Sambut Investor yang Masuk ke Bontang
BONTANG – Kabar bakal masuknya investor pengolah minyak sawit di Bontang ditanggapi Wakil Ketua DPRD Bontang, Etha Rimba Paembonan. Kepada Bontang Post, Etha menyambut baik jika kabar baik tersebut benar-benar terealisasikan. Secara khusus, Etha pun meminta kepada pemerintah untuk mempersiapkan dengan baik infrastruktur penunjang agar memikat investor lain masuk ke Kota Taman, salahsatunya pembangunan power plant atau pembangkit listrik.
Kata legislator dari Partai Gerindra tersebut, kebutuhan power plant diperlukan sebagai penunjang berjalannya industri tersebut di Bontang. Dirinya mengaku belum mengetahui, apakah investor pengolah minyak tersebut akan sekaligus membangun power plant di sekitar kawasan industrinya atau tidak. “Power plant ini ibarat gula, pemanisnya. Sehingga kalau ini terbangun, bisa menarik investor menanamkan investasinya di Bontang,” jelas Etha, beberapa waktu lalu.
Etha mengaku, beberapa tahun terakhir sudah santer terdengar pembicaraan pembangunan power plant sejak kepemimpinan Adi Darma menjadi wali kota. Namun, belakangan rencana pembangunan power plant ini tenggelam. Etha menyebut, jika hanya mengandalkan daya dari PLN yang tersedia saat ini, kemungkinan belum cukup untuk menunjang kebutuhan industri. “Bahkan dari PT KDM saja menyumbangkan kelebihan daya listriknya untuk PLN. Kalau memang mau menarik banyak investor, saya kira infrastruktur penunjangnya perlu dipikirkan,” ujarnya.
Etha pun akan berupaya mendorong kembali pemerintah untuk menyiapkan fasilitas dan infrastruktur yang dibutuhkan dalam menyambut investor. Termasuk kemudahan dalam pemberian izin jika sesuai dengan aturan yang berlaku, menggunakan tenaga kerja lokal sebagai prioritas, dan penerimaan pajak sebagai pendapatan asli daerah. “Kami dari dewan sangat menyambut, apalagi Bontang memang sudah ditetapkan sebagai Kota Industri. Segala persiapan untuk menyambut investor harus disiapkan, agar mereka tidak lari ke daerah lain yang lebih siap dari Bontang,” pungkas Etha. (zul)






