• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial

Bontang Belum Miliki Pemakaman Khusus Pasien Covid-19

by Fitri Wahyuningsih
21 Oktober 2020, 10:50
in Advertorial, DPRD Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
TPU Bontang Lestari yang selama ini menjadi tempat pemakaman pasien Covid-19 semakin sesak.

TPU Bontang Lestari yang selama ini menjadi tempat pemakaman pasien Covid-19 semakin sesak.

Share on FacebookShare on Twitter

 

bontangpost.id – Pemkot Bontang ternyata hingga kini belum mentapkan lahan khusus pemakaman khusus pasien Covid-19. TPU Bontang Lestari yang selama ini menjadi rujukan rupanya belum memiliki payung hukum.

Hal itu terungkap saat rapat kerja antara DPRD dan Sekreatris Kota Bontang Aji Erlynawati, Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP), Senin (19/10) siang.

Seperti diutarakan anggota Komisi I DPRD Bontang Rusli. Kata dia, legislator kerap mendapat aduan warga soal masalah ini. Sebisa mungkin dewan mengakomodasi aduan tersebut, dengan menyampaikannya kepada dinas terkait. Namun selama berbulan-bulan aduan dibiarkan mengambang. Tanpa ada kejelasan diberikan.

“Kami ini malu kalau lembaga kami disororot warga. Dikatakan gagal dalam menyampaikan aspirasi warga,” tegas Rusli disela-sela rapat.

Baca Juga:  Dewan Sebut Setujui Anggaran Bonus Atlet Sesuai Usulan Pemkot

Anggota Komisi II Nursalam menyayangkan lambatnya Pemkot Bontang dalam menyiapkan lahan khusus jenazah Covid-19. Dikatakan, tak ada yang ingin korban jiwa hadir dari pandemi ini. Namun pemerintah tidak boleh naif, dan menyiapkan langkah antisipatif bila kemungkinan buruk itu terjadi. Menyiapkan lahan khusus adalah penting dan mendesak. Lantaran penanganan jenazah pasien Covid-19 mulai dari rumah sakit hingga dimakamkan wajib steril.

“Angka pengidap Covid-19 naik terus. Kita tidak mau ada yang meninggal. Tapi kalau ada, mereka mau dimakamkan di mana? di TPU? Mau di demo warga?” tegas Nursalam.

Ditambahkan, Nursalam mengaku pernah melayangkan surat aduan ke Pemkot Bontang. Walau bentuknya surat elektronik. Tapi surat itu tak mendapat jawaban. “Sekelas dewan saja tidak di dengar. Apalagi rakyat biasa,” tegasnya.

Baca Juga:  AH Dukung Pemkot Bontang Tertibkan Pengemis dan Pengamen Jalanan

Medio April 2020 lalu, Wali Kota Bontang nonaktif Neni Moerniaeni disebut menginstruksikan agar lahan pemakaman di Bontang Lestari dijadikan lahan khusus untuk jenazah pasien Covid-19. Tepatnya di dekat lahan Taman Makam Pahlawan (TMP). Namun ternyata, instruksi itu hanya dilakukan secara lisan. Sementara DPKPP tidak menuangkannya dalam aturan tertulis. Yang dasar hukumnya jelas. Inilah yang kemudian menjadi polemik. Lahan pemakaman jenazah Covid-19 jadi simpang siur, dan multitsfair karena payung hukum tidak jelas.

Dijelaskan Aji, penunjukkan TPU Bontang Lestari mengingat pertimbangan lokasi tersebut jauh dari permukiman warga, kontur tanah rata, dan lahannya cukup luas. Luas lahan disediakan sekitar 4 hektar. 2 hektar untuk pemakaman umum, 2 hektar sisanya untuk jenazah pasien Covid-19.

Baca Juga:  Kinerja Dinilai Tak Maksimal, BW Minta Kepala Satpol PP Dievaluasi

Menurut Nursalam, mestinya pemakaman jenazah pasien Covid-19 tidak berdampingan dengan TPU. Harus disendirikan. Untuk menghindari penolakan warga. “Jangan dibagi dua. Cari lahan khusus,” tegasnya.

Legislator mewanti agar pemkot mencari lahan khusus dalam sepekan ini. Lahan setidaknya harus jauh dari permukiman warga, dan kontur tanah rata. Guna memudahkan akses kendaraan memasuki areal pemakaman.

Diketahui, hingga kemarin (18/10), jumlah pasien positif di Bontang mencapai 859 orang. Dengan 238 di antaranya merupakan pasien aktif. Dan sudah 19 orang meninggal dunia.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: dprd bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

[VIDEO] Komisi III DPRD Bontang Tinjau 6 RT yang Kerap Tergenang

Next Post

Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

Related Posts

Rusunawa Api-Api Bontang Perlu Fasilitas Kesehatan dan Kendaraan Ambulans
Bontang

Rusunawa Api-Api Bontang Perlu Fasilitas Kesehatan dan Kendaraan Ambulans

3 September 2025, 12:30
Komisi C DPRD Bontang Minta Penghuni Rusunawa Jaga Kebersihan
DPRD Bontang

Komisi C DPRD Bontang Minta Penghuni Rusunawa Jaga Kebersihan

29 Agustus 2025, 15:00
DPRD Bontang Bakal Panggil Sekolah dan Disdik Soal Dugaan Kekerasan Guru SD
DPRD Bontang

DPRD Bontang Bakal Panggil Sekolah dan Disdik Soal Dugaan Kekerasan Guru SD

29 Agustus 2025, 11:53
Komisi C DPRD Dorong Lanjutan Pembangunan Jalan Gotong Royong di 2026
DPRD Bontang

Komisi C DPRD Dorong Lanjutan Pembangunan Jalan Gotong Royong di 2026

29 Agustus 2025, 11:00
Proyek SDN 007 Bontang Utara Jadi Sorotan DPRD, Terlambat Lelang Dikhawatirkan Molor
DPRD Bontang

Komisi A DPRD Bontang Usul Operasi Timbang Serentak Dilaksanakan Berkala

29 Agustus 2025, 10:00
DPRD Bontang Geram, Ornamen Kota di Simpang Ramayana Belum Satu Tahun Sudah Rusak
DPRD Bontang

DPRD Bontang Geram, Ornamen Kota di Simpang Ramayana Belum Satu Tahun Sudah Rusak

29 Agustus 2025, 08:00

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.