• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Ba’asyir Batal Bebas, Ponpes Ngruki Merasa Di-PHP

by M Zulfikar Akbar
24 Januari 2019, 14:13
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

SUKOHARJO – Pembatalan pembebasan Abu Bakar Ba’asyir mendapat reaksi dari keluarga dan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Mereka kecewa berat atas sikap pemerintah yang membatalkan pembebasan terpidana kasus terorisme itu dari Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

’’Jika ditakdirkan kembali ke pangkuan keluarga, itu yang kami harapkan. Namun, kalau takdir sebaliknya, kami menerima. Harapan besar kami, Allah membukakan hati para pejabat pemerintahan untuk mempermudah kepulangan Ustad Abu Bakar Ba’asyir,’’ kata salah seorang putra Ba’asyir, Abdul Rosyid, didampingi para pengurus ponpes dalam jumpa pers di kompleks Ponpes Al Mukmin Ngruki kemarin (23/1).

Rosyid beserta pengurus ponpes memang bersiap menyambut kedatangan Ba’asyir dari Lapas Gunung Sindur. Rosyid berangkat bersama keluarga dari rumahnya di kawasan Magetan, Jawa Timur. Dia bahkan harus meninggalkan aktivitas di sana demi menyambut ayahnya. Namun, pada saat hari yang ditentukan, ternyata kepulangannya malah ditunda.

Ketika mendapat kabar bahwa ayahnya akan bebas, dia bahagia. Namun, saat jadwal kepulangan kemarin, ternyata semua itu belum terwujud. Sebagaimana diungkapkan Presiden Jokowi pada Selasa (22/1), pembebasan Ba’asyir dikaji lagi karena belum tanda tangan kesetiaan kepada Pancasila dan NKRI. ’’Kami hanya bisa mendoakan pihak yang mempersulit dan menghambat pembebasan ayah kami mendapatkan petunjuk atau hidayah,’’ ujarnya kalem.

Baca Juga:  Faktor Kesehatan, Abu Bakar Ba’asyir Bisa Bebas Pekan Depan

Sampai kemarin, pihak keluarga yang diwakili anak Ba’asyir lainnya, Abdurrahim Ba’asyir, bersama kuasa hukum dari Tim Pengacara Muslim (TPM) terus mengupayakan pembebasan Ba’asyir dari Lapas Gunung Sindur. Mereka terus meng-update informasi kepada keluarga dan pengurus ponpes.

Sikap yang sama diungkapkan Direktur Ponpes Al Mukmin Ngruki Ibnu Chanifah. Dia bersama jajaran pengurus ponpes kecewa atas pembatalan pembebasan Ba’asyir. Mereka meminta pemerintah tidak asal memberikan statemen bila hal tersebut belum jelas. Sebab, kasus seperti itu sudah beberapa kali terjadi. ’’Saya sudah kabarkan kepada 1.500 santri terkait kepulangan Ustad Abu Bakar Ba’asyir. Semuanya bahagia dengan kabar tersebut. Namun, dengan penundaan ini, mereka pasti kecewa,’’ ujar Ibnu.

Segala persiapan penyambutan mereka lakukan dengan memesan makanan, spanduk, dan sebagainya. Namun, yang terjadi saat ini jelas membuat banyak pihak kecewa. ’’Sebaiknya pemerintah tidak usah mengeluarkan statemen menggembirakan sebelum ada kepastian, bila akhirnya malah tidak menyenangkan,’’ tegasnya.

Baca Juga:  Faktor Kesehatan, Abu Bakar Ba’asyir Bisa Bebas Pekan Depan

Dia mengatakan, sikap pemerintah atas rencana pembebasan Ba’asyir hanya pemberian harapan palsu (PHP). Selama ini, pemerintah beberapa kali memberikan PHP terkait dengan hal itu.

Kekecewaan tidak hanya dirasakan santri yang masih belajar. Tetapi juga kalangan alumni ponpes yang tersebar di seluruh Indonesia. Ibnu hanya bisa memberikan pengertian agar warga ponpes tetap tenang meski ada rasa tidak nyaman. ’’Yang dikhawatirkan ada kekecewaan yang terus dibawa dalam hati para santri,’’ katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Mukmin Wahyudin menyatakan didatangi jenderal polisi bintang satu pada Selasa malam (22/1). Pejabat tersebut datang untuk mengabarkan rencana pembebasan Ba’asyir. Jenderal itu mengatakan, bila dibebaskan secara murni, Ba’asyir akan melanggar undang-undang. Bila nekat dilakukan, itu akan menjadi sorotan. Saat ini dicarikan formula untuk upaya pembebasan tersebut.

’’Pada jenderal bintang satu itu, saya katakan seharusnya satu dua hari bisa selesai. Kami sampaikan jangan lama-lama. Kami tidak tahu prosedur secara pasti bagaimana karena kami bukan orang hukum. Namun, kami ingin Ustad Abu Bakar Ba’asyir bisa beristirahat di rumah,’’ ujar Wahyudin tanpa menyebut nama jenderal tersebut.

Baca Juga:  Faktor Kesehatan, Abu Bakar Ba’asyir Bisa Bebas Pekan Depan

Wahyudin menuturkan, permohonan keluarga terkait dengan pembebasan Ba’asyir cukup lama. Diawali kunjungan perwakilan keluarga menemui Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan disampaikan lima alasan pembebasan Ba’asyir. Pertama, Ba’asyir adalah pendakwah, ustad, dan guru. Menurut dia, dalam menyampaikan hadis Ba’asyir selalu apa adanya. ’’Saya kenal beliau itu ikhlas dan lurus,’’ papar dia kemarin.

Kedua, umur Ba’asyir sudah tua dan bila dia meninggal di tahanan akan menjadi aib dan nilai negatif bagi pemerintah. Ketiga, dalam menentukan sikap terhadap suatu permasalahan pemimpin dan muslim lebih baik memaafkan daripada menzalimi.

Keempat, menurut dia, ada satu hadis yang menjelaskan bahwa Allah tidak suka bila ada yang menyakiti orang yang dekat dengan-Nya. Poin kelima atau terakhir yang ingin disampaikan adalah kondisi Ba’asyir sudah tua sehingga lebih baik beribadah di rumah.

’’Sebenarnya keluarga tidak mempersoalkan mau status tahanan kota, rumah, atau lainnya. Yang penting dia (Ba’asyir) bisa bersama keluarga,’’ tegasnya. (yan/bun/c19/agm/jpg)

Tags: abu bakar baasyirponpes ngruki
Share7TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Year of Mobil Listrik

Next Post

Gara-gara Bagasi Berbayar, Penumpang ‘Buang’ Barang Bawaan

Related Posts

Faktor Kesehatan, Abu Bakar Ba’asyir Bisa Bebas Pekan Depan
Nasional

Faktor Kesehatan, Abu Bakar Ba’asyir Bisa Bebas Pekan Depan

19 Januari 2019, 13:20

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.