BONTANG – Masyarakat diimbau tidak perlu percaya dengan kabar bahwa Polres Bontang akan melaksanakan Operasi Cipta Kondisi dengan skala besar selama 6 hari. Hal ini disampaikan setelah beredarnya info di beberapa grup Whatsapp seperti berikut:
Ijin menyampaikan…!
Sesuai hasil pertemuan td pagi di Polres Bontang, mulai malam ini tentang Persiapan OPERASI GABUNGAN CIPTA KONDISI skala besar mulai tgl 15 November 2019 s/d tgl 21 November 2019
Dihimbau kepada seluruh rekan rekan Ketua RT/RW dan warga terutama yang mempunyai anak usia remaja / mahasiswa , apabila tidak urgent ( PENTING ), agar menghindari kegiatan kegiatan yang sifatnya berkelompok, berkumpul baik di dalam ruangan maupun di jalan atau di lorong lorong, karena akan dilaksanakan OPERASI CIPTA KONDISI skala besar, gabungan TNI & Polri selama 8 hari kedepan.
Demi menjaga hal hal yang tidak kita inginkan bersama, agar meneruskan himbauan ini kepada warga di masing2 RT/RW…
Demikian di sampaikan trims.
Kapolres Bontang AKBP Boyke Karel Wattimena melalui Kasubag Humas Iptu Suyono, saat ditanyai awak media terkait kabar tersebut, mengatakan kabar itu tidak benar. Pihaknya memang telah melakukan rapat tadi pagi (15/11/2019), akan tetapi koordinasi untuk acara penyambutan Kapolres Bontang, serta melaksanakan gladi persiapan acara itu.
“Saya sudah baca infonya itu, saya mau balas bahwa itu tidak benar,” ungkapnya ketika ditemui di Polres Bontang, Jalan Bhayangkara, Jumat (15/11/2019).
Dia menjelaskan, kegiatan cipta kondisi itu adalah kegiatan kepolisian yang ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya, sebagai langkah pencegahan dan mengantisipasi gangguan kamtibmas maupun tindak kejahatan jalan. Kegiatan itu dilaksanakan saat menghadapi kegiatan skala nasional, seperti menjelang lebaran, tahun baru, dan saat pemilihan umum (Pemilu).
“Nanti mungkin kalau akhir tahun ada perintah cipta kondisi. Kalau ini belum ada, tidak ada (kegiatan) apa – apa,” ujarnya.
Sedangkan jika dikaitkan dengan peristiwa bom bunuh diri di Polres Medan beberapa waktu lalu, disebutnya juga tidak tepat. Polres Bontang hanya meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan. Seperti memeriksa pengunjung ke Polres Bontang, berpakaian lengkap dengan antipeluru dan senjata laras panjang.
“Jadi kalau yang masuk maju-mundur-maju-mundur, mencurigakan begitu langsung diperiksa,” ujarnya.
Oleh sebab itu dia mengimbau agar masyarakat lebih selektif lagi dalam menerima informasi. Sehingga tidak termakan hasutan oleh berita bohong atau hoaks yang beredar. (Zaenul)







