• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kriminal

Berada di “Jantung” Indonesia, Wilayah Kaltim Rentan Peredaran Narkoba

by BontangPost
1 Juli 2024, 14:00
in Kriminal
Reading Time: 3 mins read
0
Orin Gusta Andini.

Orin Gusta Andini.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Kaltim secara geografis merupakan daerah yang rentan dalam kejahatan narkotika. Berada di “jantung” Indonesia, memiliki wilayah dan garis pantai yang luas hingga dekat dan berbatasan dengan negara tetangga.

Belum lagi secara prevalensi, berdasarkan angka kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kaltim juga semakin meningkat.

Diungkapkan Akademisi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Orin Gusta Andini, berbagai faktor menyebabkan Indonesia, termasuk Kaltim, masih terseok-seok dalam memberantas kejahatan narkotika.

Karena dengan kondisi wilayah yang ada, upaya pengawasan belum maksimal. Termasuk upaya penegakan hukum yang ada selama ini belum menunjukkan hasil memuaskan khususnya terhadap bandar narkoba.

“Indonesia termasuk negara yang cukup kejam terhadap kejahatan narkoba. Terbukti dari Undang-Undang Narkotika yang menjerat pelaku sampai ke pidana hukuman mati. Namun sayangnya dari sisi penegakan hukumnya masih lemah,” ungkap Orin, Sabtu (29/6).

Lemahnya penegakan hukum tersebut membuat pelaku kejahatan narkoba tidak kunjung “kapok”. Belum lagi pengungkapan kasus pada level bandar yang masih minim dan cenderung lambat dalam proses penegakan vonis.

Ditambah indikasi keterlibatan oknum-oknum penegak hukum dan pejabat negara dengan posisi strategis yang terlibat dalam bisnis haram tersebut.

Baca Juga:  Terlibat Narkoba, Polisi Dipecat 

“Ini yang membuat kejahatan narkotika di Indonesia termasuk Kaltim sangat sulit diberantas bahkan kasusnya merajalela setiap tahunnya. Gambaran ini bisa terlihat dalam kondisi lapas kita yang penuh didominasi pelaku kejahatan narkotika,” ucapnya.

Orin melanjutkan, bicara soal narkotika juga tidak bisa melulu soal penegakan hukum. Secara kebijakan, banyak negara-negara maju di dunia termasuk Indonesia memandang narkotika harus ditangani dengan aspek sosial dan ekonomi.

Di mana kepada pelaku penyalahgunaan narkoba pada level tertentu, tidak ditangani dengan hukuman pidana. Melainkan lewat rehabilitasi.

“Karena ada alasan sosial dan ekonomi mengapa seseorang menjadi pengguna narkotika. Ini yang secara harus diselesaikan oleh pengambil kebijakan. Arah kebijakan yang tepat sangat diperlukan karena narkoba ini persoalan yang kompleks,” sebutnya.

Riset yang pernah dilakukannya, banyak proses penegakan hukum kepada penyalahguna narkoba yang tidak tepat. Ini karena proses asesmen yang tidak sesuai yang dilakukan penyidik.

Banyak pengguna narkoba yang seharusnya cukup mendapat rehabilitasi, justru dijatuhkan hukuman pidana penjara. Sementara di dalam bui, mereka kemudian bertemu dengan pelaku pengedar atau bandar yang kemudian menjerat pengguna menjadi pengedar.

Baca Juga:  WADUH!!! Peredaran Narkoba Dikendalikan dari Lapas

“Sudah banyak kasus yang terungkap bagaimana residivis narkoba, yang sebelumnya pengguna kemudian ditangkap sebagai pengedar atau kurir. Ini akibat persoalan sosial dan ekonomi tadi. Karena itu asesmen ini penting dalam sebuah penegakan hukum. Di luar pengguna yang memang bisa dilakukan rehabilitasi, seperti pengedar, kurir hingga bandar, di situ yang memang berhak dilakukan penegakan hukum,” paparnya.

