ungkapnya.

Namun, tidak menutup kemungkinan masalah gizi buruk juga dialami masyarakat dengan tingkat ekonomi menegah ke atas. Karena masalah ini disebabkan pola hidup, pola makan, dan lingkungan.

“Ada juga dari kalangan ekonomi menegah ke atas yang pola makan anaknya buruk. Sehingga tak sedikit yang mengalami gizi buruk. Artinya apa? Ini soal perilaku, bukan semata-mata karena rendahnya asupan gizi yang diberikan pada anak,” terangnya.

Baca Juga:  Safaruddin Pimpin “Banteng Kaltim”

Perilaku hidup yang dimaksud yakni makanan yang diberikan tidak teratur, ibu tidak menimbang anak secara rutin, dan kebersihan lingkungan sangat buruk. Soal lingkungan, ia memberikan catatan bahwa banyak anak gizi buruk karena saluran pembuangan air tidak dibenahi, di rumah banyak sarang lalat, dan sampah dibuang tidak pada tempatnya.

“Kebersihan lingkungan ini yang tidak diperhatikan secara serius, sehingga berpengaruh pada kesehatan anak dan timbulnya gizi buruk. Makanya harus seimbang antara pemenuhan gizi dan lingkungan, karena keduanya saling mendukung untuk menciptakan anak yang sehat,” imbuhnya.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Pemerintah Provinsi Kaltim, Nina Endang Rahayu menyebut, hampir semua kota dan kabupaten di Benua Etam terdapat balita yang mengalami gizi buruk. Namun, tahun ini pihaknya lebih konsen di Kabupaten Penajam Paser Utara, karena di daerah tersebut banyak balita yang terkena gizi buruk.

Baca Juga:  Palaran Harapkan Sentuhan Pembangunan 

“Tahun ini gizi buruk merata di kabupaten dan kota di Kaltim. Jadi tidak ada yang benar-benar dominan. Dinas Kesehatan fokus di Kabupaten Penajam Paser Utara itu bukan berarti daerah lain tidak ada gizi buruk, hanya saja ini tahapan penyelesaian masalah,” sebutnya.

Sementara di Samarinda, masalah gizi buruk mayoritas dialami masyarakat di Kecamatan Samarinda Seberang. Namun di kecamatan tersebut tidak ada satu pun bayi yang terkena gizi buruk.

“Tapi kekurangan gizi ini, jika dibiarkan akan meningkat jadi gizi buruk. Makanya masyarakat harus rutin ke posyandu, konsultasi dan memeriksa kesehatan anak. Dengan begitu, secara bertahap kekurangan gizi bisa diatasi,” tandasnya. (*/um/drh)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: anakGizikesehatanMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Status KLB Belum Dicabut, Samarinda Bebas Difteri?

Next Post

Harga Beras Naik, Pedagang Menjerit 

Related Posts

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam
Kesehatan

9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam

14 Juli 2024, 11:51
Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita
Kesehatan

Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita

9 April 2024, 11:06
Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar
Bontang

Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar

24 Maret 2023, 13:30

Terpopuler

  • Digerebek Tengah Malam, Pemuda di Bontang Baru Kedapatan Simpan 28 Paket Sabu di Rumah

    Digerebek Tengah Malam, Pemuda di Bontang Baru Kedapatan Simpan 28 Paket Sabu di Rumah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Motor vs Pikap di Poros Sangatta–Bontang, Pengendara Asal Tanjung Laut Meninggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Heboh Petugas MBG Jadi ASN, SPPG Bontang Ungkap Fakta Sebenarnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Bontang Ingatkan Sekolah, Tak Boleh Pungut Biaya Bimbel dan LKS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Pengedar Sabu Dibekuk di Marangkayu, Polisi Sita Belasan Gram Barang Bukti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.