• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial Pemkot Bontang

Bontang Pangkas Belanja Operasi Rp23,48 Miliar, Pelayanan Dasar Tetap Dijaga

by Redaksi Bontang Post
19 Agustus 2026, 08:29
in Pemkot Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memaparkan terkait rancangan perubahan KUA-PPAS tahun anggaran 2026 dalam rapat paripurna.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memaparkan terkait rancangan perubahan KUA-PPAS tahun anggaran 2026 dalam rapat paripurna.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Efisiensi anggaran mulai menyentuh belanja operasional Pemerintah Kota Bontang. Meski memangkas Rp23,48 miliar, pemerintah memastikan penyesuaian tersebut tidak mengorbankan pelayanan dasar kepada masyarakat.

Dalam Perubahan KUA-PPAS APBD 2026, belanja operasi Bontang turun dari Rp1,555 triliun menjadi Rp1,531 triliun. Artinya, terjadi pengurangan sebesar 1,51 persen.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, penyesuaian dilakukan setelah pemerintah menelaah realisasi pelaksanaan APBD hingga semester pertama 2026. Komponen yang masih memungkinkan ditekan menjadi sasaran efisiensi, sementara kebutuhan wajib tetap dipertahankan.

Belanja gaji dan tunjangan, tagihan rutin, kegiatan yang sudah memiliki kontrak, pelayanan dasar, serta operasional minimum perangkat daerah tetap dijaga.

Sebaliknya, penghematan diarahkan pada biaya pendukung yang masih dapat ditekan. Di antaranya belanja administrasi, perjalanan dinas, rapat, honorarium, serta kebutuhan lain yang dapat dilaksanakan dengan biaya lebih rendah tanpa mengurangi keluaran pelayanan.

Baca Juga:  Sertijab, Disdik Berlangsung Haru

Neni menegaskan, efisiensi bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah justru berupaya mengendalikan belanja yang masih fleksibel agar kebutuhan yang bersifat wajib tetap terpenuhi.

“Jadi yang kita lakukan pada Belanja Operasi bukan mengurangi pelayanan, melainkan menekan komponen biaya pendukung yang masih bisa dikendalikan,” kata Neni.

Di tengah pengetatan anggaran, pemerintah juga tetap menyiapkan ruang untuk kebutuhan yang muncul hingga akhir 2026. Pembayaran utilitas, kebutuhan operasional pelayanan, maupun kewajiban akibat kondisi yang sebelumnya tidak dapat diprediksi tetap harus diakomodasi.

Kebijakan tersebut dilakukan di tengah kemampuan fiskal Bontang yang mengalami koreksi. Setelah audit laporan keuangan 2025, SiLPA yang sebelumnya diperkirakan Rp323,38 miliar ditetapkan menjadi Rp178,007 miliar.

Baca Juga:  Skor IRH Bontang Naik Jadi 98,60, Pemkot Raih Predikat Istimewa dari Kemenkumham

Kondisi itu membuat penerimaan pembiayaan turun 44,95 persen atau sekitar Rp145,37 miliar.

Penyesuaian juga terjadi pada Belanja Tidak Terduga (BTT). Pagu BTT turun dari Rp6 miliar menjadi Rp2,782 miliar atau berkurang 53,62 persen. Sebagian anggaran tersebut telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja wajib dan mengikat selama tahun berjalan.

Meski tersisa lebih kecil, Neni memastikan BTT yang masih tersedia tetap disiapkan untuk menghadapi kondisi darurat maupun kebutuhan mendesak hingga akhir tahun.

Menurutnya, kondisi fiskal yang terbatas membuat pemerintah harus lebih disiplin dalam mengelola anggaran. Setiap program perlu diperhitungkan berdasarkan kebutuhan, kemampuan pelaksanaan, hingga manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Keterbatasan fiskal mengharuskan kita memilih dan memastikan kewajiban tetap diselesaikan agar pelayanan tetap berjalan,” ucapnya.

Baca Juga:  Wawali Bontang Pimpin Upacara Hari Pahlawan, Ajak Warga Terus Kobarkan Api Perjuangan

Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS 2026 selanjutnya menjadi dasar penyusunan Perubahan RKA perangkat daerah dan Rancangan Perubahan APBD Bontang 2026.

Pemerintah menargetkan kebijakan tersebut tidak berhenti sebagai dokumen anggaran, tetapi dapat diwujudkan melalui pelayanan dan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat. (ak)

Tags: diskominfo bontangpemkot bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Aksi Mahasiswa di Bundaran HI Ricuh, Seorang Peserta Pingsan saat Massa dan Polisi Saling Dorong

Next Post

Kemarau Panjang Tekan Debit Air Bontang, Warga Diminta Mulai Berhemat

Related Posts

Main Bola Bareng Warga, Agus Haris Dengar Langsung Keluhan soal Bontang
Pemkot Bontang

Main Bola Bareng Warga, Agus Haris Dengar Langsung Keluhan soal Bontang

6 September 2026, 09:25
Angka Pengangguran Bontang Dibidik Turun Jadi 5 Persen
Pemkot Bontang

Angka Pengangguran Bontang Dibidik Turun Jadi 5 Persen

2 September 2026, 11:00
Karhutla Mengintai Bontang, Agus Haris Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah
Pemkot Bontang

Karhutla Mengintai Bontang, Agus Haris Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah

27 Agustus 2026, 11:19
Eskalator Bermasalah, Pemkot Bontang Harus Bayar Utang Rp100 Juta
Pemkot Bontang

Eskalator Bermasalah, Pemkot Bontang Harus Bayar Utang Rp100 Juta

27 Agustus 2026, 10:00
Utang dari Rp1 Miliar Membengkak Jadi Rp56 Miliar, Wawali Buka Opsi Bubarkan PT Bontang Transport
Pemkot Bontang

Utang dari Rp1 Miliar Membengkak Jadi Rp56 Miliar, Wawali Buka Opsi Bubarkan PT Bontang Transport

26 Agustus 2026, 12:53
Bontang Waspadai Kebakaran Lahan, Area Bontang Lestari Dipantau Ketat
Pemkot Bontang

Bontang Waspadai Kebakaran Lahan, Area Bontang Lestari Dipantau Ketat

25 Agustus 2026, 16:05

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.