BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang belum menghentikan pelaksanaan Car Free Night (CFN) di Jalan MT Haryono. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung setiap malam Minggu sepanjang Oktober 2026 itu tetap berjalan, namun pengaturan lalu lintas akan dievaluasi.
Evaluasi dilakukan setelah armada pemadam kebakaran sempat mengalami hambatan saat melintas di kawasan CFN pada Sabtu (3/10/2026). Akses kendaraan darurat menjadi salah satu perhatian dalam penataan kegiatan tersebut.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan pihaknya akan membahas kembali pengaturan lalu lintas bersama instansi terkait. Terlebih, Jalan MT Haryono merupakan jalan nasional yang tetap harus dapat dilalui kendaraan dalam kondisi darurat.
“Iya, nanti kita rapatkan hari ini evaluasi,” kata Neni saat ditemui usai penyerahan dana hibah partai politik di Pendopo Wali Kota Bontang, Senin (5/10/2026).
Menurut Neni, CFN tetap memberikan manfaat bagi aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang berjualan di lokasi. Karena itu, kegiatan masih akan dilanjutkan dengan pembenahan pada sisi pengaturan kendaraan.
“Mungkin tetap dilaksanakan, tetapi mungkin untuk alur dan pengaturan lalu lintas diatur dengan baik-baik,” ujarnya.
Ia mengatakan persoalan alur kendaraan sebenarnya sudah menjadi perhatian sejak awal pelaksanaan CFN. Namun, adanya kejadian ketika kendaraan pemadam membutuhkan akses membuat evaluasi perlu segera dilakukan.
“Dari awal kan saya sudah bilang alurnya yang harus kita perbaiki dan itu juga kan jalan nasional,” ungkapnya.
Pelaksanaan CFN dijadwalkan berlangsung selama empat pekan di Oktober. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-81 TNI dan HUT ke-27 Kota Bontang.
Dari sisi ekonomi, pelaksanaan perdana CFN juga mendapat respons cukup besar. Kepala DKUMPP Bontang Eko Arisandi menyebut terdapat 230 tenant UMKM yang ikut berjualan dan jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 10 ribu orang.
Transaksi langsung yang dibukukan pelaku UMKM selama kegiatan diperkirakan mencapai Rp460 juta. Jika ditambah omzet usaha lain yang berada di sekitar kawasan kegiatan, perputaran ekonomi diperkirakan dapat mencapai Rp1 miliar.
“Kalau ditotal dengan omzet UMKM sekitar acara, kemungkinan diperkirakan menembus Rp1 miliar,” tutur Eko.
Meski memberikan dampak ekonomi, Eko menegaskan aspek keamanan dan kelancaran akses tetap harus diperhatikan. Saat armada Damkar menuju lokasi kebakaran, arus kendaraan di kawasan CFN sempat mengalami keterlambatan.
Akses kemudian dapat dibuka setelah petugas Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Polres Bontang melakukan pengawalan.
“Namun, akses akhirnya dapat dibuka setelah petugas Dishub dan Polres melakukan pengawalan,” pungkasnya. (*)