Menurut Orin, harus ada evaluasi kebijakan nasional terhadap kejahatan narkotika. Apalagi ini merupakan salah satu bentuk kejahatan luar biasa atau extraordinary crime. Mulai dari perubahan orientasi penegakan hukum hingga rehabilitas.

“Utamanya rehabilitasi. Karena salah satu persoalan rehabilitasi ini adalah kurang memadai tempat hingga akses masyarakat. Masih banyak masyarakat yang harus mandiri dalam melakukan rehab. Sementara tempat yang disediakan minim dan hanya bisa dijangkau mereka yang punya finansial lebih. Kecenderungan terjadinya excess (kelebihan) permintaan, hingga muncul indikasi adanya jual beli rehabilitasi,” ucapnya.

Baca Juga:  Dua Pengedar Sabu di Tanjung Laut Ditangkap, Terancam 20 Tahun Penjara

Sementara itu, dalam peringatan HANI 2024, Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik menyebut Benua Etam menjadi pasar yang bagus bagi para pelaku peredaran gelap narkotika. Sehingga perlu langkah-langkah agresif, termasuk koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi lain, untuk menekan dampak narkoba di Kaltim.

“Kaltim berbatasan langsung dengan salah satu jalur peredaran narkoba utama, yaitu Malaysia, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan. Kita harus bekerja sama untuk memerangi peredaran gelap narkoba dan mewujudkan Indonesia Bersinar,” ucap Akmal di Balai Rehabilitasi Narkoba di Tanah Merah, Samarinda, Rabu (26/6) lalu.

Lanjutnya, peringatan HANI harus menjadi momentum introspeksi diri betapa bahayanya penyalahgunaan narkoba yang jelas merusak generasi dan perkembangan bangsa. Mengutip arahan Presiden Joko Widodo, Akmal mengatakan harus ada langkah-langkah pencegahan dari hulu agar bisa mengurangi peredaran barang haram tersebut.

“Kaltim diberkahi pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, yakni 6,22 persen dengan produk domestik regional bruto (PDRB) hampir 238 juta. Jelas menjadi salah satu pasar yang bagus untuk pengedar narkotika,” katanya. (rdh/dwi)

Tags: narkoba
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pengamat Nilai Chusnul Dhihin Bisa Terdepak, Jika Dukungan Partai Politik Diterima

Next Post

Budaya “Berkas Titipan” di PPDB Masih Jadi Langganan

Related Posts

Berau Masuk Zona Merah Narkoba, Polisi Ungkap 20 Kilogram Sabu
Kaltim

Berau Masuk Zona Merah Narkoba, Polisi Ungkap 20 Kilogram Sabu

29 Oktober 2026, 10:00
Dua Perempuan Dibekuk di Tanjung Laut Indah, Sudah Sebulan Bisnis Sabu
Kriminal

Dua Perempuan Dibekuk di Tanjung Laut Indah, Sudah Sebulan Bisnis Sabu

26 Oktober 2026, 17:18
Polisi Gerebek Kontrakan di Berebas Tengah Bontang, Tiga Pria Positif Sabu
Bontang

Polisi Gerebek Kontrakan di Berebas Tengah Bontang, Tiga Pria Positif Sabu

22 Oktober 2026, 12:08
Kasus Narkoba Masih Tinggi, Hampir 1 Kilo Sabu Dimusnahkan Kejari Bontang
Bontang

Kasus Narkoba Masih Tinggi, Hampir 1 Kilo Sabu Dimusnahkan Kejari Bontang

20 Oktober 2026, 13:19
Polisi Ringkus Tiga Pengedar Sabu di Tiga Kelurahan Bontang
Kriminal

Polisi Ringkus Tiga Pengedar Sabu di Tiga Kelurahan Bontang

19 Oktober 2026, 20:52
Sabu Hampir 50 Gram Disembunyikan di Balik Seng, Dua Pria di Muara Badak Diciduk
Kriminal

Sabu Hampir 50 Gram Disembunyikan di Balik Seng, Dua Pria di Muara Badak Diciduk

14 Oktober 2026, 15:19

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.