bontangpost.id – Pengadaan kamera Closed Circuit Television (CCTv) di Kelurahan Tanjung Laut Indah pada 2021 belum sepenuhnya dinikmati warga. Warga RT 28, Jalan KS Tubun, salah satunya.
Sejauh pantauan di lokasi, salah satu CCTv di RT 28 yang terpasang di depan pos keamanan masih terbungkus rapi dengan plastik. Bahkan belum terkoneksi dengan kabel.
Ketua RT 28 Sutarjo mengungkapkan kondisi tersebut sudah lama terjadi. Diakuinya, kamera CCTv yang diajukan melalui Produta 2021 lalu itu hingga saat ini belum berfungsi.
Nahasnya lagi, dari 12 CCTv yang diajukan hanya 10 kamera yang datang. Sedangkan dua kamera CCTv sisanya belum disalurkan oleh pihak kontraktor.
“Dari dulu itu jumlahnya masih sama. Katanya mau diselesaikan terus kekurangannya mau dilengkapi. Tapi, kok sampai 2023 ini belum ada kelanjutan,” keluh Sutarjo kepada bontangpost, Ahad (1/1/2023).
Tak hanya kekurangan jumlah kamera CCTv, Sutarjo bilang kabel dan komponen pendukung kamera CCTv lainnya pun belum sepenuhnya disalurkan oleh kontraktor.
“Maret 2022 kami dijanjikan oleh kontraktor bahwa kekurangan komponen akan cepet diganti. Sampai sekarang belum ada,” timpalnya.
Seringkali keluhan dari warga ia terima. Berbagai macam pertanyaan hanya bisa ia tampung dan menggantung. Lantaran ia sendiri belum mendapat solusi.
Mediasi dari kelurahan sempat dilakukan. Kala itu Sutarjo difasilitasi bertemu dengan kontraktor. Kemudian terbentuklah surat pernyataan. Isinya, kontraktor diberi waktu paling lambat tiga bulan untuk menyelesaikan pengadaan itu.
“Bagaimana warga tidak bergejolak kalau kondisinya saja seperti ini. Posisinya sulit. Karena saya yang berhadapan langsung dengan warga. Saat itu pemberian tenggat waktu saya berikan awal maret. Dan di dalam surat itu kami bisa menuntut kalau tidak sesuai dengan perjanjian,” bebernya.
Hal lain yang ia khawatirkan bagaimana dengan kondisi CCTv saat ini. Pasalnya selama tidak berfungsi dan hanya tergantung di sudut jalan tidak ada perawatan khusus.
“Kan 10 kamera itu sudah dipasang. Tapi kan nggak nyala. Kondisinya apakah masih bagus atau nggak kami kurang tau. Takutnya alat nggak dipakai malah rusak,” serunya.
Sutarjo berharap pemerintah bisa membantu mengatasi permasalahan ini. Pasalnya pengadaan Produta 2021 itu sama sekali belum menimbulkan manfaat bagi warganya.
“Saya nggak tahu lagi ini harus gimana. Soalnya sebelumnya sudah ada upaya mediasi dari lurah dan kontraktor tapi ya kecewa juga sampai sekarang kondisinya masih sama,” tutupnya. (*)






