BONTANG – Pemkot Bontang memberikan bantuan sosial dan langkah pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Namun hingga H-1, atau kemarin (10/4), pengumpulan data penerima bantuan, baru empat kelurahan yang menyetorkan ke Sekretariat Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Rumah Singgah Taman Pelangi Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-PM).
Kepala Dissos-PM Bontang Abdu Safa Muha menyebut, empat kelurahan itu meliputi Tanjung Laut, Tanjung Laut Indah, Belimbing, dan Gunung Telihan. Itu pun tidak seluruh RT langsung terkumpul. (Selengkapnya lihat grafis)
“Masih ada perbaikan atau pun ada yang tertinggal. Sehingga tiap kelurahan bolak-balik menyetorkan berkasnya,” kata Safa.
Ia menekankan kepada ketua RT untuk bersikap jujur. Pasalnya berdasarkan laporan, masih ada ketua RT yang memasukkan seluruh kepala keluarga. Untuk menghindari kecemburuan sosial antar sesama warga.
“Itu yang tidak benar. Meskipun ada verifikasi tetapi ketua RT pastinya mengetahui siapa warganya yang berhak mendapatkan bantuan tersebut,” ucapnya.
Penjabarannya, data penerima dikumpulkan oleh ketua RT. Berpatokan dengan ketentuan penerima yang telah diumumkan oleh Pemkot Bontang. Selanjutnya, data diserahkan ke sekretariat BLT. Batas pengumpulan terakhir ialah hari ini. Sekretariat maksimal menerima data pukul 16.00 Wita.
“Kalau tidak masuk ya kami tinggal,” sebutnya dengan tegas.
Berikutnya, verifikasi bakal dilaksanakan selama dua hari. Sebelum proses pencairan bantuan itu. Pemkot pun menargetkan penyerahan dilangsungkan pada bulan ini. Diketahui, besaran bantuan yang diberikan sejumlah Rp 500 ribu tiap kepala keluarga. Terperinci, Rp 300 ribu berwujud penukaran voucer sembako. Meliputi beras, mi instan, dan gula pasir.
Sementara, kriteria penerima bantuan ialah masyarakat yang berprofesi sebagai pekerja sektor informal, buruh harian lepas, serta pelaku usaha mikro dan kecil. Penerima bantuan ini di luar mereka yang telah mendapatkan program bantuan dari pemerintah pusat yakni program keluarga harapan (PKH). (*/ak/rdh/kpg)








