SAMARINDA – Layanan perekaman data khusus calon jamaah haji (calhaj), belum tersedia di Samarinda. Sehingga, calon jamaah harus rela menempuh jarak hingga 120 kilometer. Dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Hanya untuk melakukan melakukan perekaman di Balikpapan.
Hal ini sudah menjadi perhatian Pemkot Samarinda. Wali Kota Samarinda, Syaharie Ja’ang, mengaku telah bersurat kepada Kedutaan Besar Saudi Arabia untuk Indonesia. Untuk meminta izin membuka fasilitas rekam data khusus calon jamaah haji maupun umrah di Samarinda.
“Saya sudah memohon agar dibuka di Samarinda. Kan proses perekaman sebentar saja, 10 menit selesai. Sedangkan harus ke Balikpapan, itu saja memakan waktu,” ujar politikus Demokrat ini.
Apalagi, terdapat tiga tahapan untuk perekaman data calon jamaah haji. Yakni foto, rekam sidik jari, dan tanda tangan. Jaang bersikeras untuk membuka pelayanan tersebut di Kota Tepian. Dia meyakini, permintaan tersebut tidak sulit diwujudkan Kedutaan Besar Saudi Arabia. “Kan tujuannya untuk mempermudah pelayanan. Harusnya tidak sulit dikabulkan,” harapnya.
Jika berjalan mulus, dia berencana akan menghubungkan fasilitas perekaman data calon jamaah haji dengan mal pelayanan publik. Apalagi baru saja diterapkan di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). “Jadi, sistemnya online. Sama seperti proses pengurusan KTP di Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil),” beber Jaang.
Perlu diketahui, mal pelayanan publik telah melayani sejumlah instansi. Seperti Polresta Samarinda, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Telkom, Kemenkumham, dan lainnya. Sehingga, warga tidak perlu repot antre untuk mengurus keperluan publik. “Pengurusan SIM, bayar angsuran bulanan, sampai pembuatan paspor. Pendaftaran sudah melewati sistem online. Pemberitahuan jadwal pelayanan bisa melalui gadget,” kata Jaang.
Dia memprediksi, akan ada sumber pemasukan daerah. Sebab, pelayanan rekam data calon jamah haji tidak hanya dimanfaatkan warga Samarinda. Tapi, warga dari daerah lain pun dapat menikmati. “Ini akan bermanfaat sekali. Karena, orang mengurus keperluan haji. Mereka akan menginap di Samarinda,” pungkasnya. (*/dq/rsh/k18/kpg)







