• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Banjir, Ancaman Siklus Dua Tahunan

by Redaksi Bontang Post
11 November 2021, 15:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Petugas BPBD Bontang mengevakuasi anak-anak saat banjir

Petugas BPBD Bontang mengevakuasi anak-anak saat banjir

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Musibah air bah yang menggenangi sejumlah kawasan di Kota Taman terjadi sejak Senin (8/11). Puncaknya ketika debit air dari sungai yang berada di kilometer 5 Jalan Poros Bontang-Samarinda meluber hingga badan jalan sore harinya. Badan Penanggulangan Bencana Daerad (BPBD) sudah mengkalkulasi ketinggian level air bakal meningkat satu jam kemudian. Ditambah kondisi air laut mengalami pasang.

Kepala BPBD Ahmad Yani mengatakan banjir kali ini menyasar enam kelurahan. Mencakup Guntung, Kanaan, Gunung Telihan, Satimpo, Gunung Elai, dan Api-Api. Tersebar di 57 RT dari enam kelurahan tersebut. Adapun jumlah keluarga terdampak mencapai 2.262 atau 7.921 jiwa.

Menurutnya sebelumnya BPBD telah mendapatkan informasi terkait status kewaspadaan banjir ini satu hari sebelum kejadian. Dari BNPB dan BMKG. Bahkan, pihaknya langsung menyebarkan kabar ini kepada seluruh lurah dan camat. “Peringatan sudah ada memang dan itu kami informasikan sebagai langkah antisipasi,” kata Ahmad Yani.

Jika ditilik ancaman banjir di Bontang ini terjadi dalam siklus dua tahun. 2015 silam banjir kiriman ini terjadi pada 4 Februari. Enam kelurahan terkena imbas saat itu yakni Api-Api, Gunung Elai, Bontang Baru, Gunung Telihan, Kanaan, dan Bontang Kuala. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

Dua tahun berselang kembali diserang banjir. Bontang diguyur hujan deras berturut-turut sejak 19-20 November, kala itu. Enam kelurahan kembali menjadi korban yakni Gunung Telihan, Kanaan, Satimpo, Gunung Elai, Api-api, dan Bontang Baru.

Puncak terparah terjadi di 2019. Bahkan selama periodesasi 34 tahun sebelumnya kejadian ini termasuk paling parah. Menyerang 8 kelurahan yang ada di Bontang. Meliputi Kelurahan Gunung Telihan, Kanaan, Satimpo, Api-api, Gunung Elai, Tanjung Laut, Tanjung Laut Indah, dan Guntung. Tercatat 10.065 jiwa menjadi korban banjir luapan sungai.

“Kalau tahun ini tidak separah 2019 lalu. Saat itu sudah material lumpur yang terbawa luapan air. Akibatnya sarana BPBD tidak bisa bergerak,” ucapnya.

Dijelaskan dia, lambannya debit air menuju ke hilir lantaran beberapa hari ini kondisi air pasang juga meningkat ketinggiannya. Pada 8 November 2021, tepatnya sekira 19.30 Wita ketinggiaan permukaan air laut mencapai 2,4 meter. Sementara kemarin sekira 20.00 Wita levelnya di 2,2 meter. Ia membenarkan ada penurunan. Tetapi jika ada curah hujan tinggi di kawasan hulu maka akan memperlambat pembuangan air sungai.

“Kalau pasang maka air akan tertahan di Api-Api. Itu penyebabnya mengapa kelurahan tersebut dampaknya sangat besar,” tutur dia.

Pun demikian dengan Guntung, air dari sungai di kawasan tersebut tidak mengalir menuju laut. Akibatnya meluber ke permukiman warga. Terutama daerah yang lebih rendah. Sejauh ini BPBD telah melakukan proses evakuasi terhadap sejumlah masyarakat.

Di Gunung Telihan proses itu sudah terjadi sejak 8 November malam hari. Disusul pagi hari berikutnya di kawasan Satimpo. Karena ada ibu yang hendak melahirkan. Sehingga petugas langsung membawa dengan perahu karet segera dilarikan ke rumah sakit. Satu lansia beserta cucu juga dibawa ke tempat aman dari area Jalan Bulutangkis, Api-Api. Lantaran lansia mengalami demam.

“Tempat evakuasi yang disiagakan di Kantor Kelurahan Gunung Elai. Sudah menampung 4 kk atau 23 jiwa. Fokus kami ke sarana pemerintahan. Menyangkut ketersediaan fasilitas penunjang,” sebutnya.

BPBD pun terus berkomunikasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan. Sehubungan dengan kewaspadaan ancaman banjir. Sejumlah perahu karet pun juga disiagakan untuk membantu proses evakuasi warga. Disebut kelurahan lain yang ikut tergenang lantaran permukaan air laut lebih tinggi dibandingkan daratan. Sehingga ketika rob air masuk ke permukiman.

“Kalau rob itu menyasar Kelurahan Tanjung Laut Indah. Kemarin (dua hari lalu) Jalan Haruan ada genangan tetapi beberapa jam kemudian sudah surut. Selain itu Jalan Belanak juga menjadi potensi ancaman rob,” terangnya.

Imbas dari kondisi ini tiga ruas jalan ditutup sejak pagi hari kemarin. Meliputi Jalan Ahmad Yani, Jalan Patimura, dan Jalan Imam Bonjol. Pengendara dialihkan ke ruas jalan yang dapat dilalui. Diketahui, pada sekira 16.32 Wita perlahan ketinggian air mulai surut. (*/ak)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bimtek Soal PBB, Najirah Dorong Kualitas SDM Bapenda untuk Pengelolaan Objek Pajak Daerah

Next Post

Anggaran Banjir Belum 10 Persen dari APBD, Andi Faiz; Jangan Cuma Retorika

Related Posts

Solar Subsidi Tak Cukup, Nelayan Bontang Harus Berebut Jatah
Bontang

Solar Subsidi Tak Cukup, Nelayan Bontang Harus Berebut Jatah

30 Oktober 2026, 18:52
Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal
Bontang

Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

30 Oktober 2026, 15:44
Perceraian di Indonesia Tembus 438 Ribu Kasus, Judi dan Zina Kian Mengkhawatirkan
Nasional

Perceraian di Indonesia Tembus 438 Ribu Kasus, Judi dan Zina Kian Mengkhawatirkan

30 Oktober 2026, 15:30
Seragam Pramuka Bakal Masuk Paket Bantuan Sekolah Gratis Bontang Tahun Depan
Bontang

Seragam Pramuka Bakal Masuk Paket Bantuan Sekolah Gratis Bontang Tahun Depan

30 Oktober 2026, 14:21
Daftar Tersangka OTT KPK di KPP Banjarmasin, Kepala Pajak Terima Suap Rp800 Juta untuk DP Rumah
Nasional

KPK Usut Dugaan Korupsi Cukai Rokok Djarum, Kerugian Negara Ditaksir Triliunan Rupiah

30 Oktober 2026, 12:56
Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan
Kriminal

Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

30 Oktober 2026, 10:39

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdikbud Bontang Beri Opsi PJJ, Sekolah Diminta Sesuaikan Kondisi Kabut Asap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.