BONTANGPOST.ID, Bontang – Pelaksanaan Car Free Night (CFN) di Jalan MT Haryono, Bontang, kembali digelar Sabtu (10/10/2026). Setelah evaluasi pelaksanaan perdana, kepolisian menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Wakapolres Bontang Kompol Awan Kurnianto mengatakan evaluasi dilakukan menyusul pelaksanaan CFN pada Sabtu (3/10/2026). Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah kelancaran arus lalu lintas dan akses kendaraan darurat di sekitar lokasi kegiatan.
Pada pelaksanaan kedua, kendaraan dari arah Rumah Sakit Amalia menuju RSUD Bontang masih dapat melintas melalui satu sisi Jalan MT Haryono. Sementara sisi lainnya digunakan untuk aktivitas CFN.
Sedangkan kendaraan dari arah berlawanan akan diarahkan melalui Jalan Imam Bonjol. Pengendara juga dapat memanfaatkan Jalan Ahmad Yani sebagai jalur alternatif.
“Kita mitigasi risiko, terutama kemacetan,” kata Awan.
Untuk mendukung pengaturan arus, sekitar 30 personel gabungan disiapkan di sejumlah titik. Petugas akan melakukan pengawasan sekaligus mengatur kendaraan apabila terjadi kepadatan.
Selain persoalan lalu lintas, penggunaan Jalan MT Haryono juga berkaitan dengan statusnya sebagai jalan nasional. Awan menegaskan kepolisian memiliki batas kewenangan dalam penerbitan izin penggunaan jalan.
Menurutnya, penggunaan jalan nasional bukan menjadi kewenangan Polres Bontang. Berbeda dengan jalan kabupaten atau kota yang memiliki mekanisme kewenangan tersendiri.
“Karena kami juga tidak punya kewenangan untuk menerbitkan penggunaan jalan di jalan nasional. Kalau jalan kabupaten atau kota, itu kewenangan kami. Untuk jalan nasional, Polda,” ujarnya.
Terkait perizinan CFN yang berlangsung di Jalan MT Haryono, Awan belum memberikan penjelasan lebih jauh. Ia meminta persoalan tersebut dikonfirmasi kepada pihak penyelenggara.
Meski demikian, kepolisian tetap terlibat dalam pengamanan kegiatan, termasuk menempatkan personel dan mengatur arus kendaraan selama CFN berlangsung.
Awan menyebut kepolisian sebelumnya juga telah menyampaikan sejumlah pilihan lokasi yang dapat dipertimbangkan untuk pelaksanaan CFN. Salah satunya Jalan MH Thamrin.
Lokasi tersebut dinilai memiliki ruang yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat sekaligus aktivitas pedagang.
“MH Thamrin itu salah satu tempat alternatif yang kami sarankan,” katanya.
Ia mengatakan pembahasan mengenai lokasi CFN masih terbuka. Pemerintah daerah dan penyelenggara dapat kembali mengevaluasi lokasi kegiatan agar pelaksanaan CFN tetap berjalan tanpa mengganggu mobilitas masyarakat.
“Dicarikan alternatif lagi,” pungkasnya. (*)







