• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Caleg Harus Siap Mental

by BontangPost
31 Desember 2018, 15:27
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Mental para calon anggota legislatif (caleg) yang bertarung dalam Pemilu 2019 harus benar-benar siap. Harus siap menerima kekalahan bila tak mau berujung depresi. Hal ini dikemukakan psikolog Laela Siddiqah, saat ditanya kesiapan psikologis yang mesti dimiliki caleg. Menurut Laela, kesiapan mental wajib dimiliki mereka yang bertarung dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.

“Tentunya harus kesiapan mental. Karena ketika sudah menentukan pilihan mencalonkan diri menjadi caleg, tentu kan hasilnya dua. Terpilih dan tidak terpilih. Hanya dua saja kan. Sehingga ketika mencalonkan diri, itu harus siap dengan terpilih dan tidak terpilih. Kalau tidak terpilih, ya terpilih,” ujarnya kepada Metro Samarinda.

Kesiapan mental patut dimiliki khususnya bila caleg bersangkutan tidak terpilih menjadi wakil rakyat. Harus bisa menerima kekalahan yang sudah menjadi konsekuensi logis setiap kontestasi, termasuk pemilu. Dalam hal ini, harus legawa bahwa memang ada yang lebih baik dari dirinya dan menjadi evaluasi kenapa tidak terpilih.

“Kemudian juga bisa mencari alternatif berkhidmat mengabdi kepada negara dengan cara selain menjadi anggota legislatif,” sebut Laela.

Bila kesiapan mental ini telah dimiliki, dia meyakini kasus-kasus caleg gagal terpilih yang kemudian stres tidak akan terjadi. Menurut Laela, bila seorang caleg mengalami stres, pasti ada kondisi awal yang membuatnya tidak nyaman dalam mencalonkan diri. Kondisi awal ini yang sudah membuat caleg tersebut tertekan.

“Dia (caleg, Red.) tidak feel free dalam melakukan pencalonan dirinya. Ada tekanan-tekanan tertentu yang membuat dia merasa terbebani. Harus dan harus terpilih. Sehingga ketika tidak terpilih dia mengalami stres dan frustrasi, atau bahkan depresi,” urai pemilik Lembaga Psikologi Insan Cita ini.

Tekanan-tekanan tersebut, beber Laela, bisa jadi berupa tekanan secara sosial atau tekanan secara financial. Juga tekanan psikologis karena ada tuntutan yang tinggi terhadap dirinya sendiri. Sehingga ketika tidak terpenuhi, adaptasi terhadap realita yang ada itu menjadi terganggu.

“Mungkin kalau kecewa dan sedih itu wajar. Tapi itu ada waktunya. Bagaimana kemudian bisa menghadapi kenyataan yang ada. Kecewa dalam waktu yang seperlunya, sedih dalam waktu yang seperlunya, kemudian move on,” tutur Laela.

Menurut dia, adanya psikotes dalam seleksi pendaftaran caleg sejatinya sudah bisa menjadi indikator potensi gangguan kejiwaan seusai pemilu. Hasil psikotes inilah yang mesti dijadikan pertimbangan sekaligus antisipasi dalam meloloskan bakal-bakal caleg menjadi caleg tetap dalam pemilu.

Bila misalnya dari hasil psikotes itu didapat bakal caleg yang rentan, bisa diberikan pembekalan khusus demi menghindari hal yang tak diinginkan. “Khususnya dari pihak parpol (partai politik, Red.). Dari tim seleksi itu bisa menginformasikan kepada parpol untuk memberikan pembekalan kepada caleg-calegnya itu supaya siap mental. Sehingga potensi2 negatif bisa dicegah dan diantisipasi,” sebutnya.

Dengan begitu, sambungnya, para caleg ini punya bekal bersikap bila hasil pemilu tak sesuai dengan ekspektasi. “Jadi tidak seperti bom waktu. Misalnya harapannya sudah sudah terlanjur tinggi, optimistis ketika masa kampanye banyak orang menyatakan dukunga. Tetapi ketika pencoblosan kan tidak bisa diatur (suaranya),” terang Laela.

