Sejak Februari lalu, PT Pos Indonesia cabang Bontang menyediakan layanan “KPK”. Banyaknya kompetitor yang bergerak dalam jasa layanan kurir membuat perusahaan pengiriman pelat merah ini terus berbenah.
LUKMAN MAULANA, Bontang
Namun KPK yang ini bukan Komisi Pemberantasan Korupsi, melainkan kepanjangan Kantor Pos Keliling. Ya, sejak bulan lalu mobil KPK PT Pos Indonesia sudah berkeliling ke beberapa daerah di Bontang untuk memberikan layanan terkait pengiriman barang dan dokumen. Program ini merupakan salah satu upaya di tengah penurunan pendapatan yang terjadi sepanjang 2017.
Maraknya pergerakan perusahaan-perusahaan jasa layanan kurir disebut berdampak pada pendapatan PT Pos Indonesia cabang Bontang. Sepanjang 2017, pendapatan perusahaan perusahaan yang identik dengan warna oranye ini mengalami penurunan sebesar 10 persen bila dibandingkan 2016.
Manajer Pemasaran dan Pengembangan Outlet PT Pos Indonesia cabang Bontang, Eko Aribowo mengakui, banyaknya kompetitor di bidang layanan yang sama menjadi salah satu faktor penurunan pendapatan tersebut.
“Selain itu juga karena dampak tutupnya perusahaan-perusahaan tambang, PHK (pemutusan hubungan kerja, Red.) dan berkurangnya warga Bontang,” jelasnya saat ditemui Bontang Post, Selasa (27/3) kemarin.
Faktor-faktor tersebut membuat jumlah kiriman barang dan dokumen di kantor-kantor pos yang berada di bawah PT Pos Indonesia cabang Bontang menjadi menurun. Bila di 2016 bisa mencatatkan rata-rata 500-kiriman dalam sehari, di 2017 angkanya berkurang menjadi 350-an kiriman per hari. Dengan pendapatan rata-rata per bulan dibukukan mencapai Rp 300-an juta.
“Perbandingannya, pendapatan Maret 2017 sebesar Rp 341 juta. Sedangkan pendapatan Maret 2018 sejumlah Rp 324 juta,” beber Eko.
Kiriman yang masuk ke PT Pos Indonesia sendiri masih didominasi dari kiriman-kiriman pedagang online dan juga dokumen-dokumen perusahaan. Menyadari hal tersebut, PT Pos Indonesia cabang Bontang khususnya Kantor Pos Utama Bontang di Jalan MT Haryono memberikan layanan jemput gratis bagi para pedagang online yang hendak mengirimkan barangnya.
“Kami membuka grup di WhatsApp yang mewadahi para pedagang online. Mereka (pedagang online, Red.) bisa meminta penjemputan barang maupun menanyakan tentang tarif pos melalui grup tersebut,” jelasnya.
Untuk memaksimalkan pelayanan itulah, PT Pos Indonesia cabang Bontang juga baru saja meluncurkan layanan mobile yang disebut Kantor Pos Keliling (KPK). Dalam hal ini, PT Pos Indonesia menyediakan mobil keliling ke daerah-daerah yang tidak memiliki layanan kantor pos. Di antaranya di Kelurahan Guntung, kawasan Sidrap, Kelurahan Bontang Lestari, dan Kelurahan Berbas Pantai.
“Mobil kami secara terjadwal berkeliling di daerah-daerah tersebut. Tarifnya sama dengan di kantor pos. KPK ini sudah kami komunikasikan ke kelurahan-kelurahan terkait untuk diinformasikan ke masyarakat sejak bulan lalu,” urai Eko.
Untuk jenis layanan terbaru, dia menyebut PT Pos Indonesia kini membuka pembayaran untuk pajak kendaraan bermotor khusus daerah Kaltim. Di samping tetap melayani pembayaran-pembayaran rutin lainnya seperti jaringan internet, air bersih, listrik, pajak, dan BPJS Kesehatan. “Kami buka setiap hari termasuk Minggu. Di akhir pekan kami buka sampai pukul 12.00 Wita,” tambahnya.
PT Pos Indonesia cabang Bontang sendiri bukan hanya menangani pengiriman wilayah Bontang, melainkan juga membawahi beberapa kantor pos di wilayah Kutai Timur (Kutim) dan Kutai Kartanegara (Kukar). Yaitu kantor pos di Marangkayu, Sangatta, Swargabara, Singagembara, Teluk Pandan, Bengalon, Muara Wahau, dan Kongbeng.
Untuk di Kota Bontang, pelayanan PT Pos Indonesia meliputi Kantor Pos Bontang di Jalan Mt Haryono, Kantor Pos Loktuan, Kantor Pos Badak LNG, dan Kantor Pos Rawa Indah. (luk)







