SANGATTA – Menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur, yang akan digelar di Kutim awal Desember 2018 mendatang, masih banyak data atlet yang belum lengkap. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Syahrir menegaskan, 10 kabupaten/kota dituntut untuk menyelesaikan berkas atlet yang kurang dengan waktu toleransi sepekan lamanya.
“Namanya berkas ada saja yang kurang. Biasanya yang kecil-kecil seperti fotokopi kartu keluarga misalnya. Itu juga penting dan harus dilengkapi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (28/10).
Ditambahkan Syahrir, apabila dalam sepekan tersebut berkas tidak juga lengkap, atlet bakal diskors. Hal ini dijelaskan dalam Delegation Registrasi Meeting (DRM) di Samarinda, kemarin. Pertemuan tersebut dilakukan sekaligus untuk menginventarisasi cabang olahraga (cabor) yang belum lengkap.
“Kemudian cabornya diberi data, di sana kelihatan siapa saja yang sudah dan belum lengkap. Kalau memang belum, tugas cabornya untuk koordinasi dengan atlet,” jelas Syahrir.
Menurut dia, dalam pemberkasan merupakan hal yang lumrah jika didapati kekurangan. Sehingga Kutim memberi kesempatan untuk perbaikan. Dengan adanya hal ini, seluruh kabupaten kota yang hadir dalam rapat menyanggupi untuk menyelesaikan.
Terpisah, anggota Tim Keabsahan KONI Kutim, Opniel mengakui hal seperti itu tak hanya terjadi di daerah lain. Melainkan juga di Kutim selaku panitia penyelenggara sendiri mengalami hal yang sama.
“Sebenarnya bukan tidak lengkap, tapi ada data yang tidak terang atau kurang jelas pada saat dikirim. Selain itu ada pula data yang terselip. Kutim sama seperti daerah lainnya, ada juga perbaikan tapi tidak signifikan,” terang Opniel.
Menurut dia, dari jumlah atlet Kutim yang mencapai kurang lebih 1.300 orang, hanya ditemui kekurangan sekira 150 berkas. Dari ratusan yang bermasalah pun, baginya kekurangan tidak banyak. “Beberapa saja, karena banyak data yang hanya terselip. Mau atau tidak, kami harus kembali melengkapi. Pasalnya kewajiban itu merupakan persyaratan yang harus dipenuhi,” tandasnya.
Opniel mengatakan, kesempatan melakukan perbaikan dan menyediakan bukti faktual pendukung data hanya sampai 31 Oktober ini. Menurutnya jika tak mampu melengkapi, maka dipastikan atlet yang tidak memiliki berkas lengkap, tidak dapat mencetak kartu kepesertaan.
“Seluruh atlet harus melengkapi berkas seperti kartu keluarga, KTP, surat mutasi dan rekomendasi dari pengprov. Jika tidak bisa, akhirnya mereka tak akan menjadi peserta Porprov,” bebernya.
Opniel tak bisa memastikan aman atau tidaknya posisi ratusan atlet daerah. Keputusan baru dapat dihimpun pekan depan. “Kami belum bisa mengatakan aman, karena akan ada pertemuan lagi Rabu depan, untuk final keabsahan. Disitu nanti baru bisa dibilang aman atau tidaknya,” tutupnya. (*/la)