Menurut dia, optimisme caleg mesti realistis. Dalam hal ini, ada perhitungan bagaimana setiap caleg bisa melihat berapa persen peluangnya untuk bisa terpilih. Ketika sudah memahami peluangnya, yang perlu dilakukkan adalh mengetahui upaya-upaya apa saja yang perlu dilakukan untuk mewujudkannya.

“Harus menunjukkan ke masyarkat bahwa dia (caleg, Red.) memang layak dipilih. Tentu juga harus ada persiapan mental ketika dia tidak terpilih. Karena namanya manusia berusaha, rakyat yang menentukan saat pencoblosan nanti,” urai perempuan yang aktif di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Bontang ini.

Menurut Laela, akan lebih baik bila setiap parpol bisa mengakomodasi para calegnya untuk memberikan pembekalan terlebih dahulu sebelum bertarung di pemilu. Baik pembekalan emosional dan psikologis untuk menghadapi masa-masa kampanye, pemilihan dan pascapemilihan. Sehingga setiap individu itu sudah mempunyai bekal yang kuat menerima hasilnya.

“Mengetahui apa yang harus dilakukan ketika tidak dipilih. Juga apa yang harus dilakukan ketika terpilih. Kemudian bagaimana ketika tidak dipilih caleg itu bisa legawa, bisa menahan diri untuk tidak berperilaku yang  tidak semestinya. Bagaimana tetap memiliki fungsi-fungsi pribadi yang baik dalam masyarakat. Alangkah baiknya upaya preventif daripada penanganan,” sebut Laela.

Ketika terpilih, caleg tersebut harus benar-benar mengemban amanat dengan baik. Yaitu menjadi wakil rakyat, menyuarakan kebutuhan-kebutuhan rakyatnya yang diwakili. “Sehingga benar-benar bekerja dengan baik, tidak kemudian mencurangi masyarakat. Amanahlah. Bekerja dengan baik sesuai dengan tujuannya apa,” jelasnya.

Misalnya harus tahu bagaimana tanggung jawabnya seperti apa, tidak hanya euforia sesaat. Apalagi tanggung jawab sebagai anggota legislatif tidaklah kecil. Harus siap untuk kemudian meningkatkan kualitas dan kapasitas dirinya. (luk)

 

 

Print Friendly, PDF & Email
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

MENGIRINGI SAMPAI AKHIR

Next Post

Cerita Laela Siddiqah Berpraktik sebagai Psikolog

Related Posts

Balapan Liar Saat Salat Jumat, Puluhan Motor Diamankan Polisi di Bontang Kuala
Bontang

Balapan Liar Saat Salat Jumat, Puluhan Motor Diamankan Polisi di Bontang Kuala

24 April 2026, 16:43
Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut  Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak
Bontang

Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

24 April 2026, 16:33
DPK Bontang Perluas Akses Literasi Lewat Pojok Baca “Bakul Terasi” di Ruang Publik
Society

DPK Bontang Perluas Akses Literasi Lewat Pojok Baca “Bakul Terasi” di Ruang Publik

24 April 2026, 14:57
Korban Terus Berjatuhan, JATAM Kaltim: Kematian di Lubang Tambang Kejahatan Sistematis
Kaltim

Korban Terus Berjatuhan, JATAM Kaltim: Kematian di Lubang Tambang Kejahatan Sistematis

24 April 2026, 14:45
Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana
Kriminal

Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

24 April 2026, 14:18
Ombudsman Ingatkan Pejabat Kaltim: Terima Aspirasi Demo Bagian dari Pelayanan Publik
Kaltim

Ombudsman Ingatkan Pejabat Kaltim: Terima Aspirasi Demo Bagian dari Pelayanan Publik

24 April 2026, 12:39

Terpopuler

  • Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.