• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam

Bukan Gerhana Matahari Cincin, Indonesia Kebagian Gerhana Matahari Sebagian

by Redaksi Bontang Post
19 Juni 2020, 20:30
in Ragam
Reading Time: 1 min read
0
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebutkan bahwa pada 21 Juni nanti, Indonesia tidak kebagian fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC), melainkan gerhana matahari sebagian.

“GMC 21 Juni 2020 tidak akan teramati di wilayah Indonesia. Di beberapa wilayah Indonesia (bagian utara), gerhana matahari sebagian dapat teramati,” ujar Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN Rhorom Priyatikanto dilansir dari detikINET.

Hal itu dikarenakan lintasan GMC itu tidak sepenuhnya melewati wilayah Indonesia. Adapun negara-negara yang kebagian fenomena alam ini, seperti Taiwan, China, India, hingga Kongo.

“Kenampakan cincin tidak bisa diamati di wilayah Indonesia. Kita hanya bisa lihat gerhana matahari sebagian,” ungkap Rhorom.

Seperti diketahui, terjadinya GMC ini berlangsung ketika Matahari, Bulan dan Bumi berada tepat segaris dan piringan Bulan yang diamati dari Bumi terlihat lebih kecil daripada piringan Matahari.

Baca Juga:  Siap-siap Wisata Astronomi di Indonesia Tahun Ini

Karena konfigurasi tersebut, saat puncak gerhana Matahari akan terlihat seperti cincin, terang di bagian pinggirannya dan gelap di bagian tengahnya.

Menurut informasi yang dibagikan oleh BMKG, peristiwa alam ini akan pertama kali menyambangi wilayah Sabang pada pukul 13.16 WIB dan kota yang memulai gerhana paling akhir adalah Kepanjen, Jawa Timur pada pukul 15.19 WIB.

Puncak gerhana paling awal akan terjadi di Sabang, Aceh pada pukul 14.34 WIB, dan kota yang mengalami waktu puncak paling akhir adalah Agats, Papua pada pukul 17.37 WIT.

Sedangkan kontak akhir paling awal akan terjadi di Tais, Bengkulu pada pukul 15.06 WIB, dan kontak akhir paling akhir akan terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara pada pukul 17.31 WITA. (detik)

Baca Juga:  Beda dari Salat pada Umumnya, Ini Cara Melaksanakan Salat Gerhana Matahari
Source: Detik
Tags: astronomigerhana mataharilapan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Lima Tahun Dirawat Warga Bontang Lestari, Burung Enggang Dievakuasi

Next Post

Perusahaan Janji Pulangkan Pekerja Asal Jatim yang Terpapar Covid-19 Bila Sembuh

Related Posts

Beda dari Salat pada Umumnya, Ini Cara Melaksanakan Salat Gerhana Matahari
Ragam

Beda dari Salat pada Umumnya, Ini Cara Melaksanakan Salat Gerhana Matahari

19 April 2023, 12:51
Gerhana Matahari Hibrida pada 20 April, Ini Daftar Lokasinya
Bontang

Gerhana Matahari Hibrida pada 20 April, Ini Daftar Lokasinya

18 April 2023, 15:21
Siap-siap Wisata Astronomi di Indonesia Tahun Ini
Breaking News

Siap-siap Wisata Astronomi di Indonesia Tahun Ini

10 Januari 2019, 21:20

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.